<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>   Digugat WTO, Jokowi: Hadapi, Siapkan Lawyer Terbaik dan Jangan Keok</title><description>Jokowi meminta jajaran pemerintahan untuk tidak grogi dalam melanjutkan kebijakan melakukan hilirisasi</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/12/12/320/2141071/digugat-wto-jokowi-hadapi-siapkan-lawyer-terbaik-dan-jangan-keok</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/12/12/320/2141071/digugat-wto-jokowi-hadapi-siapkan-lawyer-terbaik-dan-jangan-keok"/><item><title>   Digugat WTO, Jokowi: Hadapi, Siapkan Lawyer Terbaik dan Jangan Keok</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/12/12/320/2141071/digugat-wto-jokowi-hadapi-siapkan-lawyer-terbaik-dan-jangan-keok</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/12/12/320/2141071/digugat-wto-jokowi-hadapi-siapkan-lawyer-terbaik-dan-jangan-keok</guid><pubDate>Kamis 12 Desember 2019 14:29 WIB</pubDate><dc:creator>Irene</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/12/12/320/2141071/digugat-wto-jokowi-hadapi-siapkan-lawyer-terbaik-dan-jangan-keok-ZpUCv8Uz4k.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Jokowi soal Gugatan WTO (Foto: Setkab)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/12/12/320/2141071/digugat-wto-jokowi-hadapi-siapkan-lawyer-terbaik-dan-jangan-keok-ZpUCv8Uz4k.jpg</image><title>Jokowi soal Gugatan WTO (Foto: Setkab)</title></images><description>JAKARTA - Meskipun digugat oleh Organisasi Perdagangan Dunia atau World Trade Organization (WTO), Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta jajaran pemerintahan untuk tidak grogi dalam melanjutkan kebijakan melakukan hilirisasi komoditas hasil alam seperti nikel atau kelapa sawit.

&amp;ldquo;Inilah yang dinamakan hilirisasi, industrialisasi dari bahan-bahan mentah yang dimiliki. Ini sudah dimulai, nikel sudah dimulai industrialisasi, sehingga kita setop yang namanya ekspor bahan mentah nikel,&amp;rdquo; kata Presiden Jokowi seperti dilansir setkab, Jakarta, Kamis (12/12/2019).
Baca Juga: Pengusaha Sepakat Stop Ekspor Nikel Mulai 1 Januari 2020
Presiden tidak mempermasalahkan adanya gugatan atas kebijakan pemerintah melakukan hilirisasi komoditas-komoditas itu. Kepala Negara mengajak jajaran pemerintah untuk tidak grogi dalam menghadapi gugatan tersebut. &amp;ldquo;Ya kita hadapi. Karena memang kita ingin bahan-bahan mentah kita ini ada added value-nya, ada nilai tambahnya,&amp;rdquo; tegas Presiden seraya menambahkan, kalau ada industri, ada manufaktur, ada hilirisasi maka lapangan pekerjaan yang sebesar-besarnya akan terbuka.

&amp;ldquo;Ini ke situ, bukan ke mana-mana, larinya akan ke situ,&amp;rdquo; sambungnya.
&amp;nbsp;Baca Juga: Daftar 9 Perusahaan yang Dapat Izin Ekspor NikelKarena itu, Presiden Jokowi menegaskan, untuk kepentingan nasional,  untuk national interest, apapun yang diprotes negara lain akan dihadapi,  tidak perlu ragu. Menurut Presiden, baru kemarin sore pemerintah  merapatkan mengenai ini (digugat WTO). Presiden memerintahkan untuk  menghadapi, dengan menyiapkan lawyer-lawyer yang paling baik, sehingga  bisa memenangkan gugatan itu.

&amp;ldquo;Jangan kita digugat kita keok, digugat kita keok, karena kita enggak  serius menghadirkan lawyer-lawyer yang terbaik yang kita punya,&amp;rdquo; tutur  Presiden Jokowi.

Presiden Jokowi menganggap biasa gugatan tersebut dalam hidup  bernegara. &amp;ldquo;Digugat ya hadapi. Tapi yang paling penting kita jangan  berbelok, baru digugat saja mundur, apaan. Kalau saya nggak, digugat  tambah semangat. Tapi ya jangan kalah,&amp;rdquo; tegasnya</description><content:encoded>JAKARTA - Meskipun digugat oleh Organisasi Perdagangan Dunia atau World Trade Organization (WTO), Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta jajaran pemerintahan untuk tidak grogi dalam melanjutkan kebijakan melakukan hilirisasi komoditas hasil alam seperti nikel atau kelapa sawit.

&amp;ldquo;Inilah yang dinamakan hilirisasi, industrialisasi dari bahan-bahan mentah yang dimiliki. Ini sudah dimulai, nikel sudah dimulai industrialisasi, sehingga kita setop yang namanya ekspor bahan mentah nikel,&amp;rdquo; kata Presiden Jokowi seperti dilansir setkab, Jakarta, Kamis (12/12/2019).
Baca Juga: Pengusaha Sepakat Stop Ekspor Nikel Mulai 1 Januari 2020
Presiden tidak mempermasalahkan adanya gugatan atas kebijakan pemerintah melakukan hilirisasi komoditas-komoditas itu. Kepala Negara mengajak jajaran pemerintah untuk tidak grogi dalam menghadapi gugatan tersebut. &amp;ldquo;Ya kita hadapi. Karena memang kita ingin bahan-bahan mentah kita ini ada added value-nya, ada nilai tambahnya,&amp;rdquo; tegas Presiden seraya menambahkan, kalau ada industri, ada manufaktur, ada hilirisasi maka lapangan pekerjaan yang sebesar-besarnya akan terbuka.

&amp;ldquo;Ini ke situ, bukan ke mana-mana, larinya akan ke situ,&amp;rdquo; sambungnya.
&amp;nbsp;Baca Juga: Daftar 9 Perusahaan yang Dapat Izin Ekspor NikelKarena itu, Presiden Jokowi menegaskan, untuk kepentingan nasional,  untuk national interest, apapun yang diprotes negara lain akan dihadapi,  tidak perlu ragu. Menurut Presiden, baru kemarin sore pemerintah  merapatkan mengenai ini (digugat WTO). Presiden memerintahkan untuk  menghadapi, dengan menyiapkan lawyer-lawyer yang paling baik, sehingga  bisa memenangkan gugatan itu.

&amp;ldquo;Jangan kita digugat kita keok, digugat kita keok, karena kita enggak  serius menghadirkan lawyer-lawyer yang terbaik yang kita punya,&amp;rdquo; tutur  Presiden Jokowi.

Presiden Jokowi menganggap biasa gugatan tersebut dalam hidup  bernegara. &amp;ldquo;Digugat ya hadapi. Tapi yang paling penting kita jangan  berbelok, baru digugat saja mundur, apaan. Kalau saya nggak, digugat  tambah semangat. Tapi ya jangan kalah,&amp;rdquo; tegasnya</content:encoded></item></channel></rss>
