<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Targetkan Ekspor 1 Juta Mobil, Jokowi: Caranya Gimana Enggak Mau Tahu!   </title><description>Presiden Joko Widodo melepas ekspor perdana kendaraan niaga Isuzu Traga</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/12/12/320/2141066/targetkan-ekspor-1-juta-mobil-jokowi-caranya-gimana-enggak-mau-tahu</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/12/12/320/2141066/targetkan-ekspor-1-juta-mobil-jokowi-caranya-gimana-enggak-mau-tahu"/><item><title>Targetkan Ekspor 1 Juta Mobil, Jokowi: Caranya Gimana Enggak Mau Tahu!   </title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/12/12/320/2141066/targetkan-ekspor-1-juta-mobil-jokowi-caranya-gimana-enggak-mau-tahu</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/12/12/320/2141066/targetkan-ekspor-1-juta-mobil-jokowi-caranya-gimana-enggak-mau-tahu</guid><pubDate>Kamis 12 Desember 2019 14:14 WIB</pubDate><dc:creator>Fakhrizal Fakhri </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/12/12/320/2141066/targetkan-ekspor-1-juta-mobil-jokowi-caranya-gimana-enggak-mau-tahu-Ei13QjA4bH.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Jokowi Targetkan Ekspor 1 Juta Mobil (Foto: Setkab)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/12/12/320/2141066/targetkan-ekspor-1-juta-mobil-jokowi-caranya-gimana-enggak-mau-tahu-Ei13QjA4bH.jpg</image><title>Jokowi Targetkan Ekspor 1 Juta Mobil (Foto: Setkab)</title></images><description> 
JAKARTA - Presiden Joko Widodo melepas ekspor perdana kendaraan niaga Isuzu Traga yang diproduksi oleh PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI) di Kawasan Industri Suryacipta, Karawang Timur, Jawa Barat.

&quot;Kenapa saya mau datang ke PT Isuzu ini? Karena ada ekspor perdana Isuzu Traga pada pagi hari ini,&quot; ujar Jokowi, Kamis (12/11/2019).
&amp;nbsp;Baca Juga: Ekspor Mobil, Jokowi: Neraca Dagang Bisa Surplus
Jokowi menegaskan, secara garis besar, fokus kerja pemerintah dan kebijakan industri dan perdagangan yang diambil sekarang ini adalah bagaimana mengurangi impor sekaligus meningkatkan ekspor.

Dua hal tersebut merupakan bagian tak terpisahkan dari upaya mengurangi baik itu defisit transaksi berjalan maupun defisit neraca perdagangan.
Baca Juga: Menperin Targetkan Ekspor Mobil 1 Juta Unit di 2025
&quot;Kita berharap current account deficit kita semakin mengecil dan neraca perdagangan kita juga bisa surplus. Jangan sampai impornya lebih banyak dari ekspor,&quot; ucapnya.
&amp;nbsp;Pada ekspor perdana 120 unit Isuzu Tagra ke Filipina ini, pihak PT  IAMI menargetkan untuk dapat mengekspor hingga 6.000 unit sampai akhir  tahun 2020. Filipina menjadi negara pertama yang menjadi tujuan ekspor  tersebut.

IAMI berencana untuk memperluas negara tujuan ekspor hingga lebih  dari 20 negara. Tidak hanya menyasar ekspor untuk pasar di wilayah Asia  Tenggara saja, tapi juga merambah ke Timur Tengah, Amerika Latin, serta  beberapa negara di Afrika.

&quot;Tadi disampaikan oleh Bapak Prijono (Presdir Astra), Pak, tahun ini  hanya satu negara. Hanya satu negara, tapi dalam tiga tahun ke depan  akan masuk ke 20 negara baik itu di Afrika, baik itu di Asia Timur, baik  itu di Timur Tengah. Ini yang diharapkan oleh pemerintah,&quot; kata  Presiden.
Berdasarkan informasi yang didapatkan oleh Presiden, sepanjang 2019   sektor automotif Indonesia membukukan angka ekspor kurang lebih 300 ribu   unit ke negara-negara lain. Di tahun 2024 mendatang, Kepala Negara   memberikan target agar industri automotif Indonesia mampu membukukan   ekspor sebanyak 1 juta unit.

&quot;Saya minta sampaikan kepada seluruh keluarga besar automotif, tahun   2024 minimal 1 juta unit harus keluar dari Indonesia. Caranya gimana   enggak mau tahu, yang jelas sekarang Pak Prijono (Prijono Sugiarto,   Presdir PT Isuzu Astra Motor) sudah salaman dengan Menko Perkonomian dan   Menteri Perindustrian, berarti sangat serius. Kalau sekarang USD8   miliar berarti 3 kali lipat USD24 miliar harus keluar dari ekspor   automotif kita,&amp;rdquo; tegas Presien Jokowi.Presiden meminta pihak-pihak terkait untuk optimistis dalam mengejar  target tersebut. Kepala Negara meyakini bahwa dengan target yang terukur  sebenarnya industri kita mampu mencapai target besar tersebut.

Selain itu, dalam jangka panjang, Presiden juga mengharapkan agar  Indonesia dapat menjadi production hub yang mana unit-unit yang  diproduksi akan diekspor ke semua negara.

&quot;Saya melihat peluang-peluang itu sangat terbuka lebar,&quot; ucapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden juga mengapresiasi PT IAMI yang  telah bermitra dan memberikan pelatihan-pelatihan dunia industri bagi  SMK-SMK di sekitar kawasan industri tersebut.

&quot;Saya sangat menghargai PT Isuzu Astra Motor Indonesia yang juga  telah bermitra, bekerja sama, dengan SMK-SMK di sekitar industri ini  baik dalam memberikan training-training, memberikan contoh-contoh,  memberikan cara-cara kerja yang baik, menularkan budaya kerja disiplin  serta kerja keras kepada mereka,&quot; tandasnya.

Turut hadir dalam acara pelepasan tersebut di antaranya Menko  Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Perdagangan Agus Suparmanto,  Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, Menteri Perhubungan  Budi Karya Sumadi, Duta Besar Jepang untuk Republik Indonesia Masafumi  Ishii, dan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil.</description><content:encoded> 
JAKARTA - Presiden Joko Widodo melepas ekspor perdana kendaraan niaga Isuzu Traga yang diproduksi oleh PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI) di Kawasan Industri Suryacipta, Karawang Timur, Jawa Barat.

&quot;Kenapa saya mau datang ke PT Isuzu ini? Karena ada ekspor perdana Isuzu Traga pada pagi hari ini,&quot; ujar Jokowi, Kamis (12/11/2019).
&amp;nbsp;Baca Juga: Ekspor Mobil, Jokowi: Neraca Dagang Bisa Surplus
Jokowi menegaskan, secara garis besar, fokus kerja pemerintah dan kebijakan industri dan perdagangan yang diambil sekarang ini adalah bagaimana mengurangi impor sekaligus meningkatkan ekspor.

Dua hal tersebut merupakan bagian tak terpisahkan dari upaya mengurangi baik itu defisit transaksi berjalan maupun defisit neraca perdagangan.
Baca Juga: Menperin Targetkan Ekspor Mobil 1 Juta Unit di 2025
&quot;Kita berharap current account deficit kita semakin mengecil dan neraca perdagangan kita juga bisa surplus. Jangan sampai impornya lebih banyak dari ekspor,&quot; ucapnya.
&amp;nbsp;Pada ekspor perdana 120 unit Isuzu Tagra ke Filipina ini, pihak PT  IAMI menargetkan untuk dapat mengekspor hingga 6.000 unit sampai akhir  tahun 2020. Filipina menjadi negara pertama yang menjadi tujuan ekspor  tersebut.

IAMI berencana untuk memperluas negara tujuan ekspor hingga lebih  dari 20 negara. Tidak hanya menyasar ekspor untuk pasar di wilayah Asia  Tenggara saja, tapi juga merambah ke Timur Tengah, Amerika Latin, serta  beberapa negara di Afrika.

&quot;Tadi disampaikan oleh Bapak Prijono (Presdir Astra), Pak, tahun ini  hanya satu negara. Hanya satu negara, tapi dalam tiga tahun ke depan  akan masuk ke 20 negara baik itu di Afrika, baik itu di Asia Timur, baik  itu di Timur Tengah. Ini yang diharapkan oleh pemerintah,&quot; kata  Presiden.
Berdasarkan informasi yang didapatkan oleh Presiden, sepanjang 2019   sektor automotif Indonesia membukukan angka ekspor kurang lebih 300 ribu   unit ke negara-negara lain. Di tahun 2024 mendatang, Kepala Negara   memberikan target agar industri automotif Indonesia mampu membukukan   ekspor sebanyak 1 juta unit.

&quot;Saya minta sampaikan kepada seluruh keluarga besar automotif, tahun   2024 minimal 1 juta unit harus keluar dari Indonesia. Caranya gimana   enggak mau tahu, yang jelas sekarang Pak Prijono (Prijono Sugiarto,   Presdir PT Isuzu Astra Motor) sudah salaman dengan Menko Perkonomian dan   Menteri Perindustrian, berarti sangat serius. Kalau sekarang USD8   miliar berarti 3 kali lipat USD24 miliar harus keluar dari ekspor   automotif kita,&amp;rdquo; tegas Presien Jokowi.Presiden meminta pihak-pihak terkait untuk optimistis dalam mengejar  target tersebut. Kepala Negara meyakini bahwa dengan target yang terukur  sebenarnya industri kita mampu mencapai target besar tersebut.

Selain itu, dalam jangka panjang, Presiden juga mengharapkan agar  Indonesia dapat menjadi production hub yang mana unit-unit yang  diproduksi akan diekspor ke semua negara.

&quot;Saya melihat peluang-peluang itu sangat terbuka lebar,&quot; ucapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden juga mengapresiasi PT IAMI yang  telah bermitra dan memberikan pelatihan-pelatihan dunia industri bagi  SMK-SMK di sekitar kawasan industri tersebut.

&quot;Saya sangat menghargai PT Isuzu Astra Motor Indonesia yang juga  telah bermitra, bekerja sama, dengan SMK-SMK di sekitar industri ini  baik dalam memberikan training-training, memberikan contoh-contoh,  memberikan cara-cara kerja yang baik, menularkan budaya kerja disiplin  serta kerja keras kepada mereka,&quot; tandasnya.

Turut hadir dalam acara pelepasan tersebut di antaranya Menko  Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Perdagangan Agus Suparmanto,  Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, Menteri Perhubungan  Budi Karya Sumadi, Duta Besar Jepang untuk Republik Indonesia Masafumi  Ishii, dan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil.</content:encoded></item></channel></rss>
