<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Jokowi: Sesakit Apapun Kita Tahan demi Infrastruktur</title><description>Presiden Joko Widodo menegaskan pemerintah akan terus melanjutkan pembangunan infrastruktur.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/12/16/320/2142466/jokowi-sesakit-apapun-kita-tahan-demi-infrastruktur</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/12/16/320/2142466/jokowi-sesakit-apapun-kita-tahan-demi-infrastruktur"/><item><title>Jokowi: Sesakit Apapun Kita Tahan demi Infrastruktur</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/12/16/320/2142466/jokowi-sesakit-apapun-kita-tahan-demi-infrastruktur</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/12/16/320/2142466/jokowi-sesakit-apapun-kita-tahan-demi-infrastruktur</guid><pubDate>Senin 16 Desember 2019 14:46 WIB</pubDate><dc:creator>Irene</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/12/16/320/2142466/jokowi-sesakit-apapun-kita-tahan-demi-infrastruktur-NHaSazmIxF.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Jokowi soal Proyek Infrastruktur (Foto: Setkab)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/12/16/320/2142466/jokowi-sesakit-apapun-kita-tahan-demi-infrastruktur-NHaSazmIxF.jpg</image><title>Jokowi soal Proyek Infrastruktur (Foto: Setkab)</title></images><description>JAKARTA - Presiden Joko Widodo menegaskan pemerintah akan terus melanjutkan pembangunan infrastruktur guna memperkokoh pondasi dalam berkompetisi dan bersaing dengan negara-negara lain. Penghubungan infrastruktur dengan kawasan sektor juga menjadi pembahasan serius dalam agenda ini.
Baca Juga: Jokowi: Mantan Bos Bank Dunia Lirik Investasi Tol hingga Bandara di RI
Hal ini dikatakan Jokowi dalam Pembukaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional (Musrenbangnas) Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024 yang dilaksanakan di Istana Negara, Jakarta hari ini.

Presiden mengimbau pemerintah untuk terus berusaha merampungkan pembangunan infrastruktur walau sesulit apapun. Selain itu, Presiden mengutarakan keinginannya untuk infrastruktur dapat disambungkan dengan berbagai sektor kawasan.

&amp;ldquo;Sesakit apapun harus berani kita tahan, agar yang namanya pembangunan infrastruktur itu betul-betul rampung dan selesai. Artinya, kelanjutan pembangunan infrastruktur tetap kita laksanakan,&amp;rdquo; kata Presiden Jokowi, seperti dilansir setkab, Jakarta, Senin (16/12/2019)
Baca Juga: Ketersediaan Infrastruktur Penyebab Performa dan Biaya Logistik Mahal
Presiden yang didampingi Wakil Presiden KH. Ma'ruf Amin, dalam kesempatannya mengungkapkan ingin agar infrastruktur yang telah ada, dapat disambungkan kepada kawasan-kawasan industri, kepada kawasan produksi pertanian, kawasan produksi perikanan, dan kawasan wisata yang ada di setiap provinsi di setiap daerah. Beliau memberi contoh seperti tol yang disambungkan ke kawasan pertanian, kemudian Pemerintah Daerah (Pemda) yang terdiri dari Pemerintah provinsi (Pemprov), Pemerintah kabupaten (Pemkab), dan Pemerintah kota (Pemkot) dilibatkan dalam penyambungan ini.
Presiden dalam kesempatannya juga meminta agar penyambungan airport  yang telah atau akan dibangun dengan kawasan-kawasan wisata segera  dilaksanakan. Presiden memberi contoh seperti Labuan Bajo, Manado,  Jogya, Mandalika, Danau Toba, dan Borobudur.

&amp;ldquo;Setelah ini selesai, tugasnya Menteri Pariwisata untuk promosi besar-besaran,&amp;rdquo; jelas Presiden.

Penghubungan infrastruktur dan kawasan sektor ini disebut Presiden  agar adanya kecepatan yang terjadi dalam kawasan yang dilibatkan itu.  Kemudian melansir Kementerian PUPR, menurut Presiden Kemenhub akan  melanjutkan untuk membangun Bangka Belitung, Wakatobi, Bromo, Raja  Ampat, dan Morotai.

Terkait swasta, Presiden menekankan agar keterlibatan pihak  non-pemerintah ini terus diperhitungkan. Menurut Presiden, dalam  pembangunan infrastruktur termasuk pembangkit listrik, swasta harus  terlebih dahulu diutamakan. Jika swasta tidak berminat terlibat karena  Internal Rate of Return (IRR) yang rendah, barulah BUMN boleh masuk.

&amp;ldquo;Karena IRR rendah itu BUMN itu bisa masuk dengan disuntik oleh yang  namanya PMN, Penanaman Modal dari Negara. Kalau BUMN juga sudah angkat  tangan tidak mau, angkat tangan, baru pemerintahlah yang ketiga masuk.  Supaya tidak menekan fiskal kita, tidak menekan APBN kita,&amp;rdquo; terang  Presiden.

Presiden menegaskan untuk jangan sampai adanya terjadi pemberian izin  yang lelet kepada swasta. Pemberian izin ini meliputi misalnya  pembangunan pelabuhan, airport, dan jalan. &amp;ldquo;Ini kesalahan besar.  Kesalahan besar ini. Apalagi pembangunan industri, apalagi industrinya  berorientasi ekspor,&amp;rdquo; ujarnya.

Pembukaan Musrenbangnas ini dihadiri antara lain oleh Ketua DPR Puan  Maharani, Ketua MPR Bambang Soesatyo, Menteri PPN/Kepala Bappenas  Suharso Monoarfa, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Mendagri Tito  Karnavian, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya,  Menkominfo Johny G. Plate, para gubernur, para bupati, dan para walikota  seluruh Indonesia.

</description><content:encoded>JAKARTA - Presiden Joko Widodo menegaskan pemerintah akan terus melanjutkan pembangunan infrastruktur guna memperkokoh pondasi dalam berkompetisi dan bersaing dengan negara-negara lain. Penghubungan infrastruktur dengan kawasan sektor juga menjadi pembahasan serius dalam agenda ini.
Baca Juga: Jokowi: Mantan Bos Bank Dunia Lirik Investasi Tol hingga Bandara di RI
Hal ini dikatakan Jokowi dalam Pembukaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional (Musrenbangnas) Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024 yang dilaksanakan di Istana Negara, Jakarta hari ini.

Presiden mengimbau pemerintah untuk terus berusaha merampungkan pembangunan infrastruktur walau sesulit apapun. Selain itu, Presiden mengutarakan keinginannya untuk infrastruktur dapat disambungkan dengan berbagai sektor kawasan.

&amp;ldquo;Sesakit apapun harus berani kita tahan, agar yang namanya pembangunan infrastruktur itu betul-betul rampung dan selesai. Artinya, kelanjutan pembangunan infrastruktur tetap kita laksanakan,&amp;rdquo; kata Presiden Jokowi, seperti dilansir setkab, Jakarta, Senin (16/12/2019)
Baca Juga: Ketersediaan Infrastruktur Penyebab Performa dan Biaya Logistik Mahal
Presiden yang didampingi Wakil Presiden KH. Ma'ruf Amin, dalam kesempatannya mengungkapkan ingin agar infrastruktur yang telah ada, dapat disambungkan kepada kawasan-kawasan industri, kepada kawasan produksi pertanian, kawasan produksi perikanan, dan kawasan wisata yang ada di setiap provinsi di setiap daerah. Beliau memberi contoh seperti tol yang disambungkan ke kawasan pertanian, kemudian Pemerintah Daerah (Pemda) yang terdiri dari Pemerintah provinsi (Pemprov), Pemerintah kabupaten (Pemkab), dan Pemerintah kota (Pemkot) dilibatkan dalam penyambungan ini.
Presiden dalam kesempatannya juga meminta agar penyambungan airport  yang telah atau akan dibangun dengan kawasan-kawasan wisata segera  dilaksanakan. Presiden memberi contoh seperti Labuan Bajo, Manado,  Jogya, Mandalika, Danau Toba, dan Borobudur.

&amp;ldquo;Setelah ini selesai, tugasnya Menteri Pariwisata untuk promosi besar-besaran,&amp;rdquo; jelas Presiden.

Penghubungan infrastruktur dan kawasan sektor ini disebut Presiden  agar adanya kecepatan yang terjadi dalam kawasan yang dilibatkan itu.  Kemudian melansir Kementerian PUPR, menurut Presiden Kemenhub akan  melanjutkan untuk membangun Bangka Belitung, Wakatobi, Bromo, Raja  Ampat, dan Morotai.

Terkait swasta, Presiden menekankan agar keterlibatan pihak  non-pemerintah ini terus diperhitungkan. Menurut Presiden, dalam  pembangunan infrastruktur termasuk pembangkit listrik, swasta harus  terlebih dahulu diutamakan. Jika swasta tidak berminat terlibat karena  Internal Rate of Return (IRR) yang rendah, barulah BUMN boleh masuk.

&amp;ldquo;Karena IRR rendah itu BUMN itu bisa masuk dengan disuntik oleh yang  namanya PMN, Penanaman Modal dari Negara. Kalau BUMN juga sudah angkat  tangan tidak mau, angkat tangan, baru pemerintahlah yang ketiga masuk.  Supaya tidak menekan fiskal kita, tidak menekan APBN kita,&amp;rdquo; terang  Presiden.

Presiden menegaskan untuk jangan sampai adanya terjadi pemberian izin  yang lelet kepada swasta. Pemberian izin ini meliputi misalnya  pembangunan pelabuhan, airport, dan jalan. &amp;ldquo;Ini kesalahan besar.  Kesalahan besar ini. Apalagi pembangunan industri, apalagi industrinya  berorientasi ekspor,&amp;rdquo; ujarnya.

Pembukaan Musrenbangnas ini dihadiri antara lain oleh Ketua DPR Puan  Maharani, Ketua MPR Bambang Soesatyo, Menteri PPN/Kepala Bappenas  Suharso Monoarfa, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Mendagri Tito  Karnavian, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya,  Menkominfo Johny G. Plate, para gubernur, para bupati, dan para walikota  seluruh Indonesia.

</content:encoded></item></channel></rss>
