<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>   Euforia Japek, Pengamat: Jalan Tol Itu Bebas Hambatan Bukan Macet</title><description>Jalan Tol Layang Jakarta-Cikampek (Japek) yang disebut dapat mengurai kemacetan hingga 30% malah menimbulkan kemacetan yang parah.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/12/24/320/2145668/euforia-japek-pengamat-jalan-tol-itu-bebas-hambatan-bukan-macet</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/12/24/320/2145668/euforia-japek-pengamat-jalan-tol-itu-bebas-hambatan-bukan-macet"/><item><title>   Euforia Japek, Pengamat: Jalan Tol Itu Bebas Hambatan Bukan Macet</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/12/24/320/2145668/euforia-japek-pengamat-jalan-tol-itu-bebas-hambatan-bukan-macet</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/12/24/320/2145668/euforia-japek-pengamat-jalan-tol-itu-bebas-hambatan-bukan-macet</guid><pubDate>Selasa 24 Desember 2019 20:41 WIB</pubDate><dc:creator>Fabbiola Irawan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/12/24/320/2145668/euforia-japek-pengamat-jalan-tol-itu-bebas-hambatan-bukan-macet-mvG4TcIvwG.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Macet (Foto: Okezone.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/12/24/320/2145668/euforia-japek-pengamat-jalan-tol-itu-bebas-hambatan-bukan-macet-mvG4TcIvwG.jpg</image><title>Macet (Foto: Okezone.com)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Jalan Tol Layang Jakarta-Cikampek (Japek) yang disebut dapat mengurai kemacetan hingga 30% malah menimbulkan kemacetan yang parah. Apalagi, tol tersebut sudah dibuka saat libur Natal dan Tahun Baru 2020.

Tarif Tol Layang Japek masih Rp0 alias gratis juga menjadi salah satu membeludaknya pemudik di Tol Layang Japek. Lalu bagaimana agar Tol Layang Japek ini benar-benar menjadi solusi kemacetan dan bukan menjadi sumber kemacetan baru?
Baca Juga: Pakai Cara Ini Tol Layang Japek Tidak Akan Macet?
Pengamat Kebijakan Publik Agus Pambagio mengatakan jalan tol pada hakikatnya bukanlah jalan bebas kemacetan, namun hanya bebas hambatan. Yang dimaksud jalan bebas hambatan itu tidak ada penghalang, antara lain lampu merah atau orang menyebrang jalan. Sementara bebas kemacetan itu tidak ada antrean.

&amp;ldquo;Jadi pola pikir ini harus diubah di kepala masyarakat maupun pengambil kebijakan,&amp;rdquo; ujarnya kepada Okezone&amp;cedil; Selasa (24/12/2019).
Baca Juga: Tol Layang Japek Macet Parah, Menhub Ibaratkan Martabak yang Laris Manis
Menurut Agus, Tol Layang Japek ini bukan menjadi alternatif pengurai kemacetan, justru menambah kemacetan saja. &amp;ldquo;Penambahan jalan tol itu adalah penambahan kemacetan. Mau bangun berapa tingkat juga, jalan tol baru itu akan macet,&amp;rdquo; kata Agus.
&amp;nbsp;Dia berpendapat, jalan tol akan terbebas dari kemacetan jika  merupakan jalan tol jarak jauh sehingga bisa lebih lancar. Namun, ketika  mendekat kota atau pusat keramaian kawasan industri, jalan tol  dipastikan akan mengalami kemacetan.

&amp;ldquo;Kemacetan Tol Japek II makin parah karena libur Nataru. Tunggu dulu tiga bulan, lihat macet atau tidak,&amp;rdquo; jelas Agus.

Agus menilai, Tol Japek II seharusnya digunakan untuk truk-truk yang  masuk ke kawasan industri sehingga Tol Cikampek Utama lancar untuk  dilintasi mobil pribadi.
&amp;nbsp;
Sementara itu, dia menyarankan agar tarif Tol Layang Japek mahal agar  tidak lagi macet. Sebab, ketika tarifnya mahal itu dapat mengurangi  pengguna di mana jalan tersebut merupakan alternatif. &amp;ldquo;Jika mau  menghindari kemacetan, ya ke tol elevated, mahal, ya mahal, bangunnya  juga mahal,&amp;rdquo; tukas Agus.

Pengamat Transportasi itu juga berkomentar mengenai video viral salah  satu pengendara yang terlihat buang air kecil sembarangan di bahu Jalan  Tol Japek II. Dia menyarankan, jika pengendara sering merasa akan buang  air kecil atau besar bisa memilih jalan tol yang memiliki rest area.

&amp;ldquo;Orang Indonesia kan jorok. Kalau mau ke toilet tapi masih di dalam  mobil, bisa beli alatnya di apotek. Kalau berhenti bisa berbahaya, kalau  ditabrak dari belakang bagaimana?&amp;rdquo; papar Agus.
&amp;nbsp;</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Jalan Tol Layang Jakarta-Cikampek (Japek) yang disebut dapat mengurai kemacetan hingga 30% malah menimbulkan kemacetan yang parah. Apalagi, tol tersebut sudah dibuka saat libur Natal dan Tahun Baru 2020.

Tarif Tol Layang Japek masih Rp0 alias gratis juga menjadi salah satu membeludaknya pemudik di Tol Layang Japek. Lalu bagaimana agar Tol Layang Japek ini benar-benar menjadi solusi kemacetan dan bukan menjadi sumber kemacetan baru?
Baca Juga: Pakai Cara Ini Tol Layang Japek Tidak Akan Macet?
Pengamat Kebijakan Publik Agus Pambagio mengatakan jalan tol pada hakikatnya bukanlah jalan bebas kemacetan, namun hanya bebas hambatan. Yang dimaksud jalan bebas hambatan itu tidak ada penghalang, antara lain lampu merah atau orang menyebrang jalan. Sementara bebas kemacetan itu tidak ada antrean.

&amp;ldquo;Jadi pola pikir ini harus diubah di kepala masyarakat maupun pengambil kebijakan,&amp;rdquo; ujarnya kepada Okezone&amp;cedil; Selasa (24/12/2019).
Baca Juga: Tol Layang Japek Macet Parah, Menhub Ibaratkan Martabak yang Laris Manis
Menurut Agus, Tol Layang Japek ini bukan menjadi alternatif pengurai kemacetan, justru menambah kemacetan saja. &amp;ldquo;Penambahan jalan tol itu adalah penambahan kemacetan. Mau bangun berapa tingkat juga, jalan tol baru itu akan macet,&amp;rdquo; kata Agus.
&amp;nbsp;Dia berpendapat, jalan tol akan terbebas dari kemacetan jika  merupakan jalan tol jarak jauh sehingga bisa lebih lancar. Namun, ketika  mendekat kota atau pusat keramaian kawasan industri, jalan tol  dipastikan akan mengalami kemacetan.

&amp;ldquo;Kemacetan Tol Japek II makin parah karena libur Nataru. Tunggu dulu tiga bulan, lihat macet atau tidak,&amp;rdquo; jelas Agus.

Agus menilai, Tol Japek II seharusnya digunakan untuk truk-truk yang  masuk ke kawasan industri sehingga Tol Cikampek Utama lancar untuk  dilintasi mobil pribadi.
&amp;nbsp;
Sementara itu, dia menyarankan agar tarif Tol Layang Japek mahal agar  tidak lagi macet. Sebab, ketika tarifnya mahal itu dapat mengurangi  pengguna di mana jalan tersebut merupakan alternatif. &amp;ldquo;Jika mau  menghindari kemacetan, ya ke tol elevated, mahal, ya mahal, bangunnya  juga mahal,&amp;rdquo; tukas Agus.

Pengamat Transportasi itu juga berkomentar mengenai video viral salah  satu pengendara yang terlihat buang air kecil sembarangan di bahu Jalan  Tol Japek II. Dia menyarankan, jika pengendara sering merasa akan buang  air kecil atau besar bisa memilih jalan tol yang memiliki rest area.

&amp;ldquo;Orang Indonesia kan jorok. Kalau mau ke toilet tapi masih di dalam  mobil, bisa beli alatnya di apotek. Kalau berhenti bisa berbahaya, kalau  ditabrak dari belakang bagaimana?&amp;rdquo; papar Agus.
&amp;nbsp;</content:encoded></item></channel></rss>
