<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Nanas Kaleng Lampung Naikkan Nilai Ekspor Produk Hortikultura Indonesia</title><description>Menteri Pertanian (Kementan) Syahrul Yasin Limpo melepas ekspor nanas kaleng Lampung</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/12/19/320/2143831/nanas-kaleng-lampung-naikkan-nilai-ekspor-produk-hortikultura-indonesia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/12/19/320/2143831/nanas-kaleng-lampung-naikkan-nilai-ekspor-produk-hortikultura-indonesia"/><item><title>Nanas Kaleng Lampung Naikkan Nilai Ekspor Produk Hortikultura Indonesia</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/12/19/320/2143831/nanas-kaleng-lampung-naikkan-nilai-ekspor-produk-hortikultura-indonesia</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/12/19/320/2143831/nanas-kaleng-lampung-naikkan-nilai-ekspor-produk-hortikultura-indonesia</guid><pubDate>Kamis 19 Desember 2019 14:54 WIB</pubDate><dc:creator>Irene</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/12/19/320/2143831/nanas-kaleng-lampung-naikkan-nilai-ekspor-produk-hortikultura-indonesia-v4I7u4dtwX.png" expression="full" type="image/jpeg">Ekspor Nanas Kaleng Lampung. (Foto: Okezone.com/Kementerian Pertanian)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/12/19/320/2143831/nanas-kaleng-lampung-naikkan-nilai-ekspor-produk-hortikultura-indonesia-v4I7u4dtwX.png</image><title>Ekspor Nanas Kaleng Lampung. (Foto: Okezone.com/Kementerian Pertanian)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Pertanian (Kementan) Syahrul Yasin Limpo melepas ekspor nanas kaleng. Kegiatan ini dilakukan di Lampung, tepatnya di salah satu pabrik nanas terbesar di dunia.
&quot;Sekarang kita ada di pabrik nanas terbesar di dunia.&quot; kata Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo, dalam video yang diunggah instagram Kementerian Pertanian, Kamis (19/12/2019).
Baca Juga: Eropa Gugat Nikel RI, Menko Airlangga: Kita Lawan
Syahrul menilai nanas merupakan komoditas kebangaan Indonesia karena dapat mencapai nilai ekspor tinggi dan diminati secara global.
&quot;Saya kira ini bagian dari kebangaan kita bahwa berbagai jenis komoditas kita, termasuk nanas itu adalah komoditas yang bernilai ekspor dan sangat diminati oleh seluruh dunia.&quot; tambahnya.
Mentan mengatakan, hadirnya komoditas unggulan ini juga dapat berkontribusi dalam hadirnya lapangan kerja yang baik dan luas. Tidak hanya bagi masyarakat Lampung, melainkan untuk seluruh Indonesia.

&quot;Ini salah satu komoditas yang harus terus didorong agar bisa berbicara bagi kepentingan hadirnya lapangan kerja yang makin baik, makin luas bagi masyarakat yang ada di Indonesia tidak hanya di Lampung hari ini tapi di seluruh Indonesia bahkan.&quot; jelas Syahrul.
Dalam videonya Syahrul juga mengimbau untuk berbagai hortikultura tidak hanya diproduksi, namun harus diolah hingga dapat diekspor.
Baca Juga: Pengusaha Sepakat Stop Ekspor Nikel Mulai 1 Januari 2020
&quot;Oleh karena itu komoditas yang ada harus bisa tidak hanya diproduksi tetapi harus diolah bahkan harus bisa berorientasi ekspor, saya kira itu menjadi yang terbaik,&quot; tutup Syahrul.
Sebagai informasi, ekspor buah nanas sepanjang empat tahun terakhir memang terus mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Peningkatan ini bahkan mencapai 31,27% atau rata-rata 8,65% per tahun.Sedangkan menurut data ekspor 2018, ada setidaknya 76 negara yang  menjadi tujuan ekspor nanas Indonesia. Hong Kong memiliki pangsa 24,4%,  Korea dengan pangsa 15,8%, Taiwan 9,25%, China 6,85%, dan Jepang 4,27%.
Tidak hanya itu, Argentina juga menjadi tujuan Indonesia mengekspor  nanas. Pangsa ekspor yang terus meningkat, membuat Argentina dipandang  menjadi potensi besar untuk meningkatkan nilai ekspor produk  hortikultura Indonesia.
Postingan Kementan ini pun menuai berbagai respons:
&amp;ldquo;Kok seger banget siiih... Bikin ngiler&amp;#129328;&amp;#127995; #sabarsabar&amp;#128514;
 
bgp*t_ Pkl sini bisa ngak ya? &amp;#128077;&amp;rdquo; tulis r*tr*d*n*y*m*.
 
&amp;ldquo;KKP ekspor benih lobster pak?&amp;#129315;&amp;rdquo; ujar *l*m*d*n27.
 
&amp;ldquo;Terima kasih Bapak. Semoga Para Petani semakin sejahtera&amp;#10084;&amp;rdquo; tulis ns_j*m*n*
 
&amp;ldquo;Kerennnn,&amp;rdquo; tulis t**s*rt*y*h.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Pertanian (Kementan) Syahrul Yasin Limpo melepas ekspor nanas kaleng. Kegiatan ini dilakukan di Lampung, tepatnya di salah satu pabrik nanas terbesar di dunia.
&quot;Sekarang kita ada di pabrik nanas terbesar di dunia.&quot; kata Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo, dalam video yang diunggah instagram Kementerian Pertanian, Kamis (19/12/2019).
Baca Juga: Eropa Gugat Nikel RI, Menko Airlangga: Kita Lawan
Syahrul menilai nanas merupakan komoditas kebangaan Indonesia karena dapat mencapai nilai ekspor tinggi dan diminati secara global.
&quot;Saya kira ini bagian dari kebangaan kita bahwa berbagai jenis komoditas kita, termasuk nanas itu adalah komoditas yang bernilai ekspor dan sangat diminati oleh seluruh dunia.&quot; tambahnya.
Mentan mengatakan, hadirnya komoditas unggulan ini juga dapat berkontribusi dalam hadirnya lapangan kerja yang baik dan luas. Tidak hanya bagi masyarakat Lampung, melainkan untuk seluruh Indonesia.

&quot;Ini salah satu komoditas yang harus terus didorong agar bisa berbicara bagi kepentingan hadirnya lapangan kerja yang makin baik, makin luas bagi masyarakat yang ada di Indonesia tidak hanya di Lampung hari ini tapi di seluruh Indonesia bahkan.&quot; jelas Syahrul.
Dalam videonya Syahrul juga mengimbau untuk berbagai hortikultura tidak hanya diproduksi, namun harus diolah hingga dapat diekspor.
Baca Juga: Pengusaha Sepakat Stop Ekspor Nikel Mulai 1 Januari 2020
&quot;Oleh karena itu komoditas yang ada harus bisa tidak hanya diproduksi tetapi harus diolah bahkan harus bisa berorientasi ekspor, saya kira itu menjadi yang terbaik,&quot; tutup Syahrul.
Sebagai informasi, ekspor buah nanas sepanjang empat tahun terakhir memang terus mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Peningkatan ini bahkan mencapai 31,27% atau rata-rata 8,65% per tahun.Sedangkan menurut data ekspor 2018, ada setidaknya 76 negara yang  menjadi tujuan ekspor nanas Indonesia. Hong Kong memiliki pangsa 24,4%,  Korea dengan pangsa 15,8%, Taiwan 9,25%, China 6,85%, dan Jepang 4,27%.
Tidak hanya itu, Argentina juga menjadi tujuan Indonesia mengekspor  nanas. Pangsa ekspor yang terus meningkat, membuat Argentina dipandang  menjadi potensi besar untuk meningkatkan nilai ekspor produk  hortikultura Indonesia.
Postingan Kementan ini pun menuai berbagai respons:
&amp;ldquo;Kok seger banget siiih... Bikin ngiler&amp;#129328;&amp;#127995; #sabarsabar&amp;#128514;
 
bgp*t_ Pkl sini bisa ngak ya? &amp;#128077;&amp;rdquo; tulis r*tr*d*n*y*m*.
 
&amp;ldquo;KKP ekspor benih lobster pak?&amp;#129315;&amp;rdquo; ujar *l*m*d*n27.
 
&amp;ldquo;Terima kasih Bapak. Semoga Para Petani semakin sejahtera&amp;#10084;&amp;rdquo; tulis ns_j*m*n*
 
&amp;ldquo;Kerennnn,&amp;rdquo; tulis t**s*rt*y*h.</content:encoded></item></channel></rss>
