<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Menanti Kebijakan Suku Bunga BI di Akhir 2019   </title><description>RDG bulan November, BI memutuskan untuk menahan suku bunga acuan di level 5%.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/12/19/20/2143694/menanti-kebijakan-suku-bunga-bi-di-akhir-2019</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/12/19/20/2143694/menanti-kebijakan-suku-bunga-bi-di-akhir-2019"/><item><title>Menanti Kebijakan Suku Bunga BI di Akhir 2019   </title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/12/19/20/2143694/menanti-kebijakan-suku-bunga-bi-di-akhir-2019</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/12/19/20/2143694/menanti-kebijakan-suku-bunga-bi-di-akhir-2019</guid><pubDate>Kamis 19 Desember 2019 08:49 WIB</pubDate><dc:creator>Yohana Artha Uly</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/12/19/20/2143694/menanti-kebijakan-suku-bunga-bi-di-akhir-2019-xxxhMam4E6.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Bank Indonesia. (Foto: Okezone.com/BI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/12/19/20/2143694/menanti-kebijakan-suku-bunga-bi-di-akhir-2019-xxxhMam4E6.jpg</image><title>Bank Indonesia. (Foto: Okezone.com/BI)</title></images><description>JAKARTA - Bank Indonesia (BI) akan mengumumkan hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) bulan Desember pada hari ini, Kamis (19/20/2019). Adapun rapat tersebut sudah berlangsung sejak 18-19 Desember 2019.
Dalam rapat bulanan tersebut, Dewan Gubernur BI bakal mengumumkan beberapa kebijakan moneter. Salah satunya adalah terkait suku bunga acuan atau BI 7 Days Reverse Repo Rate (BI 7-Days Repo Rate).
Baca Juga: BI Tahan Suku Bunga Acuan di Level 5%
Bank Sentral akan mengumumkan keputusan mereka untuk menahan, menurunkan atau menaikkan suku bunga acuannya. Sebelumnya pada RDG bulan November, BI memutuskan untuk menahan suku bunga acuan di level 5%.

Maka suku bunga Deposit Facility (DF) tetap bertahan di level 4,25% dan suku bunga Lending Facility (LF) pada level 5,75%.
Baca Juga: BI Diproyeksi Tahan Suku Bunga Acuan di 5%
Hal itu sekaligus menjadi bulan pertama BI menahan suku bunga acuannya, setelah sepanjang Juli, Agustus, September, Oktober 2019 memutuskan untuk menurunkan suku bunga masing-masing sebesar 25 bps.
Gubernur BI Perry Warjiyo menyatakan, pemangkasan suku bunga acuan  telah sejalan dengan prakiraan inflasi yang tetap rendah sesuai sasaran  dan tetap menariknya imbal hasil investasi keuangan domestik.
&quot;Serta sebagai langkah pre emptive lanjutan untuk mendorong momentum  pertumbuhan ekonomi domestik, di tengah menurunnya ekonomi global,&quot; kata  dia dalam konferensi pers di Kantor Pusat BI, Jakarta, Kamis  (21/11/2019).

</description><content:encoded>JAKARTA - Bank Indonesia (BI) akan mengumumkan hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) bulan Desember pada hari ini, Kamis (19/20/2019). Adapun rapat tersebut sudah berlangsung sejak 18-19 Desember 2019.
Dalam rapat bulanan tersebut, Dewan Gubernur BI bakal mengumumkan beberapa kebijakan moneter. Salah satunya adalah terkait suku bunga acuan atau BI 7 Days Reverse Repo Rate (BI 7-Days Repo Rate).
Baca Juga: BI Tahan Suku Bunga Acuan di Level 5%
Bank Sentral akan mengumumkan keputusan mereka untuk menahan, menurunkan atau menaikkan suku bunga acuannya. Sebelumnya pada RDG bulan November, BI memutuskan untuk menahan suku bunga acuan di level 5%.

Maka suku bunga Deposit Facility (DF) tetap bertahan di level 4,25% dan suku bunga Lending Facility (LF) pada level 5,75%.
Baca Juga: BI Diproyeksi Tahan Suku Bunga Acuan di 5%
Hal itu sekaligus menjadi bulan pertama BI menahan suku bunga acuannya, setelah sepanjang Juli, Agustus, September, Oktober 2019 memutuskan untuk menurunkan suku bunga masing-masing sebesar 25 bps.
Gubernur BI Perry Warjiyo menyatakan, pemangkasan suku bunga acuan  telah sejalan dengan prakiraan inflasi yang tetap rendah sesuai sasaran  dan tetap menariknya imbal hasil investasi keuangan domestik.
&quot;Serta sebagai langkah pre emptive lanjutan untuk mendorong momentum  pertumbuhan ekonomi domestik, di tengah menurunnya ekonomi global,&quot; kata  dia dalam konferensi pers di Kantor Pusat BI, Jakarta, Kamis  (21/11/2019).

</content:encoded></item></channel></rss>
