<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Harga Minyak Naik 1%, Ada Harapan Pengurangan Pasokan</title><description>Harga minyak naik 1% didukung oleh harapan kesepakatan perdagangan AS-China akan meningkatkan permintaan minyak pada tahun 2020.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/12/18/320/2143276/harga-minyak-naik-1-ada-harapan-pengurangan-pasokan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/12/18/320/2143276/harga-minyak-naik-1-ada-harapan-pengurangan-pasokan"/><item><title>Harga Minyak Naik 1%, Ada Harapan Pengurangan Pasokan</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/12/18/320/2143276/harga-minyak-naik-1-ada-harapan-pengurangan-pasokan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/12/18/320/2143276/harga-minyak-naik-1-ada-harapan-pengurangan-pasokan</guid><pubDate>Rabu 18 Desember 2019 09:30 WIB</pubDate><dc:creator>Kurniasih Miftakhul Jannah</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/12/18/320/2143276/harga-minyak-naik-1-ada-harapan-pengurangan-pasokan-YewZ03XFqn.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Harga minyak (Foto: Ilustrasi Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/12/18/320/2143276/harga-minyak-naik-1-ada-harapan-pengurangan-pasokan-YewZ03XFqn.jpg</image><title>Harga minyak (Foto: Ilustrasi Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Harga minyak naik 1% didukung oleh harapan kesepakatan perdagangan AS-China akan meningkatkan permintaan minyak pada tahun 2020. Perjanjian fase satu antara Amerika Serikat dan China telah benar-benar selesai.
Minyak mentah berjangka Brent naik 70 sen atau 1,1% menjadi USD66,04 per barel. Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS berjangka naik 68 sen atau 1,1% menjadi USD60,89 per barel.
Baca Juga: Harga Minyak Naik 1% imbas Membaiknya Hubungan AS-China
&quot;Harga minyak secara hati-hati lebih tinggi karena pasar ingin melihat aksi dan bukan hanya janji pada perjanjian perdagangan AS-China,&quot; kata Seorang Analis di Price Futures Group di Chicago Phil Flynn dilansir dari Reuters, Rabu (18/12/2019).
&amp;ldquo;Perjanjian Fase 1 tidak berarti ketegangan akan sepenuhnya menghilang dalam waktu dekat,&amp;rdquo; kata Presiden Fed Dallas Robert Kaplan.

&quot;Fase 1 lebih baik daripada tidak memiliki Fase tetapi itu tidak berarti tidak akan ada ketidakpastian perdagangan,&quot; kata Kaplan. &quot;Saya pikir masalah perdagangan dengan China akan berlangsung selama bertahun-tahun,&quot; tambah dia.
Sengketa perdagangan yang berkepanjangan telah mengurangi permintaan minyak dan menekan harga. Bank-bank termasuk JP Morgan dan Goldman Sachs telah merevisi perkiraan harga 2020 mereka di tengah membaiknya prospek perdagangan dan perjanjian baru yang dipimpin OPEC untuk mengekang produksi.
Baca juga: Harga Minyak Mentah Turun Tertekan Data Ekspor China yang Lesu
Organisasi Perminyakan Negara-negara Pengekspor dan sekutu-sekutu seperti Rusia - sebuah kelompok yang dikenal sebagai OPEC + - membuat pengurangan pasokan minyak lebih lanjut 500.000 barel per hari untuk mendukung pasar.</description><content:encoded>JAKARTA - Harga minyak naik 1% didukung oleh harapan kesepakatan perdagangan AS-China akan meningkatkan permintaan minyak pada tahun 2020. Perjanjian fase satu antara Amerika Serikat dan China telah benar-benar selesai.
Minyak mentah berjangka Brent naik 70 sen atau 1,1% menjadi USD66,04 per barel. Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS berjangka naik 68 sen atau 1,1% menjadi USD60,89 per barel.
Baca Juga: Harga Minyak Naik 1% imbas Membaiknya Hubungan AS-China
&quot;Harga minyak secara hati-hati lebih tinggi karena pasar ingin melihat aksi dan bukan hanya janji pada perjanjian perdagangan AS-China,&quot; kata Seorang Analis di Price Futures Group di Chicago Phil Flynn dilansir dari Reuters, Rabu (18/12/2019).
&amp;ldquo;Perjanjian Fase 1 tidak berarti ketegangan akan sepenuhnya menghilang dalam waktu dekat,&amp;rdquo; kata Presiden Fed Dallas Robert Kaplan.

&quot;Fase 1 lebih baik daripada tidak memiliki Fase tetapi itu tidak berarti tidak akan ada ketidakpastian perdagangan,&quot; kata Kaplan. &quot;Saya pikir masalah perdagangan dengan China akan berlangsung selama bertahun-tahun,&quot; tambah dia.
Sengketa perdagangan yang berkepanjangan telah mengurangi permintaan minyak dan menekan harga. Bank-bank termasuk JP Morgan dan Goldman Sachs telah merevisi perkiraan harga 2020 mereka di tengah membaiknya prospek perdagangan dan perjanjian baru yang dipimpin OPEC untuk mengekang produksi.
Baca juga: Harga Minyak Mentah Turun Tertekan Data Ekspor China yang Lesu
Organisasi Perminyakan Negara-negara Pengekspor dan sekutu-sekutu seperti Rusia - sebuah kelompok yang dikenal sebagai OPEC + - membuat pengurangan pasokan minyak lebih lanjut 500.000 barel per hari untuk mendukung pasar.</content:encoded></item></channel></rss>
