<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Transaksi Ekonomi Digital RI Diprediksi Tembus Rp551 Triliun Tahun Ini</title><description>Google menyatakan Indonesia pertumbuhan yang cepat dan maju dibandingkan negara-negara Asia Tenggara lainnya</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/12/16/320/2142467/transaksi-ekonomi-digital-ri-diprediksi-tembus-rp551-triliun-tahun-ini</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/12/16/320/2142467/transaksi-ekonomi-digital-ri-diprediksi-tembus-rp551-triliun-tahun-ini"/><item><title>Transaksi Ekonomi Digital RI Diprediksi Tembus Rp551 Triliun Tahun Ini</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/12/16/320/2142467/transaksi-ekonomi-digital-ri-diprediksi-tembus-rp551-triliun-tahun-ini</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/12/16/320/2142467/transaksi-ekonomi-digital-ri-diprediksi-tembus-rp551-triliun-tahun-ini</guid><pubDate>Senin 16 Desember 2019 14:47 WIB</pubDate><dc:creator>Fabbiola Irawan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/12/16/320/2142467/transaksi-ekonomi-digital-ri-diprediksi-tembus-rp551-triliun-tahun-ini-NgDUCQESh4.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ekonomi Digital. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/12/16/320/2142467/transaksi-ekonomi-digital-ri-diprediksi-tembus-rp551-triliun-tahun-ini-NgDUCQESh4.jpg</image><title>Ekonomi Digital. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Perkembangan teknologi di era digitalisasi telah mengubah perilaku konsumen secara drastis dalam beberapa tahun terakhir. Dengan mudahnya, masyarakat membeli makanan, pakaian hingga kebutuhan sehari-hari hanya melalui gawai.
Riset yang dilakukan oleh Google menyatakan Indonesia  pertumbuhan yang cepat dan maju dibandingkan negara-negara Asia Tenggara lainnya dalam hal ekonomi internet. Laporan &amp;ldquo;Year in Seach Indonesia&amp;rdquo; oleh Google, ekonomi digital Indonesia saat ini mencapai USD40 miliar atau Rp551 triliun (kurs Rp13.798 per USD) pada 2019.
Baca Juga: Cerita Perubahan Teknologi Singgung Nokia, Mantan Menaker: Inovasi atau Mati
Angka itu pun diperkirakan akan berlipat tiga kali hingga di mana ekonomi digital Indonesia akan mencapai USD130 miliar atau Rp1.793 triliun pada 2025.
Menurut Google, terdapat 5 faktor yang mendukung majunya ekonomi internet di Indonesia. Berikut faktor-faktornya:
1. E-commerce
Menurut Google, pasar e-commerce di Indonesia dipatok mencapai angka USD20,9 miliar atau Rp288 triliun. Pasar e-commerce Indonesia bahkan ditargetkan tumbuh menjadi USD82 miliar atau Rp1.131 triliun pada tahun 2025 mendatang. Tak hanya itu, Google menyatakan adanya peningkatan 2,1 kali lipat mengenai permintaan terkait dengan e-commerce.

Google mencatat, peningkatan pencarian mengenai sektor kecantikan naik 80%, sektor mobil mencapai 82%, dan 90% untuk perjalanan.
2. Media Daring
Untuk media daring sendiri diperkirakan akan melampaui USD9 miliar atau Rp124 triliun pada tahun 2025 dari pencapaian tahun ini sebesar USD3,5 miliar atau Rp48 triliun.
Baca Juga: Bisnis Ini Bakal Booming di Era Transformasi Digital
&amp;ldquo;Berita dan games adalah dua hal yang paling dicari sehingga mendorong pertumbuhan media (daring) dan hiburan di Indonesia,&amp;rdquo; ungkap Google dalam laporannya, seperti dilansir Entrepreneur, Senin (16/12/2019).
3. Jasa Transportasi
Pasar jasa transportasi di Indonesia diperkirakan akan tumbuh tiga kali lipat menjadi USD18 miliar atau Rp248 miliar pada 2025 mendatang.
Google mengungkapkan dalam risetnya, pertumbuhan pencarian mengenai voucher naik pesawat, voucher ojek online, dan voucher taksi online meningkat 1,5 kali selama tahun ini.4. Perjalanan Online
Saat ini pertumbuhan ekonomi Indonesia karena sektor ini mencapai  USD10,2 miliar atau Rp140 triliun dan diperkirakan tumbuh 2,5 kali lipat  hingga USD25 miliar atau Rp344 triliun pada 2025.
Indonesia dinilai telah menjadi pasar perjalanan daring terbesar dan  tercepat perkembangannya di Asia Tenggara. Indonesia bahkan mencatat  pertumbuhannya menjadi 39% dalam 18 bulan terakhir.
5. Transaksi Digital
Google juga menemukan dalam risetnya bahwa transaksi digital dan uang elektronik menjadi pilihan yang lebih nyaman dan praktis.
Bahkan pencarian untuk &amp;ldquo;dompet digital&amp;rdquo; telah mengalami pertumbuhan  2,7 kali lipat selama 2019. Transaksi digital di Indonesia juga mencatat  pertumbuhan transaksi digital karena adanya penawaran berupa promosi  dan diskon.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Perkembangan teknologi di era digitalisasi telah mengubah perilaku konsumen secara drastis dalam beberapa tahun terakhir. Dengan mudahnya, masyarakat membeli makanan, pakaian hingga kebutuhan sehari-hari hanya melalui gawai.
Riset yang dilakukan oleh Google menyatakan Indonesia  pertumbuhan yang cepat dan maju dibandingkan negara-negara Asia Tenggara lainnya dalam hal ekonomi internet. Laporan &amp;ldquo;Year in Seach Indonesia&amp;rdquo; oleh Google, ekonomi digital Indonesia saat ini mencapai USD40 miliar atau Rp551 triliun (kurs Rp13.798 per USD) pada 2019.
Baca Juga: Cerita Perubahan Teknologi Singgung Nokia, Mantan Menaker: Inovasi atau Mati
Angka itu pun diperkirakan akan berlipat tiga kali hingga di mana ekonomi digital Indonesia akan mencapai USD130 miliar atau Rp1.793 triliun pada 2025.
Menurut Google, terdapat 5 faktor yang mendukung majunya ekonomi internet di Indonesia. Berikut faktor-faktornya:
1. E-commerce
Menurut Google, pasar e-commerce di Indonesia dipatok mencapai angka USD20,9 miliar atau Rp288 triliun. Pasar e-commerce Indonesia bahkan ditargetkan tumbuh menjadi USD82 miliar atau Rp1.131 triliun pada tahun 2025 mendatang. Tak hanya itu, Google menyatakan adanya peningkatan 2,1 kali lipat mengenai permintaan terkait dengan e-commerce.

Google mencatat, peningkatan pencarian mengenai sektor kecantikan naik 80%, sektor mobil mencapai 82%, dan 90% untuk perjalanan.
2. Media Daring
Untuk media daring sendiri diperkirakan akan melampaui USD9 miliar atau Rp124 triliun pada tahun 2025 dari pencapaian tahun ini sebesar USD3,5 miliar atau Rp48 triliun.
Baca Juga: Bisnis Ini Bakal Booming di Era Transformasi Digital
&amp;ldquo;Berita dan games adalah dua hal yang paling dicari sehingga mendorong pertumbuhan media (daring) dan hiburan di Indonesia,&amp;rdquo; ungkap Google dalam laporannya, seperti dilansir Entrepreneur, Senin (16/12/2019).
3. Jasa Transportasi
Pasar jasa transportasi di Indonesia diperkirakan akan tumbuh tiga kali lipat menjadi USD18 miliar atau Rp248 miliar pada 2025 mendatang.
Google mengungkapkan dalam risetnya, pertumbuhan pencarian mengenai voucher naik pesawat, voucher ojek online, dan voucher taksi online meningkat 1,5 kali selama tahun ini.4. Perjalanan Online
Saat ini pertumbuhan ekonomi Indonesia karena sektor ini mencapai  USD10,2 miliar atau Rp140 triliun dan diperkirakan tumbuh 2,5 kali lipat  hingga USD25 miliar atau Rp344 triliun pada 2025.
Indonesia dinilai telah menjadi pasar perjalanan daring terbesar dan  tercepat perkembangannya di Asia Tenggara. Indonesia bahkan mencatat  pertumbuhannya menjadi 39% dalam 18 bulan terakhir.
5. Transaksi Digital
Google juga menemukan dalam risetnya bahwa transaksi digital dan uang elektronik menjadi pilihan yang lebih nyaman dan praktis.
Bahkan pencarian untuk &amp;ldquo;dompet digital&amp;rdquo; telah mengalami pertumbuhan  2,7 kali lipat selama 2019. Transaksi digital di Indonesia juga mencatat  pertumbuhan transaksi digital karena adanya penawaran berupa promosi  dan diskon.</content:encoded></item></channel></rss>
