<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ada Kereta Cepat hingga Jalan Tol, Bagaimana Nasib Bisnis Penerbangan?</title><description>PT Angkasa Pura II (Persero) tengah mewaspadai adanya moda transportasi seperti kereta cepat Jakarta-Surabaya.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/12/22/320/2144867/ada-kereta-cepat-hingga-jalan-tol-bagaimana-nasib-bisnis-penerbangan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/12/22/320/2144867/ada-kereta-cepat-hingga-jalan-tol-bagaimana-nasib-bisnis-penerbangan"/><item><title>Ada Kereta Cepat hingga Jalan Tol, Bagaimana Nasib Bisnis Penerbangan?</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/12/22/320/2144867/ada-kereta-cepat-hingga-jalan-tol-bagaimana-nasib-bisnis-penerbangan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/12/22/320/2144867/ada-kereta-cepat-hingga-jalan-tol-bagaimana-nasib-bisnis-penerbangan</guid><pubDate>Minggu 22 Desember 2019 15:07 WIB</pubDate><dc:creator>Giri Hartomo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/12/22/320/2144867/ada-kereta-cepat-hingga-jalan-tol-bagaimana-nasib-bisnis-penerbangan-4D4ml1FC8x.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Bandara (Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/12/22/320/2144867/ada-kereta-cepat-hingga-jalan-tol-bagaimana-nasib-bisnis-penerbangan-4D4ml1FC8x.jpg</image><title>Bandara (Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - PT Angkasa Pura II (Persero) tengah mewaspadai adanya moda transportasi seperti kereta cepat Jakarta-Surabaya. Pasalnya, dengan adanya moda transportasi kereta cepat Jakarta-Surabaya ini bisa mengancam bisnis penerbangan.

Direktur Utama Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin mengatakan, saat ini bisnis penerbangan memasuki era baru. Di mana, masyarakat memiliki banyak alternatif transportasi umum yang bisa digunakan.
 
&amp;nbsp;Baca juga: 13 Maskapai Terbaik di Berbagai Kategori, Siapa Juaranya? 
&quot;Saat ini itu memasuki new (baru), kondisi normal yang baru itu seperti ini. Tol trans Jawa sudah tersambung. Kita mengawasi jalan tol trans Jawa, trans Sumatera,&quot; ujarnya dalam acara paparan kinerja di Terminal III Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Minggu (22/12/2019).
&amp;nbsp;
Meskipun begitu lanjut Awal, dirinya optimis transportasi udara masih akan menjadi primadona masyarakat. Karena waktu tempuh yang relatif lebih singkat apalagi dengan kondisi geografis Indonesia yang mayoritas merupakan kepulauan.
 
&amp;nbsp;Baca juga: 13 Maskapai Terbaik di Berbagai Kategori, Siapa Juaranya? 
&quot;Masih akan jadi primadona. Karena pertama kecepatan karena negara kita kan negara kepulauan,&quot; ucapnya.

Di sisi lain, Awal juga berharap agar perekonomian bisa tetap tumbuh tinggi. Karena erat kaitannya antara perekonomian yang maju dengan daya beli masyarakat termasuk pada bisnis penerbangan.

&quot;Kondisi ekonomi membaik maka daya beli membaik,&quot; ucapnya.
 
&amp;nbsp;Baca juga: First Class dan Business Jadi Andalan Maskapai, Buntung atau Untung?
Sementara itu, Direktur Teknik Angkasa Pura II Djoko Murjatmodjo mengatakan, adanya kereta cepat Jakarta-Surabaya akan berpengaruh pada bisnis penerbangan. Khususnya untuk penerbangan dengan rute dari Jakarta menuju Surabaya.Selain itu, adanya perbaikan infrastruktur seperti jalan tol juga  sangat mempengaruhi. Sebagai salah satu contohnya, adalah untuk rute  penerbangan dari dan menuju Medan yang mengalami penurunan seiring  adanya tol Trans Sumatera.

&quot;Kalau di Jawa (penurunan penumpang) akibat infra darat yang membaik.  Jalan tol naiknya cukup tinggi. Baru kasus seperti ini. Kalau  Jakarta-Surabaya ada Kereta cepat abis rute penerbangan Jakarta  Surabaya,&quot; kata Djoko.

Namun lagi-lagi Djoko optimis industri penerbangan dalam negeri masih  akan tumbuh tinggi. Apalagi jika dibandingkan dengan negara Eropa,  pertumbuhan industri penerbangan di Indonesia masih relatif lebih  tinggi.

&quot;Pada saatnya mereka akan demand ini akan tumbuh terus. Pada saatnya  akan tumbuh terus. Pertumbuhan transportasi udara masih cukup dominan.  Eropa pertumbuhannya enggak sampai 3%. Indonesia masih 4%,&quot; kata Djoko.</description><content:encoded>JAKARTA - PT Angkasa Pura II (Persero) tengah mewaspadai adanya moda transportasi seperti kereta cepat Jakarta-Surabaya. Pasalnya, dengan adanya moda transportasi kereta cepat Jakarta-Surabaya ini bisa mengancam bisnis penerbangan.

Direktur Utama Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin mengatakan, saat ini bisnis penerbangan memasuki era baru. Di mana, masyarakat memiliki banyak alternatif transportasi umum yang bisa digunakan.
 
&amp;nbsp;Baca juga: 13 Maskapai Terbaik di Berbagai Kategori, Siapa Juaranya? 
&quot;Saat ini itu memasuki new (baru), kondisi normal yang baru itu seperti ini. Tol trans Jawa sudah tersambung. Kita mengawasi jalan tol trans Jawa, trans Sumatera,&quot; ujarnya dalam acara paparan kinerja di Terminal III Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Minggu (22/12/2019).
&amp;nbsp;
Meskipun begitu lanjut Awal, dirinya optimis transportasi udara masih akan menjadi primadona masyarakat. Karena waktu tempuh yang relatif lebih singkat apalagi dengan kondisi geografis Indonesia yang mayoritas merupakan kepulauan.
 
&amp;nbsp;Baca juga: 13 Maskapai Terbaik di Berbagai Kategori, Siapa Juaranya? 
&quot;Masih akan jadi primadona. Karena pertama kecepatan karena negara kita kan negara kepulauan,&quot; ucapnya.

Di sisi lain, Awal juga berharap agar perekonomian bisa tetap tumbuh tinggi. Karena erat kaitannya antara perekonomian yang maju dengan daya beli masyarakat termasuk pada bisnis penerbangan.

&quot;Kondisi ekonomi membaik maka daya beli membaik,&quot; ucapnya.
 
&amp;nbsp;Baca juga: First Class dan Business Jadi Andalan Maskapai, Buntung atau Untung?
Sementara itu, Direktur Teknik Angkasa Pura II Djoko Murjatmodjo mengatakan, adanya kereta cepat Jakarta-Surabaya akan berpengaruh pada bisnis penerbangan. Khususnya untuk penerbangan dengan rute dari Jakarta menuju Surabaya.Selain itu, adanya perbaikan infrastruktur seperti jalan tol juga  sangat mempengaruhi. Sebagai salah satu contohnya, adalah untuk rute  penerbangan dari dan menuju Medan yang mengalami penurunan seiring  adanya tol Trans Sumatera.

&quot;Kalau di Jawa (penurunan penumpang) akibat infra darat yang membaik.  Jalan tol naiknya cukup tinggi. Baru kasus seperti ini. Kalau  Jakarta-Surabaya ada Kereta cepat abis rute penerbangan Jakarta  Surabaya,&quot; kata Djoko.

Namun lagi-lagi Djoko optimis industri penerbangan dalam negeri masih  akan tumbuh tinggi. Apalagi jika dibandingkan dengan negara Eropa,  pertumbuhan industri penerbangan di Indonesia masih relatif lebih  tinggi.

&quot;Pada saatnya mereka akan demand ini akan tumbuh terus. Pada saatnya  akan tumbuh terus. Pertumbuhan transportasi udara masih cukup dominan.  Eropa pertumbuhannya enggak sampai 3%. Indonesia masih 4%,&quot; kata Djoko.</content:encoded></item></channel></rss>
