<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Soal Memanasnya AS-Iran, Menko Luhut: Indonesia Rileks Investasi Baik-Baik Saja</title><description>Ketegangan yang terjadi antara Amerika Serikat (AS) dan Iran tak mempengaruhi masuknya investasi ke Indonesia.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/01/07/320/2150091/soal-memanasnya-as-iran-menko-luhut-indonesia-rileks-investasi-baik-baik-saja</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/01/07/320/2150091/soal-memanasnya-as-iran-menko-luhut-indonesia-rileks-investasi-baik-baik-saja"/><item><title>Soal Memanasnya AS-Iran, Menko Luhut: Indonesia Rileks Investasi Baik-Baik Saja</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/01/07/320/2150091/soal-memanasnya-as-iran-menko-luhut-indonesia-rileks-investasi-baik-baik-saja</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/01/07/320/2150091/soal-memanasnya-as-iran-menko-luhut-indonesia-rileks-investasi-baik-baik-saja</guid><pubDate>Selasa 07 Januari 2020 09:30 WIB</pubDate><dc:creator>Yohana Artha Uly</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/01/07/320/2150091/soal-memanasnya-as-iran-menko-luhut-indonesia-rileks-investasi-baik-baik-saja-LdPze4yawz.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan (Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/01/07/320/2150091/soal-memanasnya-as-iran-menko-luhut-indonesia-rileks-investasi-baik-baik-saja-LdPze4yawz.jpg</image><title>Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan (Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan menyatakan, ketegangan yang terjadi antara Amerika Serikat (AS) dan Iran tak mempengaruhi masuknya investasi ke Indonesia. Bahkan, dirinya tak khawatir terkait kenaikan harga minyak mentah dunia imbas ketegangan tersebut.

&quot;Di sana tegang-tegang, di sini rileks. Makanya jangan dikit-dikit tegang lah,&quot; katanya ditemui di Kantor Kemenko Maritim dan Investasi, Jakarta, Senin (6/1/2020) malam.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Uni Emirat Arab Bakal Investasi USD20 Miliar, Kesepakatannya Diteken Pekan Depan
Justru kondisi yang baik-baik saja tercermin dari relasi Indonesia dengan AS yang tetap terjaga. Luhut bilang, Perwakilan US International Development Finance Corporation (DFC) akan datang ke Indonesia pada Jumat (10/1/2020) mendatang.
&amp;nbsp;
Lembaga independen tersebut bakal datang untuk membawa investasi pada proyek-proyek dalam negeri. &quot;Mereka akan datang kemari bawa uang untuk investasi di BUMN dan juga di beberapa proyek,&quot; kata dia.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Presiden: RUU Omnibus Law Harus Selesai Minggu Ini
Kendati demikian, Luhut enggan merinci berapa besaran investasi yang akan mengalir ke Indonesia tersebut. &quot;Cuma beberapa miliar,&quot; imbuhnya

Luhut juga memastikan tidak khawatir terkait kenaikan harga minyak global akibat ketegangan yang terjadi antara AS dan Iran. Menurutnya, Indonesia saat ini tetap baik-baik saja terkait harga bahan bakar minyak.
 
&amp;nbsp;Baca juga: RUU Omnibus Law Berikan Jaminan untuk Korban PHK
&quot;Ya enggak apa-apa, kita so far good-good saja,&quot; katanya.

Seperti diketahui, serangan AS ke Baghdad telah menewaskan Jenderal Iran Qasem Soleimani. Serangan yang sama juga diduga telah menewaskan Abu Mahdi al-Muhandis Irak, wakil komandan milisi yang didukung Iran.Hal ini membuat terjadi ketegangan antar negara tersebut. Mengutip  CNBC, Jakarta, Senin (6/1/2020), harga minyak diperkirakan akan melonjak  USD80 per barel. Hal ini terjadi jika ketegangan geopolitik mengganggu  pasokan minyak mentah di Timur Tengah.

Analis mengatakan, pelaku pasar di sektor energi gelisah setelah  serangan udara Amerika Serikat menewaskan personil militer Iran dan  Irak.

Saat ini, minyak mentah jenis brent diperdagangkan di harga USD69,85  per barel. Di mana, harga tersebut naik 3,6% dibandingkan sebelumnya di  USD69,16 per barel.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan menyatakan, ketegangan yang terjadi antara Amerika Serikat (AS) dan Iran tak mempengaruhi masuknya investasi ke Indonesia. Bahkan, dirinya tak khawatir terkait kenaikan harga minyak mentah dunia imbas ketegangan tersebut.

&quot;Di sana tegang-tegang, di sini rileks. Makanya jangan dikit-dikit tegang lah,&quot; katanya ditemui di Kantor Kemenko Maritim dan Investasi, Jakarta, Senin (6/1/2020) malam.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Uni Emirat Arab Bakal Investasi USD20 Miliar, Kesepakatannya Diteken Pekan Depan
Justru kondisi yang baik-baik saja tercermin dari relasi Indonesia dengan AS yang tetap terjaga. Luhut bilang, Perwakilan US International Development Finance Corporation (DFC) akan datang ke Indonesia pada Jumat (10/1/2020) mendatang.
&amp;nbsp;
Lembaga independen tersebut bakal datang untuk membawa investasi pada proyek-proyek dalam negeri. &quot;Mereka akan datang kemari bawa uang untuk investasi di BUMN dan juga di beberapa proyek,&quot; kata dia.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Presiden: RUU Omnibus Law Harus Selesai Minggu Ini
Kendati demikian, Luhut enggan merinci berapa besaran investasi yang akan mengalir ke Indonesia tersebut. &quot;Cuma beberapa miliar,&quot; imbuhnya

Luhut juga memastikan tidak khawatir terkait kenaikan harga minyak global akibat ketegangan yang terjadi antara AS dan Iran. Menurutnya, Indonesia saat ini tetap baik-baik saja terkait harga bahan bakar minyak.
 
&amp;nbsp;Baca juga: RUU Omnibus Law Berikan Jaminan untuk Korban PHK
&quot;Ya enggak apa-apa, kita so far good-good saja,&quot; katanya.

Seperti diketahui, serangan AS ke Baghdad telah menewaskan Jenderal Iran Qasem Soleimani. Serangan yang sama juga diduga telah menewaskan Abu Mahdi al-Muhandis Irak, wakil komandan milisi yang didukung Iran.Hal ini membuat terjadi ketegangan antar negara tersebut. Mengutip  CNBC, Jakarta, Senin (6/1/2020), harga minyak diperkirakan akan melonjak  USD80 per barel. Hal ini terjadi jika ketegangan geopolitik mengganggu  pasokan minyak mentah di Timur Tengah.

Analis mengatakan, pelaku pasar di sektor energi gelisah setelah  serangan udara Amerika Serikat menewaskan personil militer Iran dan  Irak.

Saat ini, minyak mentah jenis brent diperdagangkan di harga USD69,85  per barel. Di mana, harga tersebut naik 3,6% dibandingkan sebelumnya di  USD69,16 per barel.</content:encoded></item></channel></rss>
