<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>   Demi Ibu Kota Baru, SDM Konstruksi RI Belajar dari Korea</title><description>Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus mendorong peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/12/16/470/2142359/demi-ibu-kota-baru-sdm-konstruksi-ri-belajar-dari-korea</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/12/16/470/2142359/demi-ibu-kota-baru-sdm-konstruksi-ri-belajar-dari-korea"/><item><title>   Demi Ibu Kota Baru, SDM Konstruksi RI Belajar dari Korea</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/12/16/470/2142359/demi-ibu-kota-baru-sdm-konstruksi-ri-belajar-dari-korea</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/12/16/470/2142359/demi-ibu-kota-baru-sdm-konstruksi-ri-belajar-dari-korea</guid><pubDate>Senin 16 Desember 2019 11:26 WIB</pubDate><dc:creator>Giri Hartomo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/12/16/470/2142359/demi-ibu-kota-baru-sdm-konstruksi-ri-belajar-dari-korea-uXO3WLpCIB.jpg" expression="full" type="image/jpeg">SDM Konstruksi RI (Foto: Okezone.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/12/16/470/2142359/demi-ibu-kota-baru-sdm-konstruksi-ri-belajar-dari-korea-uXO3WLpCIB.jpg</image><title>SDM Konstruksi RI (Foto: Okezone.com)</title></images><description>JAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus mendorong peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di bidang konstruksi melalui program manajemen konstruksi. Apalagi pemerintah tengah merencanakan pemindahan ibu kota dari Jakarta menuju Kalimantan Timur.
Baca Juga: Ibu Kota Baru Punya Jalan Tol Balsam, Ini Update Perkembangannya
Direktur Jenderal Bina Konstruksi Syarif Burhanuddin mengatakan, kualitas SDM sangat krusial perannya terhadap pembangunan ibu kota baru. Apalagi, ibu kota baru ini memiliki konsep modern yang ramah lingkungan.

&quot;Kita berharap (SDM di bidang konstruksi) bisa lebih baik lagi terhadap infrastruktur. Pembangunan ibu kota negara dituntut tenaga yang besar dan ini membutuhkan SDM yang berkualitas,&quot; ujarnya di Auditorium Kementerian PUPR, Jakarta, Senin (16/12/2019).

Oleh karena itu lanjut Syarif, pihaknya menyambut baik kerjasama antara Construction Management Association of Korea (CMAK) dan Ikatan Ahli Manajemen Proyek Indonesia (IAMPI). Sebab lewat kerjasama IAMPI dengan CMAK telah bekerja sama menyusun standar operasi dan prosedur manajemen proyek konstruksi untuk meningkatkan kompetensi dan pengetahuan tenaga ahli manajemen proyek konstruksi di Indonesia.
Baca Juga: Ada Ibu Kota Baru, 8 Bendungan Siap Pasok Kebutuhan Air
Manajemen proyek konstruksi berperan penting dalam pembangunan infrastruktur, karena merupakan upaya untuk menghasilkan produk infrastruktur yang berkualitas serta proses konstruksi yang efektif dan efisien.

&quot;Kedua mengapa dengan CMAK ? Karena kita sudah dipayungi oleh MoU. Sudah dipayungi Indonesia dan Korea bahkan tindak lanjutnya sudah beberapa kali,&quot; katanya.
&amp;nbsp;Menurut Syarif, kerjasama ini juga sangat penting dalam menghadapi  tantangan industri konstruksi ke depan. Menurut Syarif, saat ini  penerapan manajemen konstruksi dan pengawasan konstruksi masih memiliki  permasalahan, terutama terkait lingkup tugas, tanggung jawab, dan  kewenangannya. Selain itu, permasalahan terkait remunerasi juga perlu  mendapat perhatian kita semua.

Permasalahan tersebut, berdampak pada pelaksanaan pengendalian dan  pengawasan pekerjaan konstruksi, yang secara otomatis akan mempengaruhi  kualitas proses dan hasil pekerjaan konstruksi serta penerapan  keselamatan konstruksi. Kondisi ini menimbulkan dampak keterlambatan  waktu, tidak terpenuhinya spesifikasi teknis serta beberapa insiden  kecelakaan konstruksi yang kita ketahui bersama belakangan ini.

Berdasarkan analisis Tim Komite Keselamatan Konstruksi, salah satu  penyebabnya adalah lemahnya manajemen konstruksi di lapangan. Lebih  jauh, lemahnya pengendalian dan pengawasan juga dapat berdampak pada  terjadinya kegagalan bangunan.
Maka dari itu ketersediaan, kompetensi  serta peran aktif personil  Manajemen Konstruksi dan Pengawasan  Konstruksi menjadi salah satu  faktor penentu kesuksesan pembangunan  infrastruktur.kerjasama ini terus  erlangsung

&quot;Pada hari ini mengapa ada seminar tantangan ke depan jauh lebih   besar dibandingkan yang sudah dilewati. Yang dilewati saja ada perubahan   perubahan,&quot; katanya.

Syarif juga berharap agar kerjasama ini bisa berjalan secara   berkelanjutan. Misalnya dengan memberikan pelatihan tenaga konstruksi di   dalam negeri mengingat selama ini pelatihan dilakukan dengan mengirim   tenaga konstruksi ke negeri gingseng.

&quot;Kita berharap kerjasama ini tidak hanya di Korea tapi diperluas bisa melakukan pelatihan di Indonesia,&quot; ucapnya.
</description><content:encoded>JAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus mendorong peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di bidang konstruksi melalui program manajemen konstruksi. Apalagi pemerintah tengah merencanakan pemindahan ibu kota dari Jakarta menuju Kalimantan Timur.
Baca Juga: Ibu Kota Baru Punya Jalan Tol Balsam, Ini Update Perkembangannya
Direktur Jenderal Bina Konstruksi Syarif Burhanuddin mengatakan, kualitas SDM sangat krusial perannya terhadap pembangunan ibu kota baru. Apalagi, ibu kota baru ini memiliki konsep modern yang ramah lingkungan.

&quot;Kita berharap (SDM di bidang konstruksi) bisa lebih baik lagi terhadap infrastruktur. Pembangunan ibu kota negara dituntut tenaga yang besar dan ini membutuhkan SDM yang berkualitas,&quot; ujarnya di Auditorium Kementerian PUPR, Jakarta, Senin (16/12/2019).

Oleh karena itu lanjut Syarif, pihaknya menyambut baik kerjasama antara Construction Management Association of Korea (CMAK) dan Ikatan Ahli Manajemen Proyek Indonesia (IAMPI). Sebab lewat kerjasama IAMPI dengan CMAK telah bekerja sama menyusun standar operasi dan prosedur manajemen proyek konstruksi untuk meningkatkan kompetensi dan pengetahuan tenaga ahli manajemen proyek konstruksi di Indonesia.
Baca Juga: Ada Ibu Kota Baru, 8 Bendungan Siap Pasok Kebutuhan Air
Manajemen proyek konstruksi berperan penting dalam pembangunan infrastruktur, karena merupakan upaya untuk menghasilkan produk infrastruktur yang berkualitas serta proses konstruksi yang efektif dan efisien.

&quot;Kedua mengapa dengan CMAK ? Karena kita sudah dipayungi oleh MoU. Sudah dipayungi Indonesia dan Korea bahkan tindak lanjutnya sudah beberapa kali,&quot; katanya.
&amp;nbsp;Menurut Syarif, kerjasama ini juga sangat penting dalam menghadapi  tantangan industri konstruksi ke depan. Menurut Syarif, saat ini  penerapan manajemen konstruksi dan pengawasan konstruksi masih memiliki  permasalahan, terutama terkait lingkup tugas, tanggung jawab, dan  kewenangannya. Selain itu, permasalahan terkait remunerasi juga perlu  mendapat perhatian kita semua.

Permasalahan tersebut, berdampak pada pelaksanaan pengendalian dan  pengawasan pekerjaan konstruksi, yang secara otomatis akan mempengaruhi  kualitas proses dan hasil pekerjaan konstruksi serta penerapan  keselamatan konstruksi. Kondisi ini menimbulkan dampak keterlambatan  waktu, tidak terpenuhinya spesifikasi teknis serta beberapa insiden  kecelakaan konstruksi yang kita ketahui bersama belakangan ini.

Berdasarkan analisis Tim Komite Keselamatan Konstruksi, salah satu  penyebabnya adalah lemahnya manajemen konstruksi di lapangan. Lebih  jauh, lemahnya pengendalian dan pengawasan juga dapat berdampak pada  terjadinya kegagalan bangunan.
Maka dari itu ketersediaan, kompetensi  serta peran aktif personil  Manajemen Konstruksi dan Pengawasan  Konstruksi menjadi salah satu  faktor penentu kesuksesan pembangunan  infrastruktur.kerjasama ini terus  erlangsung

&quot;Pada hari ini mengapa ada seminar tantangan ke depan jauh lebih   besar dibandingkan yang sudah dilewati. Yang dilewati saja ada perubahan   perubahan,&quot; katanya.

Syarif juga berharap agar kerjasama ini bisa berjalan secara   berkelanjutan. Misalnya dengan memberikan pelatihan tenaga konstruksi di   dalam negeri mengingat selama ini pelatihan dilakukan dengan mengirim   tenaga konstruksi ke negeri gingseng.

&quot;Kita berharap kerjasama ini tidak hanya di Korea tapi diperluas bisa melakukan pelatihan di Indonesia,&quot; ucapnya.
</content:encoded></item></channel></rss>
