<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>FamilyMart Ajak Generasi Muda Kurangi Plastik</title><description>Perusahaan waralaba toko ritel (convenience store) PT Fajar Mitra Indah  alias Family Mart, mengkampanyekan pengurangan penggunaan plastik.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/12/17/320/2142988/familymart-ajak-generasi-muda-kurangi-plastik</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/12/17/320/2142988/familymart-ajak-generasi-muda-kurangi-plastik"/><item><title>FamilyMart Ajak Generasi Muda Kurangi Plastik</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/12/17/320/2142988/familymart-ajak-generasi-muda-kurangi-plastik</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/12/17/320/2142988/familymart-ajak-generasi-muda-kurangi-plastik</guid><pubDate>Selasa 17 Desember 2019 15:53 WIB</pubDate><dc:creator>Yohana Artha Uly</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/12/17/320/2142988/familymart-ajak-generasi-muda-kurangi-plastik-aoybhityia.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Kampanye FamilyMart Mengurangi Plastik (Foto: Dok. FamilyMart)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/12/17/320/2142988/familymart-ajak-generasi-muda-kurangi-plastik-aoybhityia.jpeg</image><title>Kampanye FamilyMart Mengurangi Plastik (Foto: Dok. FamilyMart)</title></images><description>JAKARTA - Perusahaan waralaba toko ritel (convenience store) PT Fajar Mitra Indah alias Family Mart, mengkampanyekan pengurangan penggunaan plastik dengan meluncurkan gerakan #Change4Future. Kampanye ini terdiri dari 4 kegiatan yakni Reduce (mengurangi), Reuse (menggunakan kembali), Replace (mengganti), dan Recycle (mendaur ulang).
CEO FamilyMart Indonesia Wirry Tiandra menjelaskan, kampanye yang menyasar kalangan muda tersebut dimulai dengan mengganti sedotan plastik ke sedotan berbahan kertas mulai hari ini, Selasa (17/12/2019). Saat ini Family Mart melayani lebih dari 2 juta cup kopi per bulannya.
Baca Juga: Peduli Lingkungan? Coba Biasakan 5 Hal Ini
 
Maka dengan kampanye tersebut, seluruh pelayanan minuman kopi di 150 gerai milik Family Mart yang tersebar di seluruh Indonesia, tak lagi menggunakan sedotan plastik.
&quot;Jadi dengan mengganti setiap produk plastik menjadi berbahan baku alami, kami harap dapat memberikan dampak yang cukup signifikan terhadap pengurangan plastik,&quot; ujar Wirry dalam konferensi pers di Family Mart Bulungan, Jakarta, Rabu (17/12/2019).

Selain mengganti sedotan berbahan plastik ke kertas, jaringan waralaba convenience store milik Wings Group tersebut juga mengganti sendok dan garpu plastik menjadi sendok garpu (spork) berbahan baku ampas kopi. Serta meluncurkan produk sedotan berbahan stainless, reusable cup (cup pakai ulang), dan reusable bag (tas pakai ulang).
Tak hanya itu, untuk mendorong kampanye tersebut maka terdapat agent #Change4Future disetiap gerai Family Mart. Agent ini bertugas menjelaskan kepada setiap pelanggan mengenai kampanye pengurangan penggunaan plastik.Wirry mengatakan, inisiatif itu menjadikan FamilyMart sebagai  perusahaan retail convenience store pertama di Indonesia yang  memperkenalkan bahan baku berasal dari aIam sebagai pengganti plastik.  Apalagi kopi merupakan produk terlaris di setiap gerai FamilyMart di  Indonesia, sehingga penggunaan sedotan plastik, dan cup, menjadi ikut  tinggi.
&quot;Jadi ini untuk membantu menggugah kepedulian dan mendidik masyarakat  tentang bahaya sampah sedotan plastik bagi Iingkungan,&quot; kata dia.
Baca Juga: MNC Peduli, Doulton dan ADF Wujudkan Pulau Sangiang Bebas Sampah Plastik
 
Senada dengan gerakan peduli lingkungan yang diangkat oleh  FamilyMart, Marischka Prudence, seorang travel blogger dan aktivis  pencinta lingkungan, menyatakan ketertarikannya untuk  memerangi sampah  plastik. Wanita yang hobi traveling ini telah lama memerhatikan dampak  kerusakan lingkungan akibat sampah plastik.
Prue, panggilan akrabnya, mengaku kesal ketika mendapati banyak  sampah di lautan saat dia  menyelam. Oleh sebab itu, dirinya mendukung  kampanye gerakan #Change4Future yang diyakini akan mengedukasi  masyarakat untuk tidak menggunakan plastik lagi.

Dia mengakui, mengedukasi masyarakat soal dampak buruk penggunaan  plastik memang tidak bisa instan. Tapi setidaknya bisa mengurangi  penggunaan sampah terlebih dahulu.
&quot;Upayakan dulu untuk tidak memberi kesempatan menggunakan setiap  produk yang berbahan baku plastik. Gunakan produk yang alami dan  mulailah dari sekarang, dengan demikian secara tidak langsung kita sudah  membantu menjaga bumi dari dampak kerusakan lingkungan,&quot; ujar Prue  dalam kesempatan yang sama. (ADV)</description><content:encoded>JAKARTA - Perusahaan waralaba toko ritel (convenience store) PT Fajar Mitra Indah alias Family Mart, mengkampanyekan pengurangan penggunaan plastik dengan meluncurkan gerakan #Change4Future. Kampanye ini terdiri dari 4 kegiatan yakni Reduce (mengurangi), Reuse (menggunakan kembali), Replace (mengganti), dan Recycle (mendaur ulang).
CEO FamilyMart Indonesia Wirry Tiandra menjelaskan, kampanye yang menyasar kalangan muda tersebut dimulai dengan mengganti sedotan plastik ke sedotan berbahan kertas mulai hari ini, Selasa (17/12/2019). Saat ini Family Mart melayani lebih dari 2 juta cup kopi per bulannya.
Baca Juga: Peduli Lingkungan? Coba Biasakan 5 Hal Ini
 
Maka dengan kampanye tersebut, seluruh pelayanan minuman kopi di 150 gerai milik Family Mart yang tersebar di seluruh Indonesia, tak lagi menggunakan sedotan plastik.
&quot;Jadi dengan mengganti setiap produk plastik menjadi berbahan baku alami, kami harap dapat memberikan dampak yang cukup signifikan terhadap pengurangan plastik,&quot; ujar Wirry dalam konferensi pers di Family Mart Bulungan, Jakarta, Rabu (17/12/2019).

Selain mengganti sedotan berbahan plastik ke kertas, jaringan waralaba convenience store milik Wings Group tersebut juga mengganti sendok dan garpu plastik menjadi sendok garpu (spork) berbahan baku ampas kopi. Serta meluncurkan produk sedotan berbahan stainless, reusable cup (cup pakai ulang), dan reusable bag (tas pakai ulang).
Tak hanya itu, untuk mendorong kampanye tersebut maka terdapat agent #Change4Future disetiap gerai Family Mart. Agent ini bertugas menjelaskan kepada setiap pelanggan mengenai kampanye pengurangan penggunaan plastik.Wirry mengatakan, inisiatif itu menjadikan FamilyMart sebagai  perusahaan retail convenience store pertama di Indonesia yang  memperkenalkan bahan baku berasal dari aIam sebagai pengganti plastik.  Apalagi kopi merupakan produk terlaris di setiap gerai FamilyMart di  Indonesia, sehingga penggunaan sedotan plastik, dan cup, menjadi ikut  tinggi.
&quot;Jadi ini untuk membantu menggugah kepedulian dan mendidik masyarakat  tentang bahaya sampah sedotan plastik bagi Iingkungan,&quot; kata dia.
Baca Juga: MNC Peduli, Doulton dan ADF Wujudkan Pulau Sangiang Bebas Sampah Plastik
 
Senada dengan gerakan peduli lingkungan yang diangkat oleh  FamilyMart, Marischka Prudence, seorang travel blogger dan aktivis  pencinta lingkungan, menyatakan ketertarikannya untuk  memerangi sampah  plastik. Wanita yang hobi traveling ini telah lama memerhatikan dampak  kerusakan lingkungan akibat sampah plastik.
Prue, panggilan akrabnya, mengaku kesal ketika mendapati banyak  sampah di lautan saat dia  menyelam. Oleh sebab itu, dirinya mendukung  kampanye gerakan #Change4Future yang diyakini akan mengedukasi  masyarakat untuk tidak menggunakan plastik lagi.

Dia mengakui, mengedukasi masyarakat soal dampak buruk penggunaan  plastik memang tidak bisa instan. Tapi setidaknya bisa mengurangi  penggunaan sampah terlebih dahulu.
&quot;Upayakan dulu untuk tidak memberi kesempatan menggunakan setiap  produk yang berbahan baku plastik. Gunakan produk yang alami dan  mulailah dari sekarang, dengan demikian secara tidak langsung kita sudah  membantu menjaga bumi dari dampak kerusakan lingkungan,&quot; ujar Prue  dalam kesempatan yang sama. (ADV)</content:encoded></item></channel></rss>
