<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pertamina Jadi Kasir Terbesar, Kalahkan Freeport</title><description>inerja keuangan PT Pertamina (Persero) masih terjaga seha</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/12/12/320/2141218/pertamina-jadi-kasir-terbesar-kalahkan-freeport</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/12/12/320/2141218/pertamina-jadi-kasir-terbesar-kalahkan-freeport"/><item><title>Pertamina Jadi Kasir Terbesar, Kalahkan Freeport</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/12/12/320/2141218/pertamina-jadi-kasir-terbesar-kalahkan-freeport</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/12/12/320/2141218/pertamina-jadi-kasir-terbesar-kalahkan-freeport</guid><pubDate>Kamis 12 Desember 2019 18:49 WIB</pubDate><dc:creator>Yohana Artha Uly</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/12/12/320/2141218/pertamina-jadi-kasir-terbesar-kalahkan-freeport-S1VmJrU0ka.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pertamina Jadi Kasir, Kalahkan Freeport (Foto: Okezone.com/Yohana)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/12/12/320/2141218/pertamina-jadi-kasir-terbesar-kalahkan-freeport-S1VmJrU0ka.jpg</image><title>Pertamina Jadi Kasir, Kalahkan Freeport (Foto: Okezone.com/Yohana)</title></images><description>JAKARTA - Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Budi Gunadi Sadikin menyatakan, kinerja keuangan PT Pertamina (Persero) masih terjaga sehat. Dirinya bahkan mengklaim Holding BUMN Minyak dan Gas (Migas) itu sebagai kasir negara atau penyumbang dividen terbesar bagi kas negara.

&quot;Kalau soal dividen, Pertamina menjadi kasir paling besar BUMN karena setorannya besar,&quot; ujar dia dalam konferensi pers di Kementerian BUMN, Jakarta, Kamis (12/12/2019).
Baca Juga: 62 Tahun Pertamina, Ahok: Tantangan Pasti Banyak
Dia menjelaskan, kinerja keuangan dilihat dari earning before interest, tax, depreciation and amortization (EBITDA) milik Pertamina sebesar USD9 miliar  pada tahun lalu, menjadi yang terbesar dari BUMN lainnya. Hal itu sekaligus menunjukkan tingginya kinerja mengalahkan PT Freeport Indonesia.

&amp;ldquo;Keuangan Pertamina bagus. Freeport total EBITDA-nya saja hanya sekitar USD4 billion (miliar),&quot; katanya.
Baca Juga: Ahok Jadi Komut, Luhut: Sumber Kekacauan Paling Banyak Ada di Pertamina
Menurut Budi, membaiknya kinerja keuangan Pertamina didorong upaya mengurangi impor dengan menyetop impor diesel sejak Maret 2019. Kemudian sejak April 2019 perseroan juga telah berhasil menyetop impor avtur dan pada Juni 2019 telah mengekspor avtur.
Budi bilang, hal itu terjadi karena Pertamina telah menyelesaikan  pembangunan sejumlah kilang untuk mendorong pemenuhan kebutuhan dalam  negeri.

Oleh sebab itu, dia mengaku tak khawatir dengan keuangan Pertamina  akan terganggu jika harus berinvestasi di beberapa proyek strategis.  Misalnya, dengan berinvestasi untuk pembangunan kilang dan industri  petrokimia.

&quot;Jadi kemampuan keuangannya (Pertamina) sangat enggak ada masalah untuk investasi sebesar ini masih mampu,&quot; ungkapnya.

Sementara itu, Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati  mengatakan, perseroan telah melakukan penurunan impor solar dan avtur  hingga 25 juta barel di tahun 2019. Penurunan impor itu senilai  menghemat devisa sebesar Rp37 triliun.

&quot;Untuk ekspor avtur, kami hitung Rp12,7 triliun sepanjang 2019. Jadi  kontribusi untuk meringankan Current Account Defisit (CAD) sudah mulai  terlihat,&quot; kata Nicke.
</description><content:encoded>JAKARTA - Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Budi Gunadi Sadikin menyatakan, kinerja keuangan PT Pertamina (Persero) masih terjaga sehat. Dirinya bahkan mengklaim Holding BUMN Minyak dan Gas (Migas) itu sebagai kasir negara atau penyumbang dividen terbesar bagi kas negara.

&quot;Kalau soal dividen, Pertamina menjadi kasir paling besar BUMN karena setorannya besar,&quot; ujar dia dalam konferensi pers di Kementerian BUMN, Jakarta, Kamis (12/12/2019).
Baca Juga: 62 Tahun Pertamina, Ahok: Tantangan Pasti Banyak
Dia menjelaskan, kinerja keuangan dilihat dari earning before interest, tax, depreciation and amortization (EBITDA) milik Pertamina sebesar USD9 miliar  pada tahun lalu, menjadi yang terbesar dari BUMN lainnya. Hal itu sekaligus menunjukkan tingginya kinerja mengalahkan PT Freeport Indonesia.

&amp;ldquo;Keuangan Pertamina bagus. Freeport total EBITDA-nya saja hanya sekitar USD4 billion (miliar),&quot; katanya.
Baca Juga: Ahok Jadi Komut, Luhut: Sumber Kekacauan Paling Banyak Ada di Pertamina
Menurut Budi, membaiknya kinerja keuangan Pertamina didorong upaya mengurangi impor dengan menyetop impor diesel sejak Maret 2019. Kemudian sejak April 2019 perseroan juga telah berhasil menyetop impor avtur dan pada Juni 2019 telah mengekspor avtur.
Budi bilang, hal itu terjadi karena Pertamina telah menyelesaikan  pembangunan sejumlah kilang untuk mendorong pemenuhan kebutuhan dalam  negeri.

Oleh sebab itu, dia mengaku tak khawatir dengan keuangan Pertamina  akan terganggu jika harus berinvestasi di beberapa proyek strategis.  Misalnya, dengan berinvestasi untuk pembangunan kilang dan industri  petrokimia.

&quot;Jadi kemampuan keuangannya (Pertamina) sangat enggak ada masalah untuk investasi sebesar ini masih mampu,&quot; ungkapnya.

Sementara itu, Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati  mengatakan, perseroan telah melakukan penurunan impor solar dan avtur  hingga 25 juta barel di tahun 2019. Penurunan impor itu senilai  menghemat devisa sebesar Rp37 triliun.

&quot;Untuk ekspor avtur, kami hitung Rp12,7 triliun sepanjang 2019. Jadi  kontribusi untuk meringankan Current Account Defisit (CAD) sudah mulai  terlihat,&quot; kata Nicke.
</content:encoded></item></channel></rss>
