<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Uang Beredar Naik Signifikan di November 2019</title><description>Bank Indonesia (BI) melaporkan likuiditas perekonomian atau uang beredar dalam arti luas (M2) meningkat pada November 2019.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/12/31/20/2147772/uang-beredar-naik-signifikan-di-november-2019</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/12/31/20/2147772/uang-beredar-naik-signifikan-di-november-2019"/><item><title>Uang Beredar Naik Signifikan di November 2019</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/12/31/20/2147772/uang-beredar-naik-signifikan-di-november-2019</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/12/31/20/2147772/uang-beredar-naik-signifikan-di-november-2019</guid><pubDate>Selasa 31 Desember 2019 13:14 WIB</pubDate><dc:creator>Irene</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/12/31/20/2147772/uang-beredar-naik-signifikan-di-november-2019-NtVwekwSnK.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Rupiah (Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/12/31/20/2147772/uang-beredar-naik-signifikan-di-november-2019-NtVwekwSnK.jpg</image><title>Rupiah (Reuters)</title></images><description>&amp;nbsp;JAKARTA - Bank Indonesia (BI) melaporkan likuiditas perekonomian atau uang beredar dalam arti luas (M2) meningkat pada November 2019. Posisi M2 pada November 2019 tercatat Rp6.072,7 triliun atau tumbuh 7,1% (yoy), lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan pada bulan sebelumnya sebesar 6,3% (yoy).

Mengutip web Bank Indonesia, Jakarta, Selasa (31/12/2019), akselerasi pertumbuhan M2 berasal dari peningkatan komponen uang beredar dalam arti sempit (M1). Uang beredar dalam arti sempit (M1) menunjukkan peningkatan, dari 6,6% (yoy) pada Oktober 2019 menjadi 10,5% (yoy) pada November 2019.
 
&amp;nbsp;Baca juga: BI Catat Uang Beredar Tumbuh Melambat pada Oktober
Peningkatan ini bersumber dari meningkatnya uang kartal dan giro rupiah. Sementara itu, komponen uang kuasi dan surat berharga selain saham diinformasikan tumbuh melambat.
&amp;nbsp;
Sedangkan peningkatan M2 pada November 2019 disebabkan utamanya oleh peningkatan pertumbuhan aktiva luar negeri bersih, ekspansi operasi keuangan pemerintah dan akselerasi penyaluran kredit.
 
&amp;nbsp;Baca juga: BI Catat Uang Beredar Melambat pada September
&quot;Pertumbuhan aktiva luar negeri bersih tercatat meningkat, dari 2,0% (yoy) pada Oktober 2019 menjadi 4,6% (yoy). Operasi keuangan pemerintah juga tercatat ekspansi sebesar 2,4% (yoy), berbalik arah dari pertumbuhan pada bulan sebelumnya yang mengalami kontraksi sebesar -10,0% (yoy).&quot; tambah BI.

Ekspansi ini dinilai sejalan dengan peningkatan tagihan sistem moneter kepada pemerintah pusat yang diikuti dengan perlambatan kewajiban terhadap pemerintah pusat. Sementara itu, penyaluran kredit tumbuh meningkat mencapai 7,0% (yoy) lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan pada bulan sebelumnya yang hanya sebesar 6,6% (yoy). Hal ini dinilai turut mendorong peningkatan uang beredar.
</description><content:encoded>&amp;nbsp;JAKARTA - Bank Indonesia (BI) melaporkan likuiditas perekonomian atau uang beredar dalam arti luas (M2) meningkat pada November 2019. Posisi M2 pada November 2019 tercatat Rp6.072,7 triliun atau tumbuh 7,1% (yoy), lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan pada bulan sebelumnya sebesar 6,3% (yoy).

Mengutip web Bank Indonesia, Jakarta, Selasa (31/12/2019), akselerasi pertumbuhan M2 berasal dari peningkatan komponen uang beredar dalam arti sempit (M1). Uang beredar dalam arti sempit (M1) menunjukkan peningkatan, dari 6,6% (yoy) pada Oktober 2019 menjadi 10,5% (yoy) pada November 2019.
 
&amp;nbsp;Baca juga: BI Catat Uang Beredar Tumbuh Melambat pada Oktober
Peningkatan ini bersumber dari meningkatnya uang kartal dan giro rupiah. Sementara itu, komponen uang kuasi dan surat berharga selain saham diinformasikan tumbuh melambat.
&amp;nbsp;
Sedangkan peningkatan M2 pada November 2019 disebabkan utamanya oleh peningkatan pertumbuhan aktiva luar negeri bersih, ekspansi operasi keuangan pemerintah dan akselerasi penyaluran kredit.
 
&amp;nbsp;Baca juga: BI Catat Uang Beredar Melambat pada September
&quot;Pertumbuhan aktiva luar negeri bersih tercatat meningkat, dari 2,0% (yoy) pada Oktober 2019 menjadi 4,6% (yoy). Operasi keuangan pemerintah juga tercatat ekspansi sebesar 2,4% (yoy), berbalik arah dari pertumbuhan pada bulan sebelumnya yang mengalami kontraksi sebesar -10,0% (yoy).&quot; tambah BI.

Ekspansi ini dinilai sejalan dengan peningkatan tagihan sistem moneter kepada pemerintah pusat yang diikuti dengan perlambatan kewajiban terhadap pemerintah pusat. Sementara itu, penyaluran kredit tumbuh meningkat mencapai 7,0% (yoy) lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan pada bulan sebelumnya yang hanya sebesar 6,6% (yoy). Hal ini dinilai turut mendorong peningkatan uang beredar.
</content:encoded></item></channel></rss>
