<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>   Utang Pemerintah Tembus Rp4.778 Triliun, Setahun Tambah Rp359,7 Triliun</title><description>Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat posisi utang pemerintah sebesar Rp4.778 triliun hingga akhir Desember 2019.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/01/07/20/2150287/utang-pemerintah-tembus-rp4-778-triliun-setahun-tambah-rp359-7-triliun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/01/07/20/2150287/utang-pemerintah-tembus-rp4-778-triliun-setahun-tambah-rp359-7-triliun"/><item><title>   Utang Pemerintah Tembus Rp4.778 Triliun, Setahun Tambah Rp359,7 Triliun</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/01/07/20/2150287/utang-pemerintah-tembus-rp4-778-triliun-setahun-tambah-rp359-7-triliun</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/01/07/20/2150287/utang-pemerintah-tembus-rp4-778-triliun-setahun-tambah-rp359-7-triliun</guid><pubDate>Selasa 07 Januari 2020 17:26 WIB</pubDate><dc:creator>Yohana Artha Uly</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/01/07/20/2150287/utang-pemerintah-tembus-rp4-778-triliun-setahun-tambah-rp359-7-triliun-DGvAyFAoeT.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Utang Pemerintah (Foto: Okezone.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/01/07/20/2150287/utang-pemerintah-tembus-rp4-778-triliun-setahun-tambah-rp359-7-triliun-DGvAyFAoeT.jpg</image><title>Utang Pemerintah (Foto: Okezone.com)</title></images><description>JAKARTA - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat posisi utang pemerintah sebesar Rp4.778 triliun hingga akhir Desember 2019. Angka itu setara dengan rasio utang pemerintah sebesar 29,8% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).
Baca Juga: Sri Mulyani Sebut Rasio Utang RI Masih Aman, Simak Penjelasannya!
Bila dilihat dari posisi utang yang pada Desember 2018 sebesar Rp4.418,3 triliun, maka sepanjang tahun 2019 utang pemerintah bertambah sebesar Rp359,7 triliun.

Meski demikian, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memastikan  rasio utang pemerintah masih terjaga aman, bahkan lebih baik dari negara-negara emerging market lainnya. Dalam UU 17/2013 tentang Keuangan Negara diatur rasio utang pemerintah diperbolehkan hingga menyentuh 60% dari PDB.
Baca Juga: Penerimaan Cuma 84,4%, Kekurangan Pajak 2019 Capai Rp245,5 Triliun
&quot;Rasio utang Indonesia lebih rendah dibandingkan negara tetangga dan negara emerging market lainnya yang rata-rata rasio utangnya 50% dari PDB,&quot; ujar Sri Mulyani dlamakonferensi pers di Kantor Kemenkeu, Jakarta, Selasa (7/1/2020).
&amp;lt;img src=&quot;https://a.okezone.com/photos/2019/01/18/55421/280681_medium.jpg&quot; alt=&quot;Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar AS Menguat 14 Poin&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;Menurutnya, rasio utang Filipina mencapai 38,9% dari PDB, Malaysia  sebesar 55,6% dari PDB, dan Singapura sebesar 113,6% dari PDB. Sementara  untuk negara emerging country dan negara berkembang rata-rata memiliki  rasio utang 50,6% dari PDB, sementara rata-rata rasio utang negara maju  sebesar 102% dari PDB.

Dia memastikan, kedepan pemerintah akan terus menjaga kehati-hatian  dalam pengelolaan utang. Sehingga APBN dapat digunakan sebagai instrumen  untuk mendorong pembangunan Indonesia.

&quot;Tentu kami akan tetap jaga kehati-hatian ini karena memang APBN  harus dijaga kesehatannya supaya tetap bisa memberikan manfaat yang luas  pada masyarakat dan perekonomian,&quot; jelasnya.
</description><content:encoded>JAKARTA - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat posisi utang pemerintah sebesar Rp4.778 triliun hingga akhir Desember 2019. Angka itu setara dengan rasio utang pemerintah sebesar 29,8% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).
Baca Juga: Sri Mulyani Sebut Rasio Utang RI Masih Aman, Simak Penjelasannya!
Bila dilihat dari posisi utang yang pada Desember 2018 sebesar Rp4.418,3 triliun, maka sepanjang tahun 2019 utang pemerintah bertambah sebesar Rp359,7 triliun.

Meski demikian, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memastikan  rasio utang pemerintah masih terjaga aman, bahkan lebih baik dari negara-negara emerging market lainnya. Dalam UU 17/2013 tentang Keuangan Negara diatur rasio utang pemerintah diperbolehkan hingga menyentuh 60% dari PDB.
Baca Juga: Penerimaan Cuma 84,4%, Kekurangan Pajak 2019 Capai Rp245,5 Triliun
&quot;Rasio utang Indonesia lebih rendah dibandingkan negara tetangga dan negara emerging market lainnya yang rata-rata rasio utangnya 50% dari PDB,&quot; ujar Sri Mulyani dlamakonferensi pers di Kantor Kemenkeu, Jakarta, Selasa (7/1/2020).
&amp;lt;img src=&quot;https://a.okezone.com/photos/2019/01/18/55421/280681_medium.jpg&quot; alt=&quot;Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar AS Menguat 14 Poin&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;Menurutnya, rasio utang Filipina mencapai 38,9% dari PDB, Malaysia  sebesar 55,6% dari PDB, dan Singapura sebesar 113,6% dari PDB. Sementara  untuk negara emerging country dan negara berkembang rata-rata memiliki  rasio utang 50,6% dari PDB, sementara rata-rata rasio utang negara maju  sebesar 102% dari PDB.

Dia memastikan, kedepan pemerintah akan terus menjaga kehati-hatian  dalam pengelolaan utang. Sehingga APBN dapat digunakan sebagai instrumen  untuk mendorong pembangunan Indonesia.

&quot;Tentu kami akan tetap jaga kehati-hatian ini karena memang APBN  harus dijaga kesehatannya supaya tetap bisa memberikan manfaat yang luas  pada masyarakat dan perekonomian,&quot; jelasnya.
</content:encoded></item></channel></rss>
