<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Jokowi: Mantan Bos Bank Dunia Lirik Investasi Tol hingga Bandara di RI</title><description>mantan Presiden World Bank Jim Yong Kim saat ini tengah memegang Global Infrastructure Partners(GIP).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/12/13/320/2141675/jokowi-mantan-bos-bank-dunia-lirik-investasi-tol-hingga-bandara-di-ri</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/12/13/320/2141675/jokowi-mantan-bos-bank-dunia-lirik-investasi-tol-hingga-bandara-di-ri"/><item><title>Jokowi: Mantan Bos Bank Dunia Lirik Investasi Tol hingga Bandara di RI</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/12/13/320/2141675/jokowi-mantan-bos-bank-dunia-lirik-investasi-tol-hingga-bandara-di-ri</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/12/13/320/2141675/jokowi-mantan-bos-bank-dunia-lirik-investasi-tol-hingga-bandara-di-ri</guid><pubDate>Jum'at 13 Desember 2019 18:48 WIB</pubDate><dc:creator>Fakhrizal Fakhri </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/12/13/320/2141675/jokowi-mantan-bos-bank-dunia-lirik-investasi-tol-hingga-bandara-di-ri-hr044oxGbA.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Jokowi (Foto: Setkab)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/12/13/320/2141675/jokowi-mantan-bos-bank-dunia-lirik-investasi-tol-hingga-bandara-di-ri-hr044oxGbA.jpg</image><title>Jokowi (Foto: Setkab)</title></images><description>JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan bahwa mantan Presiden World Bank Jim Yong Kim saat ini tengah memegang Global Infrastructure Partners(GIP). Menurut dia, ketertarikan Jim Yong Kim berinvestasi ke Indonesia lantaran GIP menilai pemerintah bersungguh-sungguh dalam membangun infrastruktur.
&quot;Intinya gini, Mister Jim Kim mantan Presiden Bank Dunia yang sekarang dia memegang yang namanya GIP, yang spesialisasi ada di infrastruktur. Mereka melihat, GIP melihat bahwa Indonesia memiliki keinginan yang sungguh-sungguh baik di pembangunan jalan tol, pelabuhan, airport, power plant, yang semua itu secara ekonomi, secara bisnis itu feasible (layak),&quot; kata Jokowi di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (13/12/2019).
Baca Juga: Ketersediaan Infrastruktur Penyebab Performa dan Biaya Logistik Mahal
Jokowi menilai, GIP ingin membantu Indonesia dalam pembangunan infrastruktur yang bukan dalam bentuk pinjaman melainkan investasi untuk bersama-sama menggarap proyek infrastruktur di Indonesia.
&quot;Tadi memang ada tiga fokus yaitu di urusan transmisi listrik, di bidang airport, kemudian di bidang hydropower. Yang tiga ini jadi keinginan dari mereka,&quot; ujarnya.
Baca Juga: Jokowi Terbitkan Perpres Percepatan Pembangunan Kawasan Gerbang Kertasusila
Kepala Negara mengatakan telah mempersilakan Jim Yong Kim berbicara dengan menteri-menteri terkait. Pemerintah, lanjut dia, memang terbuka untuk mendatangkan investasi ke Tanah Air.
&quot;Saya terbuka untuk itu karena kita memang membutuhkan investasi,&quot; imbuhnya.Jokowi belum memastikan apakah investasi dari GIP ini akan  mendapatkan insentif pajak dari pemerintah. Pasalnya, dirinya baru  pertama kali melakukan pertemuan dengan mantan Presiden Bank Dunia itu,  sehingga belum ada pembahasan lebih rinci lagi terkait rencana investasi  tersebut.
&quot;Belum sampai ke situ. Ini kan baru ketemu pertama,&quot; imbuhnya.
Menurut Jokowi, investor Amerika memang tertarik dengan pembangunan  infrastruktur Indonesia. Namun, lanjut dia, tidak semua proyek  infrasturktur dilirik oleh mereka.
&quot;Kalau mereka misalnya sangat tertarik kepada hydropower, sangat  tertarik. Memang bidang-bidang tertentu, tidak semuanya,&quot; pungkasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan bahwa mantan Presiden World Bank Jim Yong Kim saat ini tengah memegang Global Infrastructure Partners(GIP). Menurut dia, ketertarikan Jim Yong Kim berinvestasi ke Indonesia lantaran GIP menilai pemerintah bersungguh-sungguh dalam membangun infrastruktur.
&quot;Intinya gini, Mister Jim Kim mantan Presiden Bank Dunia yang sekarang dia memegang yang namanya GIP, yang spesialisasi ada di infrastruktur. Mereka melihat, GIP melihat bahwa Indonesia memiliki keinginan yang sungguh-sungguh baik di pembangunan jalan tol, pelabuhan, airport, power plant, yang semua itu secara ekonomi, secara bisnis itu feasible (layak),&quot; kata Jokowi di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (13/12/2019).
Baca Juga: Ketersediaan Infrastruktur Penyebab Performa dan Biaya Logistik Mahal
Jokowi menilai, GIP ingin membantu Indonesia dalam pembangunan infrastruktur yang bukan dalam bentuk pinjaman melainkan investasi untuk bersama-sama menggarap proyek infrastruktur di Indonesia.
&quot;Tadi memang ada tiga fokus yaitu di urusan transmisi listrik, di bidang airport, kemudian di bidang hydropower. Yang tiga ini jadi keinginan dari mereka,&quot; ujarnya.
Baca Juga: Jokowi Terbitkan Perpres Percepatan Pembangunan Kawasan Gerbang Kertasusila
Kepala Negara mengatakan telah mempersilakan Jim Yong Kim berbicara dengan menteri-menteri terkait. Pemerintah, lanjut dia, memang terbuka untuk mendatangkan investasi ke Tanah Air.
&quot;Saya terbuka untuk itu karena kita memang membutuhkan investasi,&quot; imbuhnya.Jokowi belum memastikan apakah investasi dari GIP ini akan  mendapatkan insentif pajak dari pemerintah. Pasalnya, dirinya baru  pertama kali melakukan pertemuan dengan mantan Presiden Bank Dunia itu,  sehingga belum ada pembahasan lebih rinci lagi terkait rencana investasi  tersebut.
&quot;Belum sampai ke situ. Ini kan baru ketemu pertama,&quot; imbuhnya.
Menurut Jokowi, investor Amerika memang tertarik dengan pembangunan  infrastruktur Indonesia. Namun, lanjut dia, tidak semua proyek  infrasturktur dilirik oleh mereka.
&quot;Kalau mereka misalnya sangat tertarik kepada hydropower, sangat  tertarik. Memang bidang-bidang tertentu, tidak semuanya,&quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
