<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Rhenald Kasali: Ada yang Sedang Mengalihkan Persoalan Jiwasraya</title><description>PT Jiwasraya yang sedang terkena gagal bayar polis mendapatkan sebuah  penghargaan. Hal tersebut menjadi viral beberapa waktu lalu.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/12/31/320/2147744/rhenald-kasali-ada-yang-sedang-mengalihkan-persoalan-jiwasraya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/12/31/320/2147744/rhenald-kasali-ada-yang-sedang-mengalihkan-persoalan-jiwasraya"/><item><title>Rhenald Kasali: Ada yang Sedang Mengalihkan Persoalan Jiwasraya</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/12/31/320/2147744/rhenald-kasali-ada-yang-sedang-mengalihkan-persoalan-jiwasraya</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/12/31/320/2147744/rhenald-kasali-ada-yang-sedang-mengalihkan-persoalan-jiwasraya</guid><pubDate>Selasa 31 Desember 2019 12:06 WIB</pubDate><dc:creator>Irene</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/12/31/320/2147744/rhenald-kasali-ada-yang-sedang-mengalihkan-persoalan-jiwasraya-i5IPRUAggS.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Asuransi (Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/12/31/320/2147744/rhenald-kasali-ada-yang-sedang-mengalihkan-persoalan-jiwasraya-i5IPRUAggS.jpg</image><title>Asuransi (Reuters)</title></images><description>JAKARTA - PT Jiwasraya yang sedang terkena gagal bayar polis mendapatkan sebuah penghargaan. Hal tersebut menjadi viral beberapa waktu lalu.

Viralnya tandatangannya pada sertifikat penghargaan Jiwasraya, Pengamat Bisnis Rhenald Kasali angkat bicara.  Pasalnya ada yang ingin membangun logika seakan-akan fraud terjadi.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Bos OJK Masih Cari Jalan Keluar Selamatkan Jiwasraya
&amp;ldquo;Ada Yang ingin membangun logika seakan-akan fraud terjadi karena sertifikat yang dikeluarkan majalah BUMN Track itu. Ini benar-benar keterlaluan. Bukannya membuat analisis yang benar dan tangkap pelaku fraud-nya, malah membangun logika yang ngawur,&amp;rdquo; ujarnya dalam keterangan tertulis, Jakarta, Selasa (31/12/2019).
&amp;nbsp;
Menurut website resminya, pada tahun yang sama, perusahaan menerima banyak penghargaan mulai dari majalah SWA, Menkominfo, Markplus, majalah Investor, WartaEkonomi dan sejumlah media dan pihak asuransi. Penandatangan sertifikatnya juga beragam, mulai dari Menkominfo Rudiantara, mantan menteri Kelautan Mohammad Fadel, Hermawan Kartajaya, pemimpin redaksi Infobank Eko B Supriyo dan sejumlah CEO perusahaan asuransi.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Moeldoko Tegaskan Istana Tak Lindungi Eks Dirkeu Jiwasraya Hary Prasetyo
Gurubesar UI ini pun menjelaskan bahwa fraud di perusahaan asuransi itu terjadi secara terselubung pada sisi investasi. &quot;Sedangkan penghargaannya terkait proses pembuatan produk di antara sesama BUMN dan anak cucunya. Apa hubungannya?,&amp;rdquo; tanyanya.

Untuk menangkap pelaku kejahatan, ujarnya, tak bisa dilakukan &amp;ldquo;asal bicara.&amp;rdquo; Tapi butuh bukti-bukti yang kuat siapa saja pihak yang  telah menimbulkan unsur kerugian negara.

&amp;ldquo;Bantulah negara membuat persoalannya jelas, jangan malah dibuat kusut. Dan karang-karang angka sendiri,&quot; ujarnya.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Kasus Jiwasraya, Erick Thohir: Kita Lakukan Restrukturisasi
&amp;ldquo;Jadi daripada membiarkan pelaku fraud melarikan diri, lebih baik fokus pada seluk beluk permaian si pelaku. Ini adalah upaya sistematis yang penuh trik, padahal lembaga pengawasnya banyak, diaudit kantor akutansi internasional yang biayanya puluhan miliar rupiah,&amp;rdquo; tambahnya.
Mengalihkan Perhatian

Sebagaimana diketahui, pihak Kejaksaan Agung RI mulai melakukan  penyidikan dan pemanggilan. &amp;ldquo;Sangat mungkin ada yang resah dan menyewa  jasa buzzer untuk kelabui publik,&amp;rdquo; tambahnya.

Kasus Jiwasraya merebak sejak Menteri BUMN Rini Soemarno mendapat  laporan dari direktur yang baru ditunjuk pertengahan tahun 2018, Asmawi  Syam bahwa terdapat cadangan kerugian dalam jumlah besar yang belum  dihapusbukukan.

Di mana laporan internal itu dibiarkan lembaga seperti OJK dan KAP.  Selama datanya disimpan erat perusahaan, publikpun tidak tahu.

Penghapusbukuan memerlukan persetujuan pemegang saham karena ada  unsur kerugian negara.  Rumitnya, kerugian itu terjadi melalui pembelian  saham di publik yang baru diketahui saat saham akan dijual kembali  untuk membayar kewajiban.

Karena tak dilaporkan maka banyak yang dikelabuhi termasuk akuntan  publiknya. Rini lalu menugaskan BPKP melakukan audit ulang pada Desember  2018.

Hasilnya ditemukan fraud pada sisi investasi.  Sejak itu beredar  nama-nama pelaku dan laporan keuangannya dikoreksi yang berakibat nilai  kerugian 2019 membengkak menjadi Rp 13,6 triliun.

Muncul nama-nama besar mulai dari mantan direktur, &amp;ldquo;tukang goreng&amp;rdquo;  saham dan oknum pejabat yang masuk daftar cekal negara.  &amp;ldquo;Jangan alihkan  perhatian,dan jangan bantu mereka buang badan. Kejahatan adalah  kejahatan, pelakunya harus dicari. Uang masyarakat harus diselamatkan.  Buat apa bangun logika yang sesat?,&amp;rdquo; tambahnya.

Selama ini Rhenald banyak didaulat menjadi juri  independen untuk  memberikan pandangan-pandangannya dalam sejumlah seleksi. Ia tercatat  lima kali sebagai panitia seleksi calon pimpinan KPK, dan sejumlah  komisi-komisi independen atau penghargaan kemanusiaan seperti Kick Andy  Heroes dan People of the year. &amp;ldquo; Semuanya bersifat nonkomersial&amp;rdquo;  ujarnya.
Jiwasraya Diaudit oleh Kantor Akutansi

Top 5, PWC dan dinyatakan untung Rp1,6 triliun pada tahun 2016. Lalu   pada tahun 2017 direksi mengklaim untung Rp2,7 triliun.  Namun direksi   baru mencium &amp;ldquo;bau amis&amp;rdquo; dan meminta KAP mengecek kembali sehingga laba   bersihya dikoreksi menjadi Rp360 miliar.

Setelah ditangani BPKP dan Kejaksaan Agung, angka kerugiannya tahun ini membengkak menjadi Rp13,6 triliun.

&quot;Penghargaan yang diungkit diberikan tahun 2018 mengacu pada data 2016-2017,&amp;rdquo; tambahnya.

&amp;ldquo;Fraud itu adalah pengelabuan, yang terjadi secara rumit pada sisi   investasi dan harus diteropong mendalam. Itupun diketahui setelah dampak   kerugiannya tampak. Dan semakin berlarut, nilai kerugiannya makin  besar  karena beban bunga berbunga. Semakin hari semakin dibuat kusut  untuk  membuat pelakuya lari, dampaknya pun bisa menjadi sistemik, &amp;ldquo;  tutupnya.</description><content:encoded>JAKARTA - PT Jiwasraya yang sedang terkena gagal bayar polis mendapatkan sebuah penghargaan. Hal tersebut menjadi viral beberapa waktu lalu.

Viralnya tandatangannya pada sertifikat penghargaan Jiwasraya, Pengamat Bisnis Rhenald Kasali angkat bicara.  Pasalnya ada yang ingin membangun logika seakan-akan fraud terjadi.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Bos OJK Masih Cari Jalan Keluar Selamatkan Jiwasraya
&amp;ldquo;Ada Yang ingin membangun logika seakan-akan fraud terjadi karena sertifikat yang dikeluarkan majalah BUMN Track itu. Ini benar-benar keterlaluan. Bukannya membuat analisis yang benar dan tangkap pelaku fraud-nya, malah membangun logika yang ngawur,&amp;rdquo; ujarnya dalam keterangan tertulis, Jakarta, Selasa (31/12/2019).
&amp;nbsp;
Menurut website resminya, pada tahun yang sama, perusahaan menerima banyak penghargaan mulai dari majalah SWA, Menkominfo, Markplus, majalah Investor, WartaEkonomi dan sejumlah media dan pihak asuransi. Penandatangan sertifikatnya juga beragam, mulai dari Menkominfo Rudiantara, mantan menteri Kelautan Mohammad Fadel, Hermawan Kartajaya, pemimpin redaksi Infobank Eko B Supriyo dan sejumlah CEO perusahaan asuransi.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Moeldoko Tegaskan Istana Tak Lindungi Eks Dirkeu Jiwasraya Hary Prasetyo
Gurubesar UI ini pun menjelaskan bahwa fraud di perusahaan asuransi itu terjadi secara terselubung pada sisi investasi. &quot;Sedangkan penghargaannya terkait proses pembuatan produk di antara sesama BUMN dan anak cucunya. Apa hubungannya?,&amp;rdquo; tanyanya.

Untuk menangkap pelaku kejahatan, ujarnya, tak bisa dilakukan &amp;ldquo;asal bicara.&amp;rdquo; Tapi butuh bukti-bukti yang kuat siapa saja pihak yang  telah menimbulkan unsur kerugian negara.

&amp;ldquo;Bantulah negara membuat persoalannya jelas, jangan malah dibuat kusut. Dan karang-karang angka sendiri,&quot; ujarnya.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Kasus Jiwasraya, Erick Thohir: Kita Lakukan Restrukturisasi
&amp;ldquo;Jadi daripada membiarkan pelaku fraud melarikan diri, lebih baik fokus pada seluk beluk permaian si pelaku. Ini adalah upaya sistematis yang penuh trik, padahal lembaga pengawasnya banyak, diaudit kantor akutansi internasional yang biayanya puluhan miliar rupiah,&amp;rdquo; tambahnya.
Mengalihkan Perhatian

Sebagaimana diketahui, pihak Kejaksaan Agung RI mulai melakukan  penyidikan dan pemanggilan. &amp;ldquo;Sangat mungkin ada yang resah dan menyewa  jasa buzzer untuk kelabui publik,&amp;rdquo; tambahnya.

Kasus Jiwasraya merebak sejak Menteri BUMN Rini Soemarno mendapat  laporan dari direktur yang baru ditunjuk pertengahan tahun 2018, Asmawi  Syam bahwa terdapat cadangan kerugian dalam jumlah besar yang belum  dihapusbukukan.

Di mana laporan internal itu dibiarkan lembaga seperti OJK dan KAP.  Selama datanya disimpan erat perusahaan, publikpun tidak tahu.

Penghapusbukuan memerlukan persetujuan pemegang saham karena ada  unsur kerugian negara.  Rumitnya, kerugian itu terjadi melalui pembelian  saham di publik yang baru diketahui saat saham akan dijual kembali  untuk membayar kewajiban.

Karena tak dilaporkan maka banyak yang dikelabuhi termasuk akuntan  publiknya. Rini lalu menugaskan BPKP melakukan audit ulang pada Desember  2018.

Hasilnya ditemukan fraud pada sisi investasi.  Sejak itu beredar  nama-nama pelaku dan laporan keuangannya dikoreksi yang berakibat nilai  kerugian 2019 membengkak menjadi Rp 13,6 triliun.

Muncul nama-nama besar mulai dari mantan direktur, &amp;ldquo;tukang goreng&amp;rdquo;  saham dan oknum pejabat yang masuk daftar cekal negara.  &amp;ldquo;Jangan alihkan  perhatian,dan jangan bantu mereka buang badan. Kejahatan adalah  kejahatan, pelakunya harus dicari. Uang masyarakat harus diselamatkan.  Buat apa bangun logika yang sesat?,&amp;rdquo; tambahnya.

Selama ini Rhenald banyak didaulat menjadi juri  independen untuk  memberikan pandangan-pandangannya dalam sejumlah seleksi. Ia tercatat  lima kali sebagai panitia seleksi calon pimpinan KPK, dan sejumlah  komisi-komisi independen atau penghargaan kemanusiaan seperti Kick Andy  Heroes dan People of the year. &amp;ldquo; Semuanya bersifat nonkomersial&amp;rdquo;  ujarnya.
Jiwasraya Diaudit oleh Kantor Akutansi

Top 5, PWC dan dinyatakan untung Rp1,6 triliun pada tahun 2016. Lalu   pada tahun 2017 direksi mengklaim untung Rp2,7 triliun.  Namun direksi   baru mencium &amp;ldquo;bau amis&amp;rdquo; dan meminta KAP mengecek kembali sehingga laba   bersihya dikoreksi menjadi Rp360 miliar.

Setelah ditangani BPKP dan Kejaksaan Agung, angka kerugiannya tahun ini membengkak menjadi Rp13,6 triliun.

&quot;Penghargaan yang diungkit diberikan tahun 2018 mengacu pada data 2016-2017,&amp;rdquo; tambahnya.

&amp;ldquo;Fraud itu adalah pengelabuan, yang terjadi secara rumit pada sisi   investasi dan harus diteropong mendalam. Itupun diketahui setelah dampak   kerugiannya tampak. Dan semakin berlarut, nilai kerugiannya makin  besar  karena beban bunga berbunga. Semakin hari semakin dibuat kusut  untuk  membuat pelakuya lari, dampaknya pun bisa menjadi sistemik, &amp;ldquo;  tutupnya.</content:encoded></item></channel></rss>
