<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>2 Indeks Wall Street Cetak Rekor</title><description>Indeks S&amp;amp;P 500 telah naik lebih dari 29% selama 2019, atau kenaikan persentase tahunan terbesar sejak 2013</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/12/28/278/2146841/2-indeks-wall-street-cetak-rekor</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/12/28/278/2146841/2-indeks-wall-street-cetak-rekor"/><item><title>2 Indeks Wall Street Cetak Rekor</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/12/28/278/2146841/2-indeks-wall-street-cetak-rekor</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/12/28/278/2146841/2-indeks-wall-street-cetak-rekor</guid><pubDate>Sabtu 28 Desember 2019 08:03 WIB</pubDate><dc:creator>Irene</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/12/28/278/2146841/2-indeks-wall-street-cetak-rekor-tD6sqwfb87.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi Wall Street. (Foto: Okezone.com/Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/12/28/278/2146841/2-indeks-wall-street-cetak-rekor-tD6sqwfb87.jpg</image><title>Ilustrasi Wall Street. (Foto: Okezone.com/Reuters)</title></images><description>NEW YORK - Bursa saham Amerika Serikat (AS), Wall Street berakhir bervariasi, setelah indeks Nasdaq mengakhiri kenaikan dalam 11 hari berturut-turut pada perdagangan Jumat. Tetapi dua indeks utama lain seperti S&amp;amp;P 500 dan Dow menggoreskan rekor penutupan tertinggi.
Dengan hanya sisa dua hari perdagangan  untuk tahun ini, indeks S&amp;amp;P 500 telah naik lebih dari 29% selama 2019, atau kenaikan persentase tahunan terbesar sejak 2013. Di antara sektor S&amp;amp;P 500, konsumen, real estat  dan utilitas adalah sektor usaha yang kinerja terbaik.  Sedangkan rnergi  dan material  masih menurun.
Baca Juga: Nasdaq Cetak Rekor, Wall Street Menguat Usai Natal
Dow Jones Industrial Average naik 23,87 poin atau 0,08% menjadi 28.645,26. Kemudian S&amp;amp;P 500 naik 0,11 poin menjadi 3.240,02 dan Nasdaq Composite .IXIC turun 15,77 poin, atau 0,17%, menjadi 9.006,62.

Data perdagangan Jumat menunjukkan keuntungan perusahaan-perusahaan di  industri China tumbuh pada laju tercepat dalam delapan bulan. Akan tetapi kelemahan luas dalam permintaan domestik menjadi risiko bagi pendapatan perusahaan tahun depan.
Baca Juga: 10 Perusahaan dengan Kenaikan Kapitalisasi Terbesar, Ternyata Google Bukan No 1
Harapan investor bahwa Amerika Serikat dan China akan segera menandatangani kesepakatan perdagangan Fase 1 telah menambah momentum ke pasar saham menuju tahun 2020.
&quot;Anda mendapat harapan bahwa perjanjian perdagangan Fase 1 ditandatangani pada awal hingga pertengahan Januari,&quot; kata Direktur Penelitian Manajemen James Ragan, dikutip dari Reuters, Sabtu (28/12/2019).Selain dari optimisme atas hubungan perdagangan, pasar saham telah  terangkat oleh penurunan suku bunga oleh Federal Reserve dan data  ekonomi yang lebih baik daripada yang ditakuti dan keuntungan  perusahaan.
Sekitar 5,2 miliar saham berpindah tangan di bursa AS, dibandingkan dengan 6,8 miliar rata-rata harian selama 20 sesi terakhir.</description><content:encoded>NEW YORK - Bursa saham Amerika Serikat (AS), Wall Street berakhir bervariasi, setelah indeks Nasdaq mengakhiri kenaikan dalam 11 hari berturut-turut pada perdagangan Jumat. Tetapi dua indeks utama lain seperti S&amp;amp;P 500 dan Dow menggoreskan rekor penutupan tertinggi.
Dengan hanya sisa dua hari perdagangan  untuk tahun ini, indeks S&amp;amp;P 500 telah naik lebih dari 29% selama 2019, atau kenaikan persentase tahunan terbesar sejak 2013. Di antara sektor S&amp;amp;P 500, konsumen, real estat  dan utilitas adalah sektor usaha yang kinerja terbaik.  Sedangkan rnergi  dan material  masih menurun.
Baca Juga: Nasdaq Cetak Rekor, Wall Street Menguat Usai Natal
Dow Jones Industrial Average naik 23,87 poin atau 0,08% menjadi 28.645,26. Kemudian S&amp;amp;P 500 naik 0,11 poin menjadi 3.240,02 dan Nasdaq Composite .IXIC turun 15,77 poin, atau 0,17%, menjadi 9.006,62.

Data perdagangan Jumat menunjukkan keuntungan perusahaan-perusahaan di  industri China tumbuh pada laju tercepat dalam delapan bulan. Akan tetapi kelemahan luas dalam permintaan domestik menjadi risiko bagi pendapatan perusahaan tahun depan.
Baca Juga: 10 Perusahaan dengan Kenaikan Kapitalisasi Terbesar, Ternyata Google Bukan No 1
Harapan investor bahwa Amerika Serikat dan China akan segera menandatangani kesepakatan perdagangan Fase 1 telah menambah momentum ke pasar saham menuju tahun 2020.
&quot;Anda mendapat harapan bahwa perjanjian perdagangan Fase 1 ditandatangani pada awal hingga pertengahan Januari,&quot; kata Direktur Penelitian Manajemen James Ragan, dikutip dari Reuters, Sabtu (28/12/2019).Selain dari optimisme atas hubungan perdagangan, pasar saham telah  terangkat oleh penurunan suku bunga oleh Federal Reserve dan data  ekonomi yang lebih baik daripada yang ditakuti dan keuntungan  perusahaan.
Sekitar 5,2 miliar saham berpindah tangan di bursa AS, dibandingkan dengan 6,8 miliar rata-rata harian selama 20 sesi terakhir.</content:encoded></item></channel></rss>
