<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Dampak Banjir, 300 Toko Ritel di Jakarta Tutup</title><description>Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) mencatat ada sekitar 300 toko di wilayah Jakarta saja yang harus tutup karena banjir.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/01/04/320/2149282/dampak-banjir-300-toko-ritel-di-jakarta-tutup</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/01/04/320/2149282/dampak-banjir-300-toko-ritel-di-jakarta-tutup"/><item><title>Dampak Banjir, 300 Toko Ritel di Jakarta Tutup</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/01/04/320/2149282/dampak-banjir-300-toko-ritel-di-jakarta-tutup</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/01/04/320/2149282/dampak-banjir-300-toko-ritel-di-jakarta-tutup</guid><pubDate>Sabtu 04 Januari 2020 17:33 WIB</pubDate><dc:creator>Yohana Artha Uly</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/01/04/320/2149282/dampak-banjir-300-toko-ritel-di-jakarta-tutup-eSi7KbEHM0.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Susana Banjir di Kawasan Kemang (Foto: Okezone.com/Heru Haryono)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/01/04/320/2149282/dampak-banjir-300-toko-ritel-di-jakarta-tutup-eSi7KbEHM0.jpg</image><title>Susana Banjir di Kawasan Kemang (Foto: Okezone.com/Heru Haryono)</title></images><description>JAKARTA - Banjir yang melanda kawasan Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi (Jabodetabek) sejak awal tahun 2020 membuat kerugian bagi toko-toko ritel. Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) mencatat ada sekitar 300 toko di wilayah Jakarta saja yang harus tutup karena banjir.
&quot;Ada 300 toko yang terdampak langsung di Jakarta, itu hanya yang masuk dalam anggota Aprindo,&quot; ungkap Ketua Umum Aprindo Roy Mandey kepada Okezone, Jakarta, Sabtu (4/1/2020)
Roy menyebut, tutupnya ratusan toko tersebut membuat tak adanya kegiatan ekonomi di toko-toko ritel. Artinya potensi pendapatan pun menghilang karena banjir yang melanda Jakarta.
Baca Juga: Banjir Mulai Surut, Jasa Laundry Kebanjiran Order Sampai 6 Kali Lipat
Menurutnya, jika tak ada banjir transaksi dapat terus berjalan, terlebih dalam moment Tahun Baru.
&quot;Kehilangan potensi transaksi, itu yang paling terdampak sekali. Kalau enggak banjir kita bisa kan tetap sediakan barang bagi konsumen. Tapi dengan banjir kita kehilangan potensi transaksi di toko-toko yang terkenda dampak banjir,&quot; jelasnya.

Oleh sebab itu, Roy menginginkan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bisa menyusun rencana kontingensi untuk mengantisipasi bencana alam banjir. Hal ini untuk menekan terjadinya banjir secara besar-besaran di Ibu Kota.Terlebih Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG)  memperkirakan cuaca ekstrem masih akan terjadi hingga pertengahan  Februari 2020 mendatang.
&quot;Langkah-langkah strategis apa untuk bisa meminimalisir banjir, itu  jauh lebih penting. Kami peritel memang punya contingency plan, nah  gimana dengan Pemprov DKI,&quot; ungkapnya.
Baca Juga:&amp;nbsp; Jokowi Ingatkan Basuki Bersiap Hadapi Puncak Musim Hujan di Pertengahan Januari
Menurutnya, perlu ada tindakan secara tepat untuk memitigasi banjir  guna tak lagi memberikan kerugian besar khusunya bagi toko-toko ritel.  Mengingat ritel berperan penting dalam mendorong konsumsi masyarakat  yang memang menjadi penopang pertumbuhan ekonomi nasional.
&quot;Sehingga dengan suasana banjir begini kan terdampak konsumsi dan ekonomi nasional,&quot; katanya.
Adapun menurut Roy, pada Jumat (3/1/2020), dari 300 toko ritel yang  tutup di DKI Jakarta, sekitar 20% di antaranya sudah mulai buka kembali.  &quot;Jadi sudah ada beberpa daerah yang kering, juga ada yang airnya tidak  masuk dalam toko hanya di jalan saja, ritel-ritel modern kita sudah  mulai buka,&quot; ujarnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Banjir yang melanda kawasan Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi (Jabodetabek) sejak awal tahun 2020 membuat kerugian bagi toko-toko ritel. Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) mencatat ada sekitar 300 toko di wilayah Jakarta saja yang harus tutup karena banjir.
&quot;Ada 300 toko yang terdampak langsung di Jakarta, itu hanya yang masuk dalam anggota Aprindo,&quot; ungkap Ketua Umum Aprindo Roy Mandey kepada Okezone, Jakarta, Sabtu (4/1/2020)
Roy menyebut, tutupnya ratusan toko tersebut membuat tak adanya kegiatan ekonomi di toko-toko ritel. Artinya potensi pendapatan pun menghilang karena banjir yang melanda Jakarta.
Baca Juga: Banjir Mulai Surut, Jasa Laundry Kebanjiran Order Sampai 6 Kali Lipat
Menurutnya, jika tak ada banjir transaksi dapat terus berjalan, terlebih dalam moment Tahun Baru.
&quot;Kehilangan potensi transaksi, itu yang paling terdampak sekali. Kalau enggak banjir kita bisa kan tetap sediakan barang bagi konsumen. Tapi dengan banjir kita kehilangan potensi transaksi di toko-toko yang terkenda dampak banjir,&quot; jelasnya.

Oleh sebab itu, Roy menginginkan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bisa menyusun rencana kontingensi untuk mengantisipasi bencana alam banjir. Hal ini untuk menekan terjadinya banjir secara besar-besaran di Ibu Kota.Terlebih Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG)  memperkirakan cuaca ekstrem masih akan terjadi hingga pertengahan  Februari 2020 mendatang.
&quot;Langkah-langkah strategis apa untuk bisa meminimalisir banjir, itu  jauh lebih penting. Kami peritel memang punya contingency plan, nah  gimana dengan Pemprov DKI,&quot; ungkapnya.
Baca Juga:&amp;nbsp; Jokowi Ingatkan Basuki Bersiap Hadapi Puncak Musim Hujan di Pertengahan Januari
Menurutnya, perlu ada tindakan secara tepat untuk memitigasi banjir  guna tak lagi memberikan kerugian besar khusunya bagi toko-toko ritel.  Mengingat ritel berperan penting dalam mendorong konsumsi masyarakat  yang memang menjadi penopang pertumbuhan ekonomi nasional.
&quot;Sehingga dengan suasana banjir begini kan terdampak konsumsi dan ekonomi nasional,&quot; katanya.
Adapun menurut Roy, pada Jumat (3/1/2020), dari 300 toko ritel yang  tutup di DKI Jakarta, sekitar 20% di antaranya sudah mulai buka kembali.  &quot;Jadi sudah ada beberpa daerah yang kering, juga ada yang airnya tidak  masuk dalam toko hanya di jalan saja, ritel-ritel modern kita sudah  mulai buka,&quot; ujarnya.</content:encoded></item></channel></rss>
