<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>   Bendungan Kamijoro Pasok Kebutuhan Air Bersih ke Bandara Baru Yogyakarta</title><description>Kebutuhan air bersih di Bandara Internasional Yogyakarta yang terletak di pesisir Kulonprogo, akan dipenuhi dari Sungai Progo.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/12/31/470/2147957/bendungan-kamijoro-pasok-kebutuhan-air-bersih-ke-bandara-baru-yogyakarta</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/12/31/470/2147957/bendungan-kamijoro-pasok-kebutuhan-air-bersih-ke-bandara-baru-yogyakarta"/><item><title>   Bendungan Kamijoro Pasok Kebutuhan Air Bersih ke Bandara Baru Yogyakarta</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/12/31/470/2147957/bendungan-kamijoro-pasok-kebutuhan-air-bersih-ke-bandara-baru-yogyakarta</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/12/31/470/2147957/bendungan-kamijoro-pasok-kebutuhan-air-bersih-ke-bandara-baru-yogyakarta</guid><pubDate>Selasa 31 Desember 2019 20:03 WIB</pubDate><dc:creator>Kuntadi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/12/31/470/2147957/bendungan-kamijoro-pasok-kebutuhan-air-bersih-ke-bandara-baru-yogyakarta-QzyP4y8qbM.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Bendungan Kamijoro (Foto: Setkab)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/12/31/470/2147957/bendungan-kamijoro-pasok-kebutuhan-air-bersih-ke-bandara-baru-yogyakarta-QzyP4y8qbM.jpg</image><title>Bendungan Kamijoro (Foto: Setkab)</title></images><description> 
KULONPROGO &amp;ndash; Kebutuhan air bersih di Bandara Internasional Yogyakarta (Yogyakarta International Airport/YIA) yang terletak di pesisir Kulonprogo, akan dipenuhi dari Sungai Progo yang diambil dari Bendungan Kamijoro. Nantinya akan dibangun water treatment untuk memenuhi air baku ke YIA.

&amp;ldquo;Ini bisa untuk air baku di bandara (YIA),&amp;rdquo; kata Presiden Joko widodo, usai meresmikan Bendung Kamijoro, Selasa (31/12/2019).
Baca Juga: Resmikan Bendung Kamijoro, Jokowi Minta Dimanfaatkan Sebaik Mungkin
Selain untuk memenuhi bandara, air dari Sungai Progo ini nantinya akan diolah untuk memenuhi kebutuhan air bersih di tiga kabupaten di DIY. Yakni di wilayah Bantul, Kulonprogo dan Kota Yogyakarta. Termasuk memenuhi kebutuhan air bersih di kawasan industri Sentolo.

&quot;&amp;Iuml;ni juga untuk air bersih di Kulonprogo, Bantul dan Jogja,&amp;rdquo; tutur Jokowi.

Terpenting saat ini, Bendung Kamijoro bisa memenuhi kebutuhan air untuk irigasi pertanian seluas 2.370 hektare di wilayah suplesi daerah irigasi Pijenan, Bantul.

Debit air untuk irigasinya sudah mencapai 2,5 meter kubik per detik. Bendung Kamijoro ini, diharapkan bisa menjadi destinasi wisata di Kulonprogo dan Bantul.
Baca Juga: Jokowi Resmikan Bendung Kamijoro di Kulon Progo Hari Ini
Sejak pembangunan sudah selesai wisatawan sudah banyak yang datang. Bahkan masyarakat bisa mendapatkan multiplier effect atas kehadiran bendungan ini.

&amp;ldquo;Semoga masyarakat bisa lebih sejahtera,&amp;rdquo; harap Jokowi.

Jokowi juga mengajak kepada semua pihak untuk ikut merawat kelestarian dari bendungan ini. Salah satunya menjaga daerah rawan terhadap endapan (sedimentasi). Jika ada sedimentasi harus dilakukan pengerukan agar kedalaman tetap terjaga dengan baik.
Dibangun Water Treatment di Kamijoro
 
&amp;nbsp;
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono  mengaku masih akan melanjutkan pembangunan di Bendung Kamijoro yang  terletak di Desa Tuksono, Sentolo, Kulonprogo, DIY.

Salah satunya adalah pembangunan water treatment agar air baku dari  Sungai Progo bisa dialirkan untuk memenuhi kebutuhan di bandara  internasional Yogyakarta (Yogyakarta International Airport/YIA).

&amp;ldquo;Nanti akan dibangun water treatment, untuk memenuhi kebutuhan bandara,&amp;rdquo; jelas Basuki.

Nantinya, air baku yang dihasilkan dari bendung yang terletak di  Sungai Progo ini akan mampu menghasilkan air dengan debit mencapai 500  liter per detik. Sebanyak 475 dialirkan ke Kulonprogo, salah satunya  untuk memenuhi kebutuhan air bersih di YIA. Sedangkan 25 liter per detik  akan dialirkan ke Bantul.

Selain mensuplai air bersih, Bendung Kamijoro ini juga akan banyak  memberikan dampak kepada masyarakat. Salah satunya petani dengan  teralirinya air di daerah irigasi Pijenan, Bantul yang mampi mengaliri  hingga 2.370 hektare.

&amp;ldquo;Setiap hari apalagi libur, wisatawan di sini banyak. Parkir dan warung juga laku,&amp;rdquo; terangnya.

Menurutnya, saluran irigasi yang ada dibangun sejak jaman Hindia  Belanda pada 1924 silam. Namun terowongan yang ada ambruk, sehingga  pembangunan dibuat di sisi utara agar tidak ikut tergerus aktivitas  penambangan pasir.

&amp;ldquo;Bendungan kita bangun lebih ke atas agar posisinya lebih tinggi,  airnya bisa dialirkan ke terowongan buatan Belanda yang difungsikan  untuk irigasi di wilayah Bantul,&amp;rdquo; jelasnya.
</description><content:encoded> 
KULONPROGO &amp;ndash; Kebutuhan air bersih di Bandara Internasional Yogyakarta (Yogyakarta International Airport/YIA) yang terletak di pesisir Kulonprogo, akan dipenuhi dari Sungai Progo yang diambil dari Bendungan Kamijoro. Nantinya akan dibangun water treatment untuk memenuhi air baku ke YIA.

&amp;ldquo;Ini bisa untuk air baku di bandara (YIA),&amp;rdquo; kata Presiden Joko widodo, usai meresmikan Bendung Kamijoro, Selasa (31/12/2019).
Baca Juga: Resmikan Bendung Kamijoro, Jokowi Minta Dimanfaatkan Sebaik Mungkin
Selain untuk memenuhi bandara, air dari Sungai Progo ini nantinya akan diolah untuk memenuhi kebutuhan air bersih di tiga kabupaten di DIY. Yakni di wilayah Bantul, Kulonprogo dan Kota Yogyakarta. Termasuk memenuhi kebutuhan air bersih di kawasan industri Sentolo.

&quot;&amp;Iuml;ni juga untuk air bersih di Kulonprogo, Bantul dan Jogja,&amp;rdquo; tutur Jokowi.

Terpenting saat ini, Bendung Kamijoro bisa memenuhi kebutuhan air untuk irigasi pertanian seluas 2.370 hektare di wilayah suplesi daerah irigasi Pijenan, Bantul.

Debit air untuk irigasinya sudah mencapai 2,5 meter kubik per detik. Bendung Kamijoro ini, diharapkan bisa menjadi destinasi wisata di Kulonprogo dan Bantul.
Baca Juga: Jokowi Resmikan Bendung Kamijoro di Kulon Progo Hari Ini
Sejak pembangunan sudah selesai wisatawan sudah banyak yang datang. Bahkan masyarakat bisa mendapatkan multiplier effect atas kehadiran bendungan ini.

&amp;ldquo;Semoga masyarakat bisa lebih sejahtera,&amp;rdquo; harap Jokowi.

Jokowi juga mengajak kepada semua pihak untuk ikut merawat kelestarian dari bendungan ini. Salah satunya menjaga daerah rawan terhadap endapan (sedimentasi). Jika ada sedimentasi harus dilakukan pengerukan agar kedalaman tetap terjaga dengan baik.
Dibangun Water Treatment di Kamijoro
 
&amp;nbsp;
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono  mengaku masih akan melanjutkan pembangunan di Bendung Kamijoro yang  terletak di Desa Tuksono, Sentolo, Kulonprogo, DIY.

Salah satunya adalah pembangunan water treatment agar air baku dari  Sungai Progo bisa dialirkan untuk memenuhi kebutuhan di bandara  internasional Yogyakarta (Yogyakarta International Airport/YIA).

&amp;ldquo;Nanti akan dibangun water treatment, untuk memenuhi kebutuhan bandara,&amp;rdquo; jelas Basuki.

Nantinya, air baku yang dihasilkan dari bendung yang terletak di  Sungai Progo ini akan mampu menghasilkan air dengan debit mencapai 500  liter per detik. Sebanyak 475 dialirkan ke Kulonprogo, salah satunya  untuk memenuhi kebutuhan air bersih di YIA. Sedangkan 25 liter per detik  akan dialirkan ke Bantul.

Selain mensuplai air bersih, Bendung Kamijoro ini juga akan banyak  memberikan dampak kepada masyarakat. Salah satunya petani dengan  teralirinya air di daerah irigasi Pijenan, Bantul yang mampi mengaliri  hingga 2.370 hektare.

&amp;ldquo;Setiap hari apalagi libur, wisatawan di sini banyak. Parkir dan warung juga laku,&amp;rdquo; terangnya.

Menurutnya, saluran irigasi yang ada dibangun sejak jaman Hindia  Belanda pada 1924 silam. Namun terowongan yang ada ambruk, sehingga  pembangunan dibuat di sisi utara agar tidak ikut tergerus aktivitas  penambangan pasir.

&amp;ldquo;Bendungan kita bangun lebih ke atas agar posisinya lebih tinggi,  airnya bisa dialirkan ke terowongan buatan Belanda yang difungsikan  untuk irigasi di wilayah Bantul,&amp;rdquo; jelasnya.
</content:encoded></item></channel></rss>
