<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Menko Airlangga: Perbaiki Defisit Neraca Dagang Tak Bisa Instan   </title><description>BPS mencatat secara bulanan laju impor migas naik tajam sebesar 21,60% menjadi USD2,13 miliar</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/12/16/20/2142615/menko-airlangga-perbaiki-defisit-neraca-dagang-tak-bisa-instan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/12/16/20/2142615/menko-airlangga-perbaiki-defisit-neraca-dagang-tak-bisa-instan"/><item><title>Menko Airlangga: Perbaiki Defisit Neraca Dagang Tak Bisa Instan   </title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/12/16/20/2142615/menko-airlangga-perbaiki-defisit-neraca-dagang-tak-bisa-instan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/12/16/20/2142615/menko-airlangga-perbaiki-defisit-neraca-dagang-tak-bisa-instan</guid><pubDate>Senin 16 Desember 2019 18:57 WIB</pubDate><dc:creator>Taufik Fajar</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/12/16/20/2142615/menko-airlangga-perbaiki-defisit-neraca-dagang-tak-bisa-instan-fCA8T6zLlk.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. (Foto: Okezone.com/Kemenko Perekonomian)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/12/16/20/2142615/menko-airlangga-perbaiki-defisit-neraca-dagang-tak-bisa-instan-fCA8T6zLlk.jpg</image><title>Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. (Foto: Okezone.com/Kemenko Perekonomian)</title></images><description>JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat secara bulanan laju impor migas naik tajam sebesar 21,60% menjadi USD2,13 miliar dari USD1,76 miliar di Oktober 2019. Lalu impor di sektor non migas tercatat mengalami kenaikan 1,55% menjadi USD13,21 miliar dari Oktober 2019 sebesar USD13 miliar.
Baca Juga: Neraca Perdagangan Defisit USD1,33 Miliar di November 2019
Merespons hal itu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan bahwa, program yang dilakukan pemerintah untuk mengurangi impor migas meningkatkan lifting plus untuk implemetasi B30 tahun depan.

&quot;Ditambah lagi kita punya program untuk mengurangi BBM dengan produksi B100, termasuk studi dari green avtur dan finalisasi TPPI untuk mengurangi impor petrochemical,&quot; ujar dia, di Hotel Mandarin Oriental Jakarta, Senin (16/12/2019).
Baca Juga: Presiden Jokowi Curhat soal Masalah Neraca Dagang Tak Pernah Beres
Maka itu, lanjut dia, impor migas bisa dikurangi dalam waktu tiga tahun. Di mana target dari Presiden Joko Widodo dalam tiga tahun ini. Neraca perdagangan akan segera diperbaiki.
&quot;Jadi, untuk perbaiki defisit neraca perdagangan kan tidak bisa instan. Apabila menaikkan lifting kan tak bisa instan, kurangi impor juga tak bisa instan,&quot; ungkap dia.Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat laju impor pada  November 2019 mencapai USD15,34 miliar. Realisasi ini mengalami  penurunan sebesar 9,24% dibandingkan dengan November 2018 yang sebesar  USD16,90 miliar.
Namun bila dibandingkan dengan Oktober 2019 terjadi peningkatan impor  3,94%. Pada bulan sebelumnya, realisasi impor tercatat mencapai  USD14,76 miliar.
&quot;Jika dibandingkan dengan 2018 memang mengalami penurunan, tapi  secara bulanan mengalami peningkatan impor baik didorong migas maupun  non migas,&quot; ujar Kepala BPS Suhariyanto.</description><content:encoded>JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat secara bulanan laju impor migas naik tajam sebesar 21,60% menjadi USD2,13 miliar dari USD1,76 miliar di Oktober 2019. Lalu impor di sektor non migas tercatat mengalami kenaikan 1,55% menjadi USD13,21 miliar dari Oktober 2019 sebesar USD13 miliar.
Baca Juga: Neraca Perdagangan Defisit USD1,33 Miliar di November 2019
Merespons hal itu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan bahwa, program yang dilakukan pemerintah untuk mengurangi impor migas meningkatkan lifting plus untuk implemetasi B30 tahun depan.

&quot;Ditambah lagi kita punya program untuk mengurangi BBM dengan produksi B100, termasuk studi dari green avtur dan finalisasi TPPI untuk mengurangi impor petrochemical,&quot; ujar dia, di Hotel Mandarin Oriental Jakarta, Senin (16/12/2019).
Baca Juga: Presiden Jokowi Curhat soal Masalah Neraca Dagang Tak Pernah Beres
Maka itu, lanjut dia, impor migas bisa dikurangi dalam waktu tiga tahun. Di mana target dari Presiden Joko Widodo dalam tiga tahun ini. Neraca perdagangan akan segera diperbaiki.
&quot;Jadi, untuk perbaiki defisit neraca perdagangan kan tidak bisa instan. Apabila menaikkan lifting kan tak bisa instan, kurangi impor juga tak bisa instan,&quot; ungkap dia.Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat laju impor pada  November 2019 mencapai USD15,34 miliar. Realisasi ini mengalami  penurunan sebesar 9,24% dibandingkan dengan November 2018 yang sebesar  USD16,90 miliar.
Namun bila dibandingkan dengan Oktober 2019 terjadi peningkatan impor  3,94%. Pada bulan sebelumnya, realisasi impor tercatat mencapai  USD14,76 miliar.
&quot;Jika dibandingkan dengan 2018 memang mengalami penurunan, tapi  secara bulanan mengalami peningkatan impor baik didorong migas maupun  non migas,&quot; ujar Kepala BPS Suhariyanto.</content:encoded></item></channel></rss>
