<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Di Depan Bos Emiten, Wapres Ma'ruf Sebut Kualitas SDM RI Rendah hingga Kemiskinan Tinggi</title><description>Ma'ruf Amin mengatakan bahwa selama lima tahun terakhir pertumbuhan ekonomi Indonesia relatif stabil berada di atas level 5%.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/12/17/278/2142888/di-depan-bos-emiten-wapres-ma-ruf-sebut-kualitas-sdm-ri-rendah-hingga-kemiskinan-tinggi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/12/17/278/2142888/di-depan-bos-emiten-wapres-ma-ruf-sebut-kualitas-sdm-ri-rendah-hingga-kemiskinan-tinggi"/><item><title>Di Depan Bos Emiten, Wapres Ma'ruf Sebut Kualitas SDM RI Rendah hingga Kemiskinan Tinggi</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/12/17/278/2142888/di-depan-bos-emiten-wapres-ma-ruf-sebut-kualitas-sdm-ri-rendah-hingga-kemiskinan-tinggi</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/12/17/278/2142888/di-depan-bos-emiten-wapres-ma-ruf-sebut-kualitas-sdm-ri-rendah-hingga-kemiskinan-tinggi</guid><pubDate>Selasa 17 Desember 2019 12:42 WIB</pubDate><dc:creator>Taufik Fajar</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/12/17/278/2142888/di-depan-bos-emiten-wapres-ma-ruf-sebut-kualitas-sdm-ri-rendah-hingga-kemiskinan-tinggi-8Wuw0CE3vV.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Jokowi dan Maruf Amin (Foto: Setkab)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/12/17/278/2142888/di-depan-bos-emiten-wapres-ma-ruf-sebut-kualitas-sdm-ri-rendah-hingga-kemiskinan-tinggi-8Wuw0CE3vV.jpg</image><title>Jokowi dan Maruf Amin (Foto: Setkab)</title></images><description>JAKARTA - Wakil Presiden (Wapres) Ma'ruf Amin mengatakan bahwa selama lima tahun terakhir pertumbuhan ekonomi Indonesia relatif stabil berada di atas level 5%. Angka itu masih di atas pertumbuhan ekonomi global yang telah direvisi oleh IMF, yakni sebesar 3%.

&quot;Untuk 2020, pemerintah tetapkan target dan proyeksi pertumbuhan ekonomi nasional 5,3%. Itu sinyal positif dan peluang bagi perkembangan dunia usaha,&quot; ujar Ma'ruf saat menghadiri acara HUT ke-31 Asosiasi Emiten Indonesia (AEI), di Main Hall Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (17/12/2019).
Baca Juga: Wapres Ma'ruf Amin: Ekonomi Syariah RI Tertinggal Jauh dari Brasil dan Australia
Ma'ruf menjelaskan bahwa beberapa tantangan yang dihadapi saat ini dalam dinamika perekonomian Indonesia. Di antaranya yakni laju perekonomian dalam negeri yang cenderung melambat akibat kondisi perekonomian global yang tidak pasti.

&quot;Seperti perang dagang antara Amerika Serikat dengan China yang berkepanjangan serta risiko geopolitik,&quot; ungkap dia.
&amp;nbsp;Baca Juga: Wapres Ma'ruf Amin Soroti Ketimpangan Pembangunan Ekonomi
Kemudian, lanjut dia kualitas sumber daya manusia (SDM), yang  kualitas masih terbilang masih rendah. Data World Bank terkait indikator  kualitas SDM sebuah negara menunjukkan bahwa Indonesia termasuk lower  middle income dan tertinggal dibanding Singapura, Korea Selatan dan  Jepang.

Menurutnya, masih tingginya angka kemiskinan, ketimpangan dan  pengangguran di Indonesia dan juga terdapat masih tergantungnya terhadap  impor dan tantangan terkini dalam teknologi digital dan industri 4.0.

&quot;Supaya ekonomi Indonesia optimal, motor penggerak perekonomian. Di  antarannya investasi, konsumsi dan peningkatan ekspor. Di mana   pemerintah melakukan serangkaian program untuk ciptakan iklim kondusif  dengan peyederhanaan regulasi omnibus law birokrasi dan cipta lapangan  kerja,&quot; pungkas dia.

Kegiatan tersebut juga dihadiri oleh Menteri Koordinator bidang  Perekonomian Airlangga Hartarto, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia  (BEI), Inarno Djajadi, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK Hoesen  dan Ketua Asosiasi Emiten Indonesia (AEI) Franciscus Welirang.
</description><content:encoded>JAKARTA - Wakil Presiden (Wapres) Ma'ruf Amin mengatakan bahwa selama lima tahun terakhir pertumbuhan ekonomi Indonesia relatif stabil berada di atas level 5%. Angka itu masih di atas pertumbuhan ekonomi global yang telah direvisi oleh IMF, yakni sebesar 3%.

&quot;Untuk 2020, pemerintah tetapkan target dan proyeksi pertumbuhan ekonomi nasional 5,3%. Itu sinyal positif dan peluang bagi perkembangan dunia usaha,&quot; ujar Ma'ruf saat menghadiri acara HUT ke-31 Asosiasi Emiten Indonesia (AEI), di Main Hall Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (17/12/2019).
Baca Juga: Wapres Ma'ruf Amin: Ekonomi Syariah RI Tertinggal Jauh dari Brasil dan Australia
Ma'ruf menjelaskan bahwa beberapa tantangan yang dihadapi saat ini dalam dinamika perekonomian Indonesia. Di antaranya yakni laju perekonomian dalam negeri yang cenderung melambat akibat kondisi perekonomian global yang tidak pasti.

&quot;Seperti perang dagang antara Amerika Serikat dengan China yang berkepanjangan serta risiko geopolitik,&quot; ungkap dia.
&amp;nbsp;Baca Juga: Wapres Ma'ruf Amin Soroti Ketimpangan Pembangunan Ekonomi
Kemudian, lanjut dia kualitas sumber daya manusia (SDM), yang  kualitas masih terbilang masih rendah. Data World Bank terkait indikator  kualitas SDM sebuah negara menunjukkan bahwa Indonesia termasuk lower  middle income dan tertinggal dibanding Singapura, Korea Selatan dan  Jepang.

Menurutnya, masih tingginya angka kemiskinan, ketimpangan dan  pengangguran di Indonesia dan juga terdapat masih tergantungnya terhadap  impor dan tantangan terkini dalam teknologi digital dan industri 4.0.

&quot;Supaya ekonomi Indonesia optimal, motor penggerak perekonomian. Di  antarannya investasi, konsumsi dan peningkatan ekspor. Di mana   pemerintah melakukan serangkaian program untuk ciptakan iklim kondusif  dengan peyederhanaan regulasi omnibus law birokrasi dan cipta lapangan  kerja,&quot; pungkas dia.

Kegiatan tersebut juga dihadiri oleh Menteri Koordinator bidang  Perekonomian Airlangga Hartarto, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia  (BEI), Inarno Djajadi, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK Hoesen  dan Ketua Asosiasi Emiten Indonesia (AEI) Franciscus Welirang.
</content:encoded></item></channel></rss>
