<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Soal Tol Layang Japek Bergelombang, Menhub: Itu Soal Teknis</title><description>Menteri Perhubungan (Menhub) mengaku sejak awal sudah mengetahui Tol Layang Japek itu bergelombang</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/12/17/320/2143129/soal-tol-layang-japek-bergelombang-menhub-itu-soal-teknis</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/12/17/320/2143129/soal-tol-layang-japek-bergelombang-menhub-itu-soal-teknis"/><item><title>Soal Tol Layang Japek Bergelombang, Menhub: Itu Soal Teknis</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/12/17/320/2143129/soal-tol-layang-japek-bergelombang-menhub-itu-soal-teknis</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/12/17/320/2143129/soal-tol-layang-japek-bergelombang-menhub-itu-soal-teknis</guid><pubDate>Selasa 17 Desember 2019 20:07 WIB</pubDate><dc:creator>Taufik Fajar</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/12/17/320/2143129/menhub-ngaku-tahu-tol-layang-jakarta-cikampek-sudah-bergelombang-GaDUacWLP9.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Proyek Tol Layang Jakarta-Cikampek. (Foto: Okezone.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/12/17/320/2143129/menhub-ngaku-tahu-tol-layang-jakarta-cikampek-sudah-bergelombang-GaDUacWLP9.jpg</image><title>Proyek Tol Layang Jakarta-Cikampek. (Foto: Okezone.com)</title></images><description>JAKARTA - Sejumlah pengendara merasakan sensasi berbeda saat melintasi Tol Jakarta-Cikampek (Japek) Elevated II. Secara umum jalan tol ini dinilai cukup baik dengan dilengkapi rambu-rambu dan lampu penerangan yang komplit.
Namun, tol layang terpanjang di Indonesia ini masih menyimpan kekurangan dan dikeluhkan pengendara. Salah satunya permukaan jalan yang bergelombang di fase sambungan.
Baca Juga: Tol Layang Jakarta Cikampek Bergelombang, Kemenhub: Enggak Begitu Terasa
Terkait hal itu, Menteri Perhubungan (Menhub) mengaku sejak awal sudah mengetahui Tol Layang Japek itu bergelombang. Maka itu, ada minimal kecepatan berkendara di Tol Layang Japek tersebut.

&quot;Dari awal saya sudah tahu itu bergelombang. Itu masalah teknis. Makanya karena begelombang kecepatannya kita batasi 60 kilometer sampai 80 kilometer,&quot; ujar dia di Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta, Selasa (17/12/2019).
Baca Juga: Tol Layang Jakarta-Cikampek Resmi Dibuka, Netizen: Benar Enggak Bergelombang?
Menurut dia, diperkirakan dengan jalan 60 kilometer sampai 80 kilometer itu kendaraan tidak akan apa-apa. Di mana Jasa Marga juga masih melakukan perbaikan-perbaikan di Tol Layang Japek tersebut.
&quot;Dan saya yakin dengan kecepatan tersebut tidak akan menganggu lalu lintas,&quot; pungkas dia.</description><content:encoded>JAKARTA - Sejumlah pengendara merasakan sensasi berbeda saat melintasi Tol Jakarta-Cikampek (Japek) Elevated II. Secara umum jalan tol ini dinilai cukup baik dengan dilengkapi rambu-rambu dan lampu penerangan yang komplit.
Namun, tol layang terpanjang di Indonesia ini masih menyimpan kekurangan dan dikeluhkan pengendara. Salah satunya permukaan jalan yang bergelombang di fase sambungan.
Baca Juga: Tol Layang Jakarta Cikampek Bergelombang, Kemenhub: Enggak Begitu Terasa
Terkait hal itu, Menteri Perhubungan (Menhub) mengaku sejak awal sudah mengetahui Tol Layang Japek itu bergelombang. Maka itu, ada minimal kecepatan berkendara di Tol Layang Japek tersebut.

&quot;Dari awal saya sudah tahu itu bergelombang. Itu masalah teknis. Makanya karena begelombang kecepatannya kita batasi 60 kilometer sampai 80 kilometer,&quot; ujar dia di Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta, Selasa (17/12/2019).
Baca Juga: Tol Layang Jakarta-Cikampek Resmi Dibuka, Netizen: Benar Enggak Bergelombang?
Menurut dia, diperkirakan dengan jalan 60 kilometer sampai 80 kilometer itu kendaraan tidak akan apa-apa. Di mana Jasa Marga juga masih melakukan perbaikan-perbaikan di Tol Layang Japek tersebut.
&quot;Dan saya yakin dengan kecepatan tersebut tidak akan menganggu lalu lintas,&quot; pungkas dia.</content:encoded></item></channel></rss>
