<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Akibat Banjir Kerugian Pengusaha Ritel Capai Rp1 Triliun</title><description>Banjir yang terjadi di sejumlah kawasan Jabodetabek pada awal tahun 2020, membuat kerugian besar bagi pengusaha ritel.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/01/04/320/2149317/akibat-banjir-kerugian-pengusaha-ritel-capai-rp1-triliun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/01/04/320/2149317/akibat-banjir-kerugian-pengusaha-ritel-capai-rp1-triliun"/><item><title>Akibat Banjir Kerugian Pengusaha Ritel Capai Rp1 Triliun</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/01/04/320/2149317/akibat-banjir-kerugian-pengusaha-ritel-capai-rp1-triliun</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/01/04/320/2149317/akibat-banjir-kerugian-pengusaha-ritel-capai-rp1-triliun</guid><pubDate>Sabtu 04 Januari 2020 19:54 WIB</pubDate><dc:creator>Yohana Artha Uly</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/01/04/320/2149317/akibat-banjir-kerugian-pengusaha-ritel-capai-rp1-triliun-yTIsijU4Ye.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi Kerugian Pengusaha Ritel Akibat Banjir (Foto: Okezone.com/Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/01/04/320/2149317/akibat-banjir-kerugian-pengusaha-ritel-capai-rp1-triliun-yTIsijU4Ye.jpg</image><title>Ilustrasi Kerugian Pengusaha Ritel Akibat Banjir (Foto: Okezone.com/Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Banjir yang terjadi di sejumlah kawasan Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi (Jabodetabek) pada awal tahun 2020, membuat kerugian besar bagi pengusaha ritel. Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Roy Mandey menyebut kerugian akibat banjir mencapai Rp1 triliun.
Kerugian itu berdasarkan perhitungan sementara jumlah toko yang tutup akibat banjir dengan jumlah penduduk yang terdampak banjir. Serta dengan memperhitungkan rata-rata pengeluaran masyarakat pada akhir tahun.
&quot;Potensi kerugian akibat tidak adanya transaksi karena toko tutup akibat banjir,&quot; ujar Roy kepada Okezone, Jakarta, Sabtu (4/1/2020).
&amp;lt;img src=&quot;https://a.okezone.com/photos/2020/01/03/60150/309898_medium.jpg&quot; alt=&quot;Mobil-Mobil yang Menumpuk Pascabanjir di Pondok Gede Permai Bekasi&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Menurutnya, untuk wilayah Jakarta tercatat 300 toko ritel yang tutup, itu hanya ritel yang tergabung dalam Aprindo. Sementara jumlah masrakat yang terdampak banjir tercatat mencapai 32.000 orang.
Roy menyatakan, jika konsumsi per orang saja biasanya Rp100.000 pada malam tahun baru, maka potensi kerugian mendekati Rp1 triliun.
&quot;Berarti kan 32.000 orang ini kalau transaksi saja minimal Rp100 ribu dan 300 toko tutup, potensi kerugiannya itu kan hampir Rp1 tiliun,&quot; jelasnya.
Baca Juga:  Jokowi Ingatkan Basuki Bersiap Hadapi Puncak Musim Hujan di Pertengahan Januari
Dia mengatakan, nilai kerugian itu dapat bertambah signifikan  kedepannya. Lantaran, nilai tersebut belum memperhitungkan kerugian pada  ritel-ritel yang ada di dalam mal di wilayah Jakarta.
Banjir mungkin tak membuat mal tutup karena tak masuk ke dalam  gedung, namun jalan akses menuju mal yang terendam banjir menghalangi  konsumen. Masayrakat lebih memilih mengurungkan niat pergi mal karena  sebagian besar jalan terendam.
&quot;Artinya meskipun mal buka tapi tidak ada pembelian di toko-toko ritel dalam mal itu,&quot; katanya.
&amp;lt;img src=&quot;https://a-k.okeinfo.net/photos/2020/01/03/60158/309953_medium.jpg&quot; alt=&quot;Jalan Panjang Masih Terendam Banjir&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Selain itu, nilai kerugian juga akan muncul akibat perlunya renovasi  toko usai banjir, barang-barang toko khususnya elektronik yang rusak,  produk-produk yang terbuang karena rusak, serta kerugian akibat harus  kembali mengisi pasokan produk di toko.
&quot;Jadi nilai kerugian bisa bertambah signifikan melebihi nilai Rp1 triliun itu,&quot; katanya.
Baca Juga: Dampak Banjir, 300 Toko Ritel di Jakarta Tutup</description><content:encoded>JAKARTA - Banjir yang terjadi di sejumlah kawasan Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi (Jabodetabek) pada awal tahun 2020, membuat kerugian besar bagi pengusaha ritel. Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Roy Mandey menyebut kerugian akibat banjir mencapai Rp1 triliun.
Kerugian itu berdasarkan perhitungan sementara jumlah toko yang tutup akibat banjir dengan jumlah penduduk yang terdampak banjir. Serta dengan memperhitungkan rata-rata pengeluaran masyarakat pada akhir tahun.
&quot;Potensi kerugian akibat tidak adanya transaksi karena toko tutup akibat banjir,&quot; ujar Roy kepada Okezone, Jakarta, Sabtu (4/1/2020).
&amp;lt;img src=&quot;https://a.okezone.com/photos/2020/01/03/60150/309898_medium.jpg&quot; alt=&quot;Mobil-Mobil yang Menumpuk Pascabanjir di Pondok Gede Permai Bekasi&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Menurutnya, untuk wilayah Jakarta tercatat 300 toko ritel yang tutup, itu hanya ritel yang tergabung dalam Aprindo. Sementara jumlah masrakat yang terdampak banjir tercatat mencapai 32.000 orang.
Roy menyatakan, jika konsumsi per orang saja biasanya Rp100.000 pada malam tahun baru, maka potensi kerugian mendekati Rp1 triliun.
&quot;Berarti kan 32.000 orang ini kalau transaksi saja minimal Rp100 ribu dan 300 toko tutup, potensi kerugiannya itu kan hampir Rp1 tiliun,&quot; jelasnya.
Baca Juga:  Jokowi Ingatkan Basuki Bersiap Hadapi Puncak Musim Hujan di Pertengahan Januari
Dia mengatakan, nilai kerugian itu dapat bertambah signifikan  kedepannya. Lantaran, nilai tersebut belum memperhitungkan kerugian pada  ritel-ritel yang ada di dalam mal di wilayah Jakarta.
Banjir mungkin tak membuat mal tutup karena tak masuk ke dalam  gedung, namun jalan akses menuju mal yang terendam banjir menghalangi  konsumen. Masayrakat lebih memilih mengurungkan niat pergi mal karena  sebagian besar jalan terendam.
&quot;Artinya meskipun mal buka tapi tidak ada pembelian di toko-toko ritel dalam mal itu,&quot; katanya.
&amp;lt;img src=&quot;https://a-k.okeinfo.net/photos/2020/01/03/60158/309953_medium.jpg&quot; alt=&quot;Jalan Panjang Masih Terendam Banjir&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Selain itu, nilai kerugian juga akan muncul akibat perlunya renovasi  toko usai banjir, barang-barang toko khususnya elektronik yang rusak,  produk-produk yang terbuang karena rusak, serta kerugian akibat harus  kembali mengisi pasokan produk di toko.
&quot;Jadi nilai kerugian bisa bertambah signifikan melebihi nilai Rp1 triliun itu,&quot; katanya.
Baca Juga: Dampak Banjir, 300 Toko Ritel di Jakarta Tutup</content:encoded></item></channel></rss>
