<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Jumlah Penumpang Pesawat di Yogyakarta Turun 1,3 Juta Selama 2019</title><description>Jumlah penumpang pesawat di Yogyakarta selama 2019 mengalami penurunan.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/01/07/320/2150275/jumlah-penumpang-pesawat-di-yogyakarta-turun-1-3-juta-selama-2019</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/01/07/320/2150275/jumlah-penumpang-pesawat-di-yogyakarta-turun-1-3-juta-selama-2019"/><item><title>Jumlah Penumpang Pesawat di Yogyakarta Turun 1,3 Juta Selama 2019</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/01/07/320/2150275/jumlah-penumpang-pesawat-di-yogyakarta-turun-1-3-juta-selama-2019</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/01/07/320/2150275/jumlah-penumpang-pesawat-di-yogyakarta-turun-1-3-juta-selama-2019</guid><pubDate>Selasa 07 Januari 2020 16:52 WIB</pubDate><dc:creator>Kuntadi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/01/07/320/2150275/jumlah-penumpang-pesawat-di-yogyakarta-turun-1-3-juta-selama-2019-iv9gfbQ2rf.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Bandara (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/01/07/320/2150275/jumlah-penumpang-pesawat-di-yogyakarta-turun-1-3-juta-selama-2019-iv9gfbQ2rf.jpg</image><title>Bandara (Foto: Shutterstock)</title></images><description>SLEMAN &amp;ndash; Jumlah penumpang pesawat di Bandara Internasional Adisutjipto Yogyakarta dan Bandara Internasional Yogyakarta (YIA) selama 2019 mengalami penurunan hingga 15%, dibandingkan dengan jumlah penumpang selama 2018. Kondisi ini dipengaruhi selesainya jalur Tol Trans Jawa dan adanya kenaikan harga tiket pesawat pada awal tahun lalu.
Baca Juga: Fakta Sepinya Penumpang Pesawat, Harga Tiket Kemahalan?
General Manager PT Angkasa Pura I Bandara Internasional Adisutjipto Agus Pandu Purnama mengatakan, pada 2018 akumulasi jumlah penumpang mencapai 8,4 juta penumpang. Sedangkan pada 2019 mengalami penurunan dan tercatat hanya 7.143.435 penumpang.

&amp;ldquo;Kita kehilangan sekitar 1,3 juta penumpang. Itu sudah termasuk di YIA,&amp;rdquo; kata Pandu di komplek Adisutjipto, Yogyakarta, Selasa (7/1/2020).
&amp;nbsp;Baca Juga: Penumpang Pesawat pada Liburan Natal dan Tahun Baru 2020 Turun, Kok Bisa?
Salah satu penyebab turunnya jumlah penumpang ini, tidak lepas adanya kenaikan harga tiket di awal tahun lalu. Hampir di semua bandara jumlah penumpangnya turun antara 20%-30%. Saat itu beberapa maskapai juga melakukan pengetatan dan menerapkan kebijakan bagasi berbayar. Kondisi ini menggerus biaya bagi penumpang.
Selain harga tiket, Pandu meyakini penurunan ini tidak lepas dari semakin membaiknya transportasi darat. Setidaknya sudah ada Jalan Tol Trans Jawa yang dibuka dan dioperasionalkan. Hal ini menjadikan euforia dan banyak warga mencoba menggunakan jalur yang ada.

&amp;ldquo;Khusus untuk (penerbangan) luar Jawa masih stabil, hanya yang Jawa yang cukup terpengaruh,&amp;rdquo; jelasnya.
Meski begitu, Pandu tetap optimis industri penerbangan tetap akan  berkembang. Ini bisa dilihat dari tinggginya jumlah penumpang selama  libur natal dan tahun baru. Apalagi banyak pihak yang ingin  mengembangkan industri penerbangan.

Saat ini, Angkasa Pura sudah mengembangkan terminal penumpang dari  kapasitas 1,8 juta, menjadi 25 juta penumpang pertahun. Dan sekarang  mampu menangkap peluang penerbangan yang di dunia. Dan ini merupakan  terobosan PT Angkasa Pura I karena bandara ini alat produksi.

Sementara di YIA, akan mampu menangkap peluang yang lebih besar.  Bandara yang terletak di Kulonprogo ini memiliki runway yang lebih  panjang dan kapasitas penumpang lebih besar. Jika tidak ada perubahan  pada bulan April nanti bandara ini sudah full operational dan beberapa  penerbangan di Adisutjipto akan dipindahkan.
</description><content:encoded>SLEMAN &amp;ndash; Jumlah penumpang pesawat di Bandara Internasional Adisutjipto Yogyakarta dan Bandara Internasional Yogyakarta (YIA) selama 2019 mengalami penurunan hingga 15%, dibandingkan dengan jumlah penumpang selama 2018. Kondisi ini dipengaruhi selesainya jalur Tol Trans Jawa dan adanya kenaikan harga tiket pesawat pada awal tahun lalu.
Baca Juga: Fakta Sepinya Penumpang Pesawat, Harga Tiket Kemahalan?
General Manager PT Angkasa Pura I Bandara Internasional Adisutjipto Agus Pandu Purnama mengatakan, pada 2018 akumulasi jumlah penumpang mencapai 8,4 juta penumpang. Sedangkan pada 2019 mengalami penurunan dan tercatat hanya 7.143.435 penumpang.

&amp;ldquo;Kita kehilangan sekitar 1,3 juta penumpang. Itu sudah termasuk di YIA,&amp;rdquo; kata Pandu di komplek Adisutjipto, Yogyakarta, Selasa (7/1/2020).
&amp;nbsp;Baca Juga: Penumpang Pesawat pada Liburan Natal dan Tahun Baru 2020 Turun, Kok Bisa?
Salah satu penyebab turunnya jumlah penumpang ini, tidak lepas adanya kenaikan harga tiket di awal tahun lalu. Hampir di semua bandara jumlah penumpangnya turun antara 20%-30%. Saat itu beberapa maskapai juga melakukan pengetatan dan menerapkan kebijakan bagasi berbayar. Kondisi ini menggerus biaya bagi penumpang.
Selain harga tiket, Pandu meyakini penurunan ini tidak lepas dari semakin membaiknya transportasi darat. Setidaknya sudah ada Jalan Tol Trans Jawa yang dibuka dan dioperasionalkan. Hal ini menjadikan euforia dan banyak warga mencoba menggunakan jalur yang ada.

&amp;ldquo;Khusus untuk (penerbangan) luar Jawa masih stabil, hanya yang Jawa yang cukup terpengaruh,&amp;rdquo; jelasnya.
Meski begitu, Pandu tetap optimis industri penerbangan tetap akan  berkembang. Ini bisa dilihat dari tinggginya jumlah penumpang selama  libur natal dan tahun baru. Apalagi banyak pihak yang ingin  mengembangkan industri penerbangan.

Saat ini, Angkasa Pura sudah mengembangkan terminal penumpang dari  kapasitas 1,8 juta, menjadi 25 juta penumpang pertahun. Dan sekarang  mampu menangkap peluang penerbangan yang di dunia. Dan ini merupakan  terobosan PT Angkasa Pura I karena bandara ini alat produksi.

Sementara di YIA, akan mampu menangkap peluang yang lebih besar.  Bandara yang terletak di Kulonprogo ini memiliki runway yang lebih  panjang dan kapasitas penumpang lebih besar. Jika tidak ada perubahan  pada bulan April nanti bandara ini sudah full operational dan beberapa  penerbangan di Adisutjipto akan dipindahkan.
</content:encoded></item></channel></rss>
