<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Realisasi APBN 2019: Belanja Rp2.310 Triliun, Penerimaan Hanya Rp1.957 Triliun</title><description>Realisasi belanja di tahun 2019 terdiri dari belanja pemerintah pusat sebesar Rp1.498,9 triliun atau mencapai 91,7% dari pagu</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/01/07/20/2150172/realisasi-apbn-2019-belanja-rp2-310-triliun-penerimaan-hanya-rp1-957-triliun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/01/07/20/2150172/realisasi-apbn-2019-belanja-rp2-310-triliun-penerimaan-hanya-rp1-957-triliun"/><item><title>Realisasi APBN 2019: Belanja Rp2.310 Triliun, Penerimaan Hanya Rp1.957 Triliun</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/01/07/20/2150172/realisasi-apbn-2019-belanja-rp2-310-triliun-penerimaan-hanya-rp1-957-triliun</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/01/07/20/2150172/realisasi-apbn-2019-belanja-rp2-310-triliun-penerimaan-hanya-rp1-957-triliun</guid><pubDate>Selasa 07 Januari 2020 13:28 WIB</pubDate><dc:creator>Yohana Artha Uly</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/01/07/20/2150172/realisasi-apbn-2019-belanja-rp2-310-triliun-penerimaan-hanya-rp1-957-triliun-OIeHRbl9al.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menteri Keuangan Sri Mulyani (Foto: Okezone.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/01/07/20/2150172/realisasi-apbn-2019-belanja-rp2-310-triliun-penerimaan-hanya-rp1-957-triliun-OIeHRbl9al.jpg</image><title>Menteri Keuangan Sri Mulyani (Foto: Okezone.com)</title></images><description>JAKARTA - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatatkan pemerintah pusat telah membelanjakan anggaran sebesar Rp2.310,2 triliun di sepanjang 2019. Realisasi belanja itu setara 93,9% dari pagu dalam APBN 2019 sebesar Rp2.461,1 triliun.
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menjelaskan, belanja negara tersebut tercatat tumbuh 4,4% dibandingkan realisasi belanja pemerintah negara di tahun 2018 yang sebesar Rp2.213,1 triliun.
Baca Juga: Lebih Besar dari Target, Defisit APBN Capai Rp353 Triliun di 2019
&quot;Bila dibandingkan tahun sebelumnya, yang tumbuh mencapai 10,3%, jadi pertumbuhan tahun ini yang 4,4% memang lebih rendah,&quot; ujarnya dalam konferensi pers di Kantor Kemenkeu, Jakarta, Selasa (7/1/2020).
Realisasi belanja di tahun 2019 terdiri dari belanja pemerintah pusat sebesar Rp1.498,9 triliun atau mencapai 91,7% dari pagu yang sebesar Rp1.634,3 triliun.

Secara rinci mencakup belanja kementerian/lembaga (K/L) Rp876,4 triliun yang mencapai 102,4% dari pagu, belanja non K/L sebesar Rp622,6 triliun atau sudah mencapai 79,9% dari pagu, serta belanja subsidi sebesar Rp201,8 triliun atau sudah mencapai 90% dari pagu.
Baca Juga: Serapan Belanja Negara Rp2.067 Triliun, Wamenkeu: Paling Tinggi 5 Tahun Terakhir
Kemudian terdiri juga dari belanja tranfer ke daerah dan dana desa (TKDD) sebesar Rp811,3 triliun. Realisasi ini  mencapai 98,1% dari pagu yang sebesar Rp826,8 triliun.
&quot;Untuk belanja K/L tahun 2018 itu realisasinya bisa 100% dan tumbuh 10,6% dari tahun sebelumnya, jadi belanja K/L tahun 2019 pertumbuhannya 3,5%, masih lebih rendah dari tahun sebelumnya,&quot; jelas dia.
Sementara itu, penerimaan negara yang terkumpul tercatat sebesar Rp1.957,2 triliun atau 90,4% dari target APBN 2019 yang sebesar Rp2.165,1 triliun. Angka ini hanya tumbuh 0,7% dibandingkan periode akhir 2018 sebesar Rp1.943,7 triliun.Realisasi itu berasal dari penerimaan perpajakan mencapai Rp1.545,3  triliun atau sudah mencapai 86,5% dari target yang sebesar Rp1.786,4  triliun. Angka ini pun tumbuh tipis 1,7% dibandingkan realisasi periode  tahun sebelumnya yang sebesar Rp 1.518,8 triliun.
Kemudian dari pendapatan negara bukan pajak (PNBP) sebesar Rp405  triliun atau setara dengan 107,1% dari target yang sebesar Rp378,3  triliun. Angka ini turun 1% dari realisasi tahun 2018 yang sebesar  Rp409,3 triliun.
Sementara dana hibah berhasil terkumpul mencapai Rp6,8 triliun atau tumbuh sebesar 1.560% dari target yang sebesar Rp400 miliar.
&quot;Pendapatan negara memang mengalami tekanan karena rembesan pelemahan  global, terlihat dari pendapatan perpajakan kita. Namun dari PNBP kita  masih cukup baik meskipun mengalami tekanan dari komoditas,&quot; jelas Sri  Mulyani.</description><content:encoded>JAKARTA - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatatkan pemerintah pusat telah membelanjakan anggaran sebesar Rp2.310,2 triliun di sepanjang 2019. Realisasi belanja itu setara 93,9% dari pagu dalam APBN 2019 sebesar Rp2.461,1 triliun.
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menjelaskan, belanja negara tersebut tercatat tumbuh 4,4% dibandingkan realisasi belanja pemerintah negara di tahun 2018 yang sebesar Rp2.213,1 triliun.
Baca Juga: Lebih Besar dari Target, Defisit APBN Capai Rp353 Triliun di 2019
&quot;Bila dibandingkan tahun sebelumnya, yang tumbuh mencapai 10,3%, jadi pertumbuhan tahun ini yang 4,4% memang lebih rendah,&quot; ujarnya dalam konferensi pers di Kantor Kemenkeu, Jakarta, Selasa (7/1/2020).
Realisasi belanja di tahun 2019 terdiri dari belanja pemerintah pusat sebesar Rp1.498,9 triliun atau mencapai 91,7% dari pagu yang sebesar Rp1.634,3 triliun.

Secara rinci mencakup belanja kementerian/lembaga (K/L) Rp876,4 triliun yang mencapai 102,4% dari pagu, belanja non K/L sebesar Rp622,6 triliun atau sudah mencapai 79,9% dari pagu, serta belanja subsidi sebesar Rp201,8 triliun atau sudah mencapai 90% dari pagu.
Baca Juga: Serapan Belanja Negara Rp2.067 Triliun, Wamenkeu: Paling Tinggi 5 Tahun Terakhir
Kemudian terdiri juga dari belanja tranfer ke daerah dan dana desa (TKDD) sebesar Rp811,3 triliun. Realisasi ini  mencapai 98,1% dari pagu yang sebesar Rp826,8 triliun.
&quot;Untuk belanja K/L tahun 2018 itu realisasinya bisa 100% dan tumbuh 10,6% dari tahun sebelumnya, jadi belanja K/L tahun 2019 pertumbuhannya 3,5%, masih lebih rendah dari tahun sebelumnya,&quot; jelas dia.
Sementara itu, penerimaan negara yang terkumpul tercatat sebesar Rp1.957,2 triliun atau 90,4% dari target APBN 2019 yang sebesar Rp2.165,1 triliun. Angka ini hanya tumbuh 0,7% dibandingkan periode akhir 2018 sebesar Rp1.943,7 triliun.Realisasi itu berasal dari penerimaan perpajakan mencapai Rp1.545,3  triliun atau sudah mencapai 86,5% dari target yang sebesar Rp1.786,4  triliun. Angka ini pun tumbuh tipis 1,7% dibandingkan realisasi periode  tahun sebelumnya yang sebesar Rp 1.518,8 triliun.
Kemudian dari pendapatan negara bukan pajak (PNBP) sebesar Rp405  triliun atau setara dengan 107,1% dari target yang sebesar Rp378,3  triliun. Angka ini turun 1% dari realisasi tahun 2018 yang sebesar  Rp409,3 triliun.
Sementara dana hibah berhasil terkumpul mencapai Rp6,8 triliun atau tumbuh sebesar 1.560% dari target yang sebesar Rp400 miliar.
&quot;Pendapatan negara memang mengalami tekanan karena rembesan pelemahan  global, terlihat dari pendapatan perpajakan kita. Namun dari PNBP kita  masih cukup baik meskipun mengalami tekanan dari komoditas,&quot; jelas Sri  Mulyani.</content:encoded></item></channel></rss>
