<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sri Mulyani Sebut Rasio Utang RI Masih Aman, Simak Penjelasannya!</title><description>Sri Mulyani Indrawati memastikan rasio utang pemerintah masih terjaga  aman yakni sebesar 29,8% terhadap PDB hingga  akhir Desember 2019.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/01/07/20/2150256/sri-mulyani-sebut-rasio-utang-ri-masih-aman-simak-penjelasannya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/01/07/20/2150256/sri-mulyani-sebut-rasio-utang-ri-masih-aman-simak-penjelasannya"/><item><title>Sri Mulyani Sebut Rasio Utang RI Masih Aman, Simak Penjelasannya!</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/01/07/20/2150256/sri-mulyani-sebut-rasio-utang-ri-masih-aman-simak-penjelasannya</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/01/07/20/2150256/sri-mulyani-sebut-rasio-utang-ri-masih-aman-simak-penjelasannya</guid><pubDate>Selasa 07 Januari 2020 16:11 WIB</pubDate><dc:creator>Yohana Artha Uly</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/01/07/20/2150256/sri-mulyani-rasio-utang-ri-masih-aman-simak-penjelasannya-0FNUG0eNtt.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati (Foto: Okezone.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/01/07/20/2150256/sri-mulyani-rasio-utang-ri-masih-aman-simak-penjelasannya-0FNUG0eNtt.jpeg</image><title>Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati (Foto: Okezone.com)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memastikan rasio utang pemerintah masih terjaga aman yakni sebesar 29,8% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) hingga akhir Desember 2019. Dia bilang, realisasi lebih baik dari negara-negara emerging market lainnya.
Dalam UU 17/2013 tentang Keuangan Negara diatur rasio utang pemerintah diperbolehkan hingga menyentuh 60% dari PDB.
Baca Juga: Utang Luar Negeri Naik 8,8% Jadi Rp5.567,5 Triliun pada Agustus 2019
Adapun posisi utang pemerintah mencapai Rp4.778 triliun per 31 Desember 2019, turun bila dibandingkan pada posisi November 2019 yang sebesar Rp4.814,31 triliun.
&quot;Rasio utang Indonesia lebih rendah dibandingkan negara tetangga dan negara emerging market lainnya yang rata-rata rasio utangnya 50% dari PDB,&quot; ujar Sri Mulyani dalam konferensi pers di Kantor Kemenkeu, Jakarta, Selasa (7/1/2020).

Menurutnya, rasio utang Filipina mencapai 38,9% dari PDB, Malaysia sebesar 55,6% dari PDB, dan Singapura sebesar 113,6% dari PDB. Sementara untuk negara emerging country dan negara berkembang rata-rata memiliki rasio utang 50,6% dari PDB, sementara rata-rata rasio utang negara maju sebesar 102% dari PDB.
Dia memastikan, ke depan pemerintah akan terus menjaga kehati-hatian dalam pengelolaan utang. Sehingga APBN dapat digunakan sebagai instrumen untuk mendorong pembangunan Indonesia.
&quot;Tentu kami akan tetap jaga kehati-hatian ini karena memang APBN harus dijaga kesehatannya supaya tetap bisa memberikan manfaat yang luas pada masyarakat dan perekonomian,&quot; jelasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memastikan rasio utang pemerintah masih terjaga aman yakni sebesar 29,8% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) hingga akhir Desember 2019. Dia bilang, realisasi lebih baik dari negara-negara emerging market lainnya.
Dalam UU 17/2013 tentang Keuangan Negara diatur rasio utang pemerintah diperbolehkan hingga menyentuh 60% dari PDB.
Baca Juga: Utang Luar Negeri Naik 8,8% Jadi Rp5.567,5 Triliun pada Agustus 2019
Adapun posisi utang pemerintah mencapai Rp4.778 triliun per 31 Desember 2019, turun bila dibandingkan pada posisi November 2019 yang sebesar Rp4.814,31 triliun.
&quot;Rasio utang Indonesia lebih rendah dibandingkan negara tetangga dan negara emerging market lainnya yang rata-rata rasio utangnya 50% dari PDB,&quot; ujar Sri Mulyani dalam konferensi pers di Kantor Kemenkeu, Jakarta, Selasa (7/1/2020).

Menurutnya, rasio utang Filipina mencapai 38,9% dari PDB, Malaysia sebesar 55,6% dari PDB, dan Singapura sebesar 113,6% dari PDB. Sementara untuk negara emerging country dan negara berkembang rata-rata memiliki rasio utang 50,6% dari PDB, sementara rata-rata rasio utang negara maju sebesar 102% dari PDB.
Dia memastikan, ke depan pemerintah akan terus menjaga kehati-hatian dalam pengelolaan utang. Sehingga APBN dapat digunakan sebagai instrumen untuk mendorong pembangunan Indonesia.
&quot;Tentu kami akan tetap jaga kehati-hatian ini karena memang APBN harus dijaga kesehatannya supaya tetap bisa memberikan manfaat yang luas pada masyarakat dan perekonomian,&quot; jelasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
