<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Persaingan Ketat, Pendatang Baru E-Commerce di 2020 Tak Semasif 2019</title><description>Industri e-commerce diprediksi masih akan terus tumbuh pada 2020 ini.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/01/07/320/2150176/persaingan-ketat-pendatang-baru-e-commerce-di-2020-tak-semasif-2019</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/01/07/320/2150176/persaingan-ketat-pendatang-baru-e-commerce-di-2020-tak-semasif-2019"/><item><title>Persaingan Ketat, Pendatang Baru E-Commerce di 2020 Tak Semasif 2019</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/01/07/320/2150176/persaingan-ketat-pendatang-baru-e-commerce-di-2020-tak-semasif-2019</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/01/07/320/2150176/persaingan-ketat-pendatang-baru-e-commerce-di-2020-tak-semasif-2019</guid><pubDate>Selasa 07 Januari 2020 13:33 WIB</pubDate><dc:creator>Giri Hartomo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/01/07/320/2150176/persaingan-ketat-pendatang-baru-e-commerce-di-2020-tak-semasif-2019-gXQe1busJP.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Belanja Online (Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/01/07/320/2150176/persaingan-ketat-pendatang-baru-e-commerce-di-2020-tak-semasif-2019-gXQe1busJP.jpg</image><title>Belanja Online (Reuters)</title></images><description>JAKARTA - Industri e-commerce diprediksi masih akan terus tumbuh pada 2020 ini. Pertumbuhan ini mencakup dari sisi market maupun jumlah perusahaan yang akan muncul di tahun ini.

Ketua Umum Asosiasi E-Commerce Indonesia (IdEA) Ignatius Untung mengatakan, pendatang baru masih akan tetap bermunculan pada tahun ini. Hanya saja kemunculan perusahaan e-commerce baru ini tidak akan sebanyak tahun-tahun sebelumnya.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Aturan Baru Bea Masuk Barang Impor Online, Bagaimana Nasib E-Commerce?
&quot;Pendatang baru masih akan ada, tapi enggak akan semasif sebelumnya,&quot; ujarnya saat dihubungi Okezone, Selasa (7/1/2020).
&amp;nbsp;
Menurut Ignatius Untung,ada banyak pertimbangan dari perusahaan e-commerce untuk tidak membuka usahannya di Indonesia. Salah satu contohnya adalah sudah terlalu banyaknya perusahaan e-commerce di Indonesia.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Bea Masuk Barang Impor E-Commerce Turun Jadi USD3, Asosiasi: Kami Ajukan USD25
Karena terlalu banyaknya perusahaan e-commerce membuat kategori yang sudah ada pun terisi penuh. Hal ini membuat persaiangan antar perusahaan per kategori semakin ketat.&quot;Karena pasarnya sudah ramai. Hampir semua kategori sudah ada pemainnya. Jadi persaingannya sudah ketat banget,&quot; jelasnya
 
&amp;nbsp;Baca juga: Pajak Impor Barang Kiriman E-Commerce Rp45.000, Ini Faktanya!
Meskipun begitu, Ignatius memprediksi akan ada pemain e-commerce dari  asing yang akan masuk ke Indonesia. Hanya saja, dirinya tidak  mengetahui pasti berapa jumlahnya dan asal negara dari perusahaan  tersebut.

&quot;Pasti ada sih (perusahaan e-commerce) asing. Tapi saya enggak tahu siapa,&quot; ucapnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Industri e-commerce diprediksi masih akan terus tumbuh pada 2020 ini. Pertumbuhan ini mencakup dari sisi market maupun jumlah perusahaan yang akan muncul di tahun ini.

Ketua Umum Asosiasi E-Commerce Indonesia (IdEA) Ignatius Untung mengatakan, pendatang baru masih akan tetap bermunculan pada tahun ini. Hanya saja kemunculan perusahaan e-commerce baru ini tidak akan sebanyak tahun-tahun sebelumnya.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Aturan Baru Bea Masuk Barang Impor Online, Bagaimana Nasib E-Commerce?
&quot;Pendatang baru masih akan ada, tapi enggak akan semasif sebelumnya,&quot; ujarnya saat dihubungi Okezone, Selasa (7/1/2020).
&amp;nbsp;
Menurut Ignatius Untung,ada banyak pertimbangan dari perusahaan e-commerce untuk tidak membuka usahannya di Indonesia. Salah satu contohnya adalah sudah terlalu banyaknya perusahaan e-commerce di Indonesia.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Bea Masuk Barang Impor E-Commerce Turun Jadi USD3, Asosiasi: Kami Ajukan USD25
Karena terlalu banyaknya perusahaan e-commerce membuat kategori yang sudah ada pun terisi penuh. Hal ini membuat persaiangan antar perusahaan per kategori semakin ketat.&quot;Karena pasarnya sudah ramai. Hampir semua kategori sudah ada pemainnya. Jadi persaingannya sudah ketat banget,&quot; jelasnya
 
&amp;nbsp;Baca juga: Pajak Impor Barang Kiriman E-Commerce Rp45.000, Ini Faktanya!
Meskipun begitu, Ignatius memprediksi akan ada pemain e-commerce dari  asing yang akan masuk ke Indonesia. Hanya saja, dirinya tidak  mengetahui pasti berapa jumlahnya dan asal negara dari perusahaan  tersebut.

&quot;Pasti ada sih (perusahaan e-commerce) asing. Tapi saya enggak tahu siapa,&quot; ucapnya.</content:encoded></item></channel></rss>
