<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Inflasi Desember 0,34%, BPS: Pemicunya Harga Telur hingga Bawang</title><description>Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Indeks Harga Konsumen (IHK) pada Desember 2019 mengalami inflasi sebesar 0,34%.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/01/02/320/2148498/inflasi-desember-0-34-bps-pemicunya-harga-telur-hingga-bawang</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/01/02/320/2148498/inflasi-desember-0-34-bps-pemicunya-harga-telur-hingga-bawang"/><item><title>Inflasi Desember 0,34%, BPS: Pemicunya Harga Telur hingga Bawang</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/01/02/320/2148498/inflasi-desember-0-34-bps-pemicunya-harga-telur-hingga-bawang</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/01/02/320/2148498/inflasi-desember-0-34-bps-pemicunya-harga-telur-hingga-bawang</guid><pubDate>Kamis 02 Januari 2020 14:10 WIB</pubDate><dc:creator>Taufik Fajar</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/01/02/320/2148498/inflasi-desember-0-34-bps-pemicunya-harga-telur-hingga-bawang-myMiP7Rdtq.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Inflasi (Ilustrasi: Halomoney)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/01/02/320/2148498/inflasi-desember-0-34-bps-pemicunya-harga-telur-hingga-bawang-myMiP7Rdtq.jpg</image><title>Inflasi (Ilustrasi: Halomoney)</title></images><description>JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Indeks Harga Konsumen (IHK) pada Desember 2019 mengalami inflasi sebesar 0,34% (month to month/mtm). Penyebab inflasi tertinggi terjadi pada komoditas bahan makanan.
Kepala BPS Suhariyanto mengatakan, seluruh kelompok komoditas menyumbang inflasi kecuali pendidikan, rekreasi dan olahraga. Kelompok tersebut satu-satunya kelompok pengeluaran yang  mengalami deflasi 0,05%.
Baca juga: BI Perkirakan Inflasi Desember Terendah Dalam 5 Tahun Terakhir
&quot;Dari komposisi per kelompok, inflasi tertinggi terjadi pada bahan makanan, kemudian yang kedua transportasi, komunikasi dan jasa keuangan,&quot; ujar dia dalam konferensi pers di kantornya, Jakarta, Kamis (2/1/2020).
Dia menjelaskan untuk kelompok bahan makanan, mengalami inflasi sebesar 0,78% pada Desember 2019. Andilnya inflasi Desember 2019 sebesar 0,16%.
&quot;Komoditas yang dominan memberikan andil sumbangan inflasi terhadap bahan makanan itu yang pertama adalah telur ayam ras sebesar 0,08%, bawang merah 0,07%, ikan segar 0,02% dan beberapa sayuran seperti beras, bayam, kacang panjang dan lain sebagainya masing-masing 0,01%,&quot; ungkap dia.

Kemudian, lanjut dia, ada beberapa komoditas yang dominan memberikan deflasi karena mengalami penurunan harga yakni cabai merah deflasi 0,06% cabai rawit 0,03% dan daging ayam ras 0,01%.
&quot;Untuk kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau mengalami inflasi sebesar 0,29% dan memberikan sumbangan kepada inflasi 0,05%. Komoditas yang dominan menyumbang inflasi dari kelompok ini adalah rokok kretek, rokok kretek filter dan rokok putih masing-masing 0,01%,&quot; kata dia.Meskipun kenaikan rokok baru terjadi awal Januari ini tapi semua  pihak bisa melihat beberapa bulan terakhir harga rokok masing-masing  sudah memberikan inflasi 0,01%.
Menurut dia, untuk kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan  bakar memberikan sumbangan kepada inflasi sebesar 0,09%. Sementara itu,  untuk kelompok sandang serta pendidikan, rekreasi dan olahraga  menyumbangkan deflasi 0,05%, sedangkan untuk sumbangannya kepada inflasi  0%.

&quot;Namun pada kelompok ini ada komoditas yang memberikan andil kepada  deflasi yakni emas perhiasan yang mengalami penurunan harga dan  memberikan andil ke deflasi 0,01%,&quot; tuturnya.
Dia menambahkan, untuk sektor transportasi juga mengalami inflasi sebesar 0,58% dan inflasi Desember 2019 sebesar 0,1%.
&quot;Komoditas yang dominan karena banyak liburan, natal dan tahun baru,  tarif angkutan udara inflasi 0,07%, tarif kereta api 0,02%, dan tarif  angkutan antar kota 0,01%,&quot; pungkas dia.</description><content:encoded>JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Indeks Harga Konsumen (IHK) pada Desember 2019 mengalami inflasi sebesar 0,34% (month to month/mtm). Penyebab inflasi tertinggi terjadi pada komoditas bahan makanan.
Kepala BPS Suhariyanto mengatakan, seluruh kelompok komoditas menyumbang inflasi kecuali pendidikan, rekreasi dan olahraga. Kelompok tersebut satu-satunya kelompok pengeluaran yang  mengalami deflasi 0,05%.
Baca juga: BI Perkirakan Inflasi Desember Terendah Dalam 5 Tahun Terakhir
&quot;Dari komposisi per kelompok, inflasi tertinggi terjadi pada bahan makanan, kemudian yang kedua transportasi, komunikasi dan jasa keuangan,&quot; ujar dia dalam konferensi pers di kantornya, Jakarta, Kamis (2/1/2020).
Dia menjelaskan untuk kelompok bahan makanan, mengalami inflasi sebesar 0,78% pada Desember 2019. Andilnya inflasi Desember 2019 sebesar 0,16%.
&quot;Komoditas yang dominan memberikan andil sumbangan inflasi terhadap bahan makanan itu yang pertama adalah telur ayam ras sebesar 0,08%, bawang merah 0,07%, ikan segar 0,02% dan beberapa sayuran seperti beras, bayam, kacang panjang dan lain sebagainya masing-masing 0,01%,&quot; ungkap dia.

Kemudian, lanjut dia, ada beberapa komoditas yang dominan memberikan deflasi karena mengalami penurunan harga yakni cabai merah deflasi 0,06% cabai rawit 0,03% dan daging ayam ras 0,01%.
&quot;Untuk kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau mengalami inflasi sebesar 0,29% dan memberikan sumbangan kepada inflasi 0,05%. Komoditas yang dominan menyumbang inflasi dari kelompok ini adalah rokok kretek, rokok kretek filter dan rokok putih masing-masing 0,01%,&quot; kata dia.Meskipun kenaikan rokok baru terjadi awal Januari ini tapi semua  pihak bisa melihat beberapa bulan terakhir harga rokok masing-masing  sudah memberikan inflasi 0,01%.
Menurut dia, untuk kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan  bakar memberikan sumbangan kepada inflasi sebesar 0,09%. Sementara itu,  untuk kelompok sandang serta pendidikan, rekreasi dan olahraga  menyumbangkan deflasi 0,05%, sedangkan untuk sumbangannya kepada inflasi  0%.

&quot;Namun pada kelompok ini ada komoditas yang memberikan andil kepada  deflasi yakni emas perhiasan yang mengalami penurunan harga dan  memberikan andil ke deflasi 0,01%,&quot; tuturnya.
Dia menambahkan, untuk sektor transportasi juga mengalami inflasi sebesar 0,58% dan inflasi Desember 2019 sebesar 0,1%.
&quot;Komoditas yang dominan karena banyak liburan, natal dan tahun baru,  tarif angkutan udara inflasi 0,07%, tarif kereta api 0,02%, dan tarif  angkutan antar kota 0,01%,&quot; pungkas dia.</content:encoded></item></channel></rss>
