<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>4 Perusahaan IT Bernilai USD1 Triliun, Investor Pilih Apple atau Microsoft?</title><description>Apple dan Microsoft masing-masing bernilai lebih dari USD1 triliun.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/01/07/320/2150232/4-perusahaan-it-bernilai-usd1-triliun-investor-pilih-apple-atau-microsoft</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/01/07/320/2150232/4-perusahaan-it-bernilai-usd1-triliun-investor-pilih-apple-atau-microsoft"/><item><title>4 Perusahaan IT Bernilai USD1 Triliun, Investor Pilih Apple atau Microsoft?</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/01/07/320/2150232/4-perusahaan-it-bernilai-usd1-triliun-investor-pilih-apple-atau-microsoft</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/01/07/320/2150232/4-perusahaan-it-bernilai-usd1-triliun-investor-pilih-apple-atau-microsoft</guid><pubDate>Selasa 07 Januari 2020 15:09 WIB</pubDate><dc:creator>Vania Halim</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/01/07/320/2150232/4-perusahaan-it-bernilai-usd1-triliun-investor-pilih-apple-atau-microsoft-zSorzhoCXB.png" expression="full" type="image/jpeg">Microsoft (Foto: Ist)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/01/07/320/2150232/4-perusahaan-it-bernilai-usd1-triliun-investor-pilih-apple-atau-microsoft-zSorzhoCXB.png</image><title>Microsoft (Foto: Ist)</title></images><description>JAKARTA - Apple dan Microsoft masing-masing bernilai lebih dari USD1 triliun. Sementara, perusahaan induk Google, Alphabet dan Amazon juga mendekati level ini. Bahkan, Google mencapai rekor tertinggi sepanjang sejarah pada Senin 6 Januari 2020.

Keempat raksasa teknologi ini merupakan pemimpin pasar. Menurut laporan dari kepala investasi UBS Global Wealth Management Mark Haefele, Apple, Microsoft, Amazon dan Alphabet menciptakan nilai kombinasi USD3,25 triliun selama dekade terakhir. Hal ini membantu indeks Nasdaq naik 325% sejak 2010.
Baca Juga: Kalahkan Apple, Saudi Aramco Jadi Perusahaan Termahal di Dunia
Lalu jika kamu adalah investor jangka panjang, empat saham teknologi mana yang lebih cuan pada tahun ini dan tahun mendatang?

Melansir CNN, Jakarta, Selasa (7/1/2020), analisis teknologi di Nomura Instinet Mark Kelley menyukai Alphabet sebagai pilihan utamanya. Dalam sebuah laporan oleh tim teknologi perusahaan minggu lalu bahwa Alphabet menawarkan stabilitas relatif berkat diversifikasi dan penilaian yang relatif menarik.
Baca Juga: 10 Perusahaan dengan Kenaikan Kapitalisasi Terbesar, Ternyata Google Bukan No 1
Kelley menambahkan bahwa perubahan kepemimpinan baru-baru oni menempatkan CEO Google Sundar Pichai bertanggung jawab atas semua Alphabet serta mempertajam fokus perusahaan.
&amp;nbsp;Pada saat yang sama, Analis Nomura Instinet Jeffrey Kvaal mewaspadai  Apple. Teknologi 5G membantu mendorong saham Apple yang diperkirakan  tertinggi sepanjang masa yang bisa terbukti tidak berkelanjutan.

Analisis Wedbush Daniel Ives mengatakan ramalan tahunnya 2020 akan  menjadi tahun 5G Super Cycle dan Apple akan menjadi pemenang yang jelas.  Ives memilih Microsoft sebagai pilihan teknologi teratas karena  kemunculannya sebagai pemimpin dalam komputasi awan.

Apple, Amazon, Alphabet, dan Microsoft akan terus mendominasi pasar mereka masing-masing untuk masa yang akan datang.

&quot;Perusahaan yang dapat berinovasi dengan cara mereka menuju  pertumbuhan kemungkinan adalah investasi jangka panjang yang lebih  baik,&quot; kata CEO Broadleaf Partners Doug MacKay dan Presiden Bill Hoover  dalam catatannya.
&amp;nbsp;Broadleaf memiliki saham dari keempat raksasa teknologi, menurut pengajuan terbaru perusahaan dengan Komisi Sekuritas dan Bursa.

MacKay menyukai Amazon karena bisnis periklanannya yang berkembang   pesat. Namun dirinya khawatir antimonopoli Amerika dan global untuk   Amazon, Appl , dan Alphabet adalah risiko, yang belum cukup signifikan   untuk menggagalkan pertumbuhan pendapatan.

MacKay mencatat Microsoft relatif kebal terhadap kekhawatiran terhadap antitrust melalui peraturan sendiri.

Sejalan dengan itu, investor mungkin tidak membatasi diri di Amazon,   Apple, Alphabet, dan Microsoft. Raksasa tekonologi lainnya bisa menjadi   pemenang potensial terutama Facebook, Alibaba, dan Tencent.

Ketiga perusahaan itu masing-masing bernilai USD450 miliar dan USD600   miliar. Jadi ada kemungkinan bagi mereka untuk bergabung dengan klub   bernilai pasar triliun dolar AS pada 2020.

&amp;nbsp;</description><content:encoded>JAKARTA - Apple dan Microsoft masing-masing bernilai lebih dari USD1 triliun. Sementara, perusahaan induk Google, Alphabet dan Amazon juga mendekati level ini. Bahkan, Google mencapai rekor tertinggi sepanjang sejarah pada Senin 6 Januari 2020.

Keempat raksasa teknologi ini merupakan pemimpin pasar. Menurut laporan dari kepala investasi UBS Global Wealth Management Mark Haefele, Apple, Microsoft, Amazon dan Alphabet menciptakan nilai kombinasi USD3,25 triliun selama dekade terakhir. Hal ini membantu indeks Nasdaq naik 325% sejak 2010.
Baca Juga: Kalahkan Apple, Saudi Aramco Jadi Perusahaan Termahal di Dunia
Lalu jika kamu adalah investor jangka panjang, empat saham teknologi mana yang lebih cuan pada tahun ini dan tahun mendatang?

Melansir CNN, Jakarta, Selasa (7/1/2020), analisis teknologi di Nomura Instinet Mark Kelley menyukai Alphabet sebagai pilihan utamanya. Dalam sebuah laporan oleh tim teknologi perusahaan minggu lalu bahwa Alphabet menawarkan stabilitas relatif berkat diversifikasi dan penilaian yang relatif menarik.
Baca Juga: 10 Perusahaan dengan Kenaikan Kapitalisasi Terbesar, Ternyata Google Bukan No 1
Kelley menambahkan bahwa perubahan kepemimpinan baru-baru oni menempatkan CEO Google Sundar Pichai bertanggung jawab atas semua Alphabet serta mempertajam fokus perusahaan.
&amp;nbsp;Pada saat yang sama, Analis Nomura Instinet Jeffrey Kvaal mewaspadai  Apple. Teknologi 5G membantu mendorong saham Apple yang diperkirakan  tertinggi sepanjang masa yang bisa terbukti tidak berkelanjutan.

Analisis Wedbush Daniel Ives mengatakan ramalan tahunnya 2020 akan  menjadi tahun 5G Super Cycle dan Apple akan menjadi pemenang yang jelas.  Ives memilih Microsoft sebagai pilihan teknologi teratas karena  kemunculannya sebagai pemimpin dalam komputasi awan.

Apple, Amazon, Alphabet, dan Microsoft akan terus mendominasi pasar mereka masing-masing untuk masa yang akan datang.

&quot;Perusahaan yang dapat berinovasi dengan cara mereka menuju  pertumbuhan kemungkinan adalah investasi jangka panjang yang lebih  baik,&quot; kata CEO Broadleaf Partners Doug MacKay dan Presiden Bill Hoover  dalam catatannya.
&amp;nbsp;Broadleaf memiliki saham dari keempat raksasa teknologi, menurut pengajuan terbaru perusahaan dengan Komisi Sekuritas dan Bursa.

MacKay menyukai Amazon karena bisnis periklanannya yang berkembang   pesat. Namun dirinya khawatir antimonopoli Amerika dan global untuk   Amazon, Appl , dan Alphabet adalah risiko, yang belum cukup signifikan   untuk menggagalkan pertumbuhan pendapatan.

MacKay mencatat Microsoft relatif kebal terhadap kekhawatiran terhadap antitrust melalui peraturan sendiri.

Sejalan dengan itu, investor mungkin tidak membatasi diri di Amazon,   Apple, Alphabet, dan Microsoft. Raksasa tekonologi lainnya bisa menjadi   pemenang potensial terutama Facebook, Alibaba, dan Tencent.

Ketiga perusahaan itu masing-masing bernilai USD450 miliar dan USD600   miliar. Jadi ada kemungkinan bagi mereka untuk bergabung dengan klub   bernilai pasar triliun dolar AS pada 2020.

&amp;nbsp;</content:encoded></item></channel></rss>
