<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>PHE Targetkan Lifting Migas Tahun Depan 181.510 BOEPD</title><description>PT Pertamina Hulu Energi (PHE) menargetkan produksi siap jual (lifting) migas sebesar 181.510 barel setara minyak per hari (BOEPD)</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/12/15/320/2142109/phe-targetkan-lifting-migas-tahun-depan-181-510-boepd</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/12/15/320/2142109/phe-targetkan-lifting-migas-tahun-depan-181-510-boepd"/><item><title>PHE Targetkan Lifting Migas Tahun Depan 181.510 BOEPD</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/12/15/320/2142109/phe-targetkan-lifting-migas-tahun-depan-181-510-boepd</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/12/15/320/2142109/phe-targetkan-lifting-migas-tahun-depan-181-510-boepd</guid><pubDate>Minggu 15 Desember 2019 15:37 WIB</pubDate><dc:creator>Dani Jumadil Akhir</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/12/15/320/2142109/phe-targetkan-lifting-migas-tahun-depan-181-510-boepd-PfL8nKY4ce.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Lifting Migas (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/12/15/320/2142109/phe-targetkan-lifting-migas-tahun-depan-181-510-boepd-PfL8nKY4ce.jpg</image><title>Lifting Migas (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - PT Pertamina Hulu Energi (PHE) menargetkan produksi siap jual (lifting) migas sebesar 181.510 barel setara minyak per hari (BOEPD), naik dibandingkan target dalam Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) 2019 sebesar 175.674 BOEPD.

Target lifting migas PHE 2020 mencakup lifting minyak sebesar 83.100 barel minyak per hari (BOPD) dan penjualan gas sebesar 570,11 juta kaki kubik per hari (MMSCFD). Sementara pada RKAP 2019, lifting minyak sebesar 76.971 BOPD dan gas 572 MMSCFD.
Baca Juga: Presiden Wanti-Wanti Ahok untuk Pangkas Impor hingga Berantas Mafia Migas
Hingga akhir Oktober 2019, PHE mencatat lifting migas sebesar 178.208 BOEPD. Lifting migas terdiri dari lifting minyak 77.179 BOPD dan penjualan gas sebesar 585 MMSCFD.

&amp;ldquo;Proyeksi hingga akhir tahun, lifting migas mencapai 178.052 BOEPD atau 101% dari target pada RKAP 2019. Lifting minyak 100% dari target dan gas 102% dari target,&amp;rdquo; ujar Direktur Utama PHE Meidawati dalam keterangan resminya, Jakarta, Minggu (15/12/2019).
Baca Juga: Ditemani Ahok, Bos Pertamina Lapor B30 hingga Kilang ke Jokowi
PHE Offshore North West Java (ONWJ) masih menjadi kontributor terbesar lifting minyak PHE, yakni sebesar 25.788 BOPD. Selain ONWJ, PHE Offshore Southeast Sumatra (OSES) juga berkontribusi besar yakni mencapai 25.331 BOPD. Lifting ONWJ dan OSES tersebut merupakan bagian PHE yang memiliki hak partisipasi (Participating Interest/PI) sebesar 90%.
&amp;nbsp;Kontributor lainnya adalah PHE CPP (BOB) 4.763 BOPD, PHE Tomori  Sulawesi sebesar 3.729 BOPD, PHE Jambi Merang sebesar 3.599 BOPD dan PHE  West Madura Offshore dengan raihan lifting 3.116 BOPD.
Untuk lifting gas, kontributor terbesar adalah PHE Tomori Sulawesi  sebesar 146,8 MMSCFD. PHE tercatat menguasai 50% PHE di Blok Tomori.  Selain PHE Tomori Sulawesi, PHE WMO mencatat lifting gas sebesar 94,5  MMSCFD, PHE ONWJ sebesar 73 MMSCFD, dan PHE Jambi Merang 68,3 MMSCFD.
Hingga Oktober 2019, PHE juga telah melakukan pengeboran dua sumur  eksplorasi, 35 sumur pengembangan dan 39 sumur work over. Untuk seismik  2D mencapai 4.291 km dan seismik 3D 95 km2. Total biaya investasi yang  telah dikeluarkan hingga Oktober 2019 mencapai USD216 juta. Hingga akhir  2019, biaya investasi yang terserap diestimasi mencapai USD328 juta.

Saat ini PHE masih melakukan beberapa kegiatan pengeboran. &quot;Hingga  akhir tahun ini kami berupaya melakukan pengeboran total 5 sumur  eksplorasi dan 43 sumur pengembangan&quot;,  kata Meidawati.

Sementara, untuk tahun 2020, perusahaan menyiapkan belanja modal  (capital expenditure/capex) sebesar USD543 juta atau naik dari tahun ini  yang mencapai USD366 juta.

</description><content:encoded>JAKARTA - PT Pertamina Hulu Energi (PHE) menargetkan produksi siap jual (lifting) migas sebesar 181.510 barel setara minyak per hari (BOEPD), naik dibandingkan target dalam Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) 2019 sebesar 175.674 BOEPD.

Target lifting migas PHE 2020 mencakup lifting minyak sebesar 83.100 barel minyak per hari (BOPD) dan penjualan gas sebesar 570,11 juta kaki kubik per hari (MMSCFD). Sementara pada RKAP 2019, lifting minyak sebesar 76.971 BOPD dan gas 572 MMSCFD.
Baca Juga: Presiden Wanti-Wanti Ahok untuk Pangkas Impor hingga Berantas Mafia Migas
Hingga akhir Oktober 2019, PHE mencatat lifting migas sebesar 178.208 BOEPD. Lifting migas terdiri dari lifting minyak 77.179 BOPD dan penjualan gas sebesar 585 MMSCFD.

&amp;ldquo;Proyeksi hingga akhir tahun, lifting migas mencapai 178.052 BOEPD atau 101% dari target pada RKAP 2019. Lifting minyak 100% dari target dan gas 102% dari target,&amp;rdquo; ujar Direktur Utama PHE Meidawati dalam keterangan resminya, Jakarta, Minggu (15/12/2019).
Baca Juga: Ditemani Ahok, Bos Pertamina Lapor B30 hingga Kilang ke Jokowi
PHE Offshore North West Java (ONWJ) masih menjadi kontributor terbesar lifting minyak PHE, yakni sebesar 25.788 BOPD. Selain ONWJ, PHE Offshore Southeast Sumatra (OSES) juga berkontribusi besar yakni mencapai 25.331 BOPD. Lifting ONWJ dan OSES tersebut merupakan bagian PHE yang memiliki hak partisipasi (Participating Interest/PI) sebesar 90%.
&amp;nbsp;Kontributor lainnya adalah PHE CPP (BOB) 4.763 BOPD, PHE Tomori  Sulawesi sebesar 3.729 BOPD, PHE Jambi Merang sebesar 3.599 BOPD dan PHE  West Madura Offshore dengan raihan lifting 3.116 BOPD.
Untuk lifting gas, kontributor terbesar adalah PHE Tomori Sulawesi  sebesar 146,8 MMSCFD. PHE tercatat menguasai 50% PHE di Blok Tomori.  Selain PHE Tomori Sulawesi, PHE WMO mencatat lifting gas sebesar 94,5  MMSCFD, PHE ONWJ sebesar 73 MMSCFD, dan PHE Jambi Merang 68,3 MMSCFD.
Hingga Oktober 2019, PHE juga telah melakukan pengeboran dua sumur  eksplorasi, 35 sumur pengembangan dan 39 sumur work over. Untuk seismik  2D mencapai 4.291 km dan seismik 3D 95 km2. Total biaya investasi yang  telah dikeluarkan hingga Oktober 2019 mencapai USD216 juta. Hingga akhir  2019, biaya investasi yang terserap diestimasi mencapai USD328 juta.

Saat ini PHE masih melakukan beberapa kegiatan pengeboran. &quot;Hingga  akhir tahun ini kami berupaya melakukan pengeboran total 5 sumur  eksplorasi dan 43 sumur pengembangan&quot;,  kata Meidawati.

Sementara, untuk tahun 2020, perusahaan menyiapkan belanja modal  (capital expenditure/capex) sebesar USD543 juta atau naik dari tahun ini  yang mencapai USD366 juta.

</content:encoded></item></channel></rss>
