<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Penerimaan Bea Cukai Lampaui Target Rp213,1 Triliun, Rokok Mendominasi</title><description>Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat kinerja penerimaan negara dari bea cukai melampaui target.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/01/07/20/2150369/penerimaan-bea-cukai-lampaui-target-rp213-1-triliun-rokok-mendominasi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/01/07/20/2150369/penerimaan-bea-cukai-lampaui-target-rp213-1-triliun-rokok-mendominasi"/><item><title>Penerimaan Bea Cukai Lampaui Target Rp213,1 Triliun, Rokok Mendominasi</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/01/07/20/2150369/penerimaan-bea-cukai-lampaui-target-rp213-1-triliun-rokok-mendominasi</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/01/07/20/2150369/penerimaan-bea-cukai-lampaui-target-rp213-1-triliun-rokok-mendominasi</guid><pubDate>Selasa 07 Januari 2020 19:23 WIB</pubDate><dc:creator>Yohana Artha Uly</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/01/07/20/2150369/penerimaan-bea-cukai-lampaui-target-rp213-1-triliun-rokok-mendominasi-tqma6dz8m1.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Penerimaan Bea Cukai Lampaui Target (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/01/07/20/2150369/penerimaan-bea-cukai-lampaui-target-rp213-1-triliun-rokok-mendominasi-tqma6dz8m1.jpg</image><title>Penerimaan Bea Cukai Lampaui Target (Foto: Reuters)</title></images><description>
JAKARTA - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat kinerja penerimaan negara dari bea cukai melampaui target   yang ditetapkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2019. Hingga akhir tahun penerimaan bea cukai mencapai Rp213,1 triliun, melampaui target yang ditetapkan senilai Rp208,8 triliun.
Baca Juga: Sisa 1,5 Bulan, Penerimaan Bea dan Cukai Capai Rp165,4 Triliun
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menjelaskan, penerimaan itu terdiri cukai senilai Rp172,3 triliun atau tumbuh 8% dari tahun sebelumnya. Capaian tersebut melebihi target yang ditetapkan dalam APBN senilai Rp165,5 triliun.

&quot;Untuk Bea Cukai di 2019 masih cukup baik kinerjanya, itu terlihat dari penerimaan dari cukai hasil tembakau,&quot; ujarnya dalam konferensi pers di Kantor Kemenkeu, Jakarta, Selasa (7/1/2020).
Baca Juga: Rokok Jadi Andalan, Penerimaan Cukai di Desember Bisa Raup Rp30 Triliun
Penerimaan cukai hasil tembakau (CHT) hingga akhir Desember 2019 tercatat senilai Rp164,8 triliun. Angka itu melebihi target yang ditetapkan dalam anggaran negara yang sebesar Rp158,8 triliun.

Kemudian, penerimaan cukai dari minuman mengandung etil alkohol  (MMEA) hingga akhir 2019 mencapai Rp7,3 triliun. Realiasi tersebut  melebihi target yang di patok sebesar Rp5,9 triliun.

Serta penerimaan cukai dari etil alkohol (EA) hingga akhir Desember  2019 tercatat mencapai Rp120 miliar. Realisasi penerimaan tersebut masih  di bawah target yang sebesar Rp160 miliar.

&quot;Kinerja baik di sektor cukai ini juga didukung penindakan atas  peredaran rokok ilegal yang berhasil ditekan dari yang di atas 7% dan  sekarang minta peredaran rokok ilegal di bawah 3%,&quot; ungkap Sri Mulyani.

Sementara itu, penerimaan dari sisi kepabeanan hingga akhir tahun  2019 mengalami tekanan lantaran lesunya aktivitas perdagangan  internasional. Kondisi itu berdampak pada penerimaan dari bea masuk dan  bea keluar yang tidak mampu memenuhi target.

Penerimaan bea masuk tercatat mencapai Rp37,4 triliun, masih di bawah  target yang sebesar Rp38,9 triliun dan terkontraksi dengan pertumbuhan  negatif 4,27%. Serta penerimaan dari bea keluar mencapai Rp3,4 triliun,  di bawah target yang mencapai Rp4,4 triliun dan tumbuh negatif 48,5%.

</description><content:encoded>
JAKARTA - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat kinerja penerimaan negara dari bea cukai melampaui target   yang ditetapkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2019. Hingga akhir tahun penerimaan bea cukai mencapai Rp213,1 triliun, melampaui target yang ditetapkan senilai Rp208,8 triliun.
Baca Juga: Sisa 1,5 Bulan, Penerimaan Bea dan Cukai Capai Rp165,4 Triliun
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menjelaskan, penerimaan itu terdiri cukai senilai Rp172,3 triliun atau tumbuh 8% dari tahun sebelumnya. Capaian tersebut melebihi target yang ditetapkan dalam APBN senilai Rp165,5 triliun.

&quot;Untuk Bea Cukai di 2019 masih cukup baik kinerjanya, itu terlihat dari penerimaan dari cukai hasil tembakau,&quot; ujarnya dalam konferensi pers di Kantor Kemenkeu, Jakarta, Selasa (7/1/2020).
Baca Juga: Rokok Jadi Andalan, Penerimaan Cukai di Desember Bisa Raup Rp30 Triliun
Penerimaan cukai hasil tembakau (CHT) hingga akhir Desember 2019 tercatat senilai Rp164,8 triliun. Angka itu melebihi target yang ditetapkan dalam anggaran negara yang sebesar Rp158,8 triliun.

Kemudian, penerimaan cukai dari minuman mengandung etil alkohol  (MMEA) hingga akhir 2019 mencapai Rp7,3 triliun. Realiasi tersebut  melebihi target yang di patok sebesar Rp5,9 triliun.

Serta penerimaan cukai dari etil alkohol (EA) hingga akhir Desember  2019 tercatat mencapai Rp120 miliar. Realisasi penerimaan tersebut masih  di bawah target yang sebesar Rp160 miliar.

&quot;Kinerja baik di sektor cukai ini juga didukung penindakan atas  peredaran rokok ilegal yang berhasil ditekan dari yang di atas 7% dan  sekarang minta peredaran rokok ilegal di bawah 3%,&quot; ungkap Sri Mulyani.

Sementara itu, penerimaan dari sisi kepabeanan hingga akhir tahun  2019 mengalami tekanan lantaran lesunya aktivitas perdagangan  internasional. Kondisi itu berdampak pada penerimaan dari bea masuk dan  bea keluar yang tidak mampu memenuhi target.

Penerimaan bea masuk tercatat mencapai Rp37,4 triliun, masih di bawah  target yang sebesar Rp38,9 triliun dan terkontraksi dengan pertumbuhan  negatif 4,27%. Serta penerimaan dari bea keluar mencapai Rp3,4 triliun,  di bawah target yang mencapai Rp4,4 triliun dan tumbuh negatif 48,5%.

</content:encoded></item></channel></rss>
