<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>RI-China Rebutan Natuna, Ternyata Kaya Migas dan Perikanan</title><description>Perairan Natuna kini tengah menjadi sorotan publik.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/01/08/320/2150790/ri-china-rebutan-natuna-ternyata-kaya-migas-dan-perikanan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/01/08/320/2150790/ri-china-rebutan-natuna-ternyata-kaya-migas-dan-perikanan"/><item><title>RI-China Rebutan Natuna, Ternyata Kaya Migas dan Perikanan</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/01/08/320/2150790/ri-china-rebutan-natuna-ternyata-kaya-migas-dan-perikanan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/01/08/320/2150790/ri-china-rebutan-natuna-ternyata-kaya-migas-dan-perikanan</guid><pubDate>Rabu 08 Januari 2020 19:27 WIB</pubDate><dc:creator>Giri Hartomo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/01/08/320/2150790/ri-china-rebutan-natuna-ternyata-kaya-migas-dan-perikanan-u5GAwptTX3.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Jokowi di Natuna (Foto: BPMI Setpres)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/01/08/320/2150790/ri-china-rebutan-natuna-ternyata-kaya-migas-dan-perikanan-u5GAwptTX3.jpg</image><title>Jokowi di Natuna (Foto: BPMI Setpres)</title></images><description>JAKARTA - Perairan Natuna kini tengah menjadi sorotan publik. Pasalnya, baik itu Indonesia maupun China saling mengklaim jika Laut Natuna sebagai wilayah teritorialnya.

Pakar Perikanan dari Institut Pertanian Bogor (IPB) Sulistiono mengatakan, wajar saja jika laut Natuna ini banyak diperebutkan oleh beberapa negara termasuk China. Pasalnya, wilayah perairan ini menyimpan banyak sekali kekayaan alam dan juga ekosistem laut.
Baca Juga: Jokowi: Natuna Adalah Simbol Indonesia!
Misalnya saja, kekayaan alam berupa cadangan minyak dan gas bumi. Adapun cadangan gas di Natuna mencapai 46,96 TSCF (trillion standard cubic feet).

Sedangkan untuk minyak, Indonesia memiliki cadangan minyak di Natuna diperkirakan mencapai 36 juta barel. Adapun produksi hingga saati ini adalah 25 barel per hari.
Baca Juga: Datang Langsung ke Natuna, Jokowi Kembali Tegaskan Kedaulatan Tidak Bisa Ditawar!
Potensi lainnya, adalah potensi ekosistem laut. Berdasarkan data Kementerian Kelautan dan Perikanan mencatat Wilayah Perairan Perikanan (WPP) 711 Natuna menyimpan potensi 1.143.673 ton ikan.

&quot;Yang jelas perikanan. Gas 46,96 TSCF, minyak 36 juta barel, pariwisata, pertahanan dan keamanan. sumber daya yang mahal dan besar, nampaknya gas.,&quot; ujarnya saat dihubungi Okezone, Rabu (8/1/2020).
Menurut Sulistio, jika Indonesia sampai kehilangan wilayah ini maka  akan sangat banyak sekali potensi pendapatan negara yang akan hilang.  Saking banyaknya, kerugian yang didapatkan oleh Indonesia sangat tidak  terhingga jika sampai Natuna jatuh ke pelukan China.

Belum lagi kerugian yang didapatkan dari harga diri Indonesia di mata  dunia. Karena menurutnya, tak hanya material, wilayah perairan Natuna  ini juga menyangkut pada kedaulatan Indonesia sebagai sebuah negara.

&quot;Tidak terhingga potensi kerugiannya. Mesti dihitung oleh banyak  ahli. Tapi sebagai bangsa, tidak ada satu pikiranpun melepas suatu  wilayah manapun,&quot; jelasnya.
</description><content:encoded>JAKARTA - Perairan Natuna kini tengah menjadi sorotan publik. Pasalnya, baik itu Indonesia maupun China saling mengklaim jika Laut Natuna sebagai wilayah teritorialnya.

Pakar Perikanan dari Institut Pertanian Bogor (IPB) Sulistiono mengatakan, wajar saja jika laut Natuna ini banyak diperebutkan oleh beberapa negara termasuk China. Pasalnya, wilayah perairan ini menyimpan banyak sekali kekayaan alam dan juga ekosistem laut.
Baca Juga: Jokowi: Natuna Adalah Simbol Indonesia!
Misalnya saja, kekayaan alam berupa cadangan minyak dan gas bumi. Adapun cadangan gas di Natuna mencapai 46,96 TSCF (trillion standard cubic feet).

Sedangkan untuk minyak, Indonesia memiliki cadangan minyak di Natuna diperkirakan mencapai 36 juta barel. Adapun produksi hingga saati ini adalah 25 barel per hari.
Baca Juga: Datang Langsung ke Natuna, Jokowi Kembali Tegaskan Kedaulatan Tidak Bisa Ditawar!
Potensi lainnya, adalah potensi ekosistem laut. Berdasarkan data Kementerian Kelautan dan Perikanan mencatat Wilayah Perairan Perikanan (WPP) 711 Natuna menyimpan potensi 1.143.673 ton ikan.

&quot;Yang jelas perikanan. Gas 46,96 TSCF, minyak 36 juta barel, pariwisata, pertahanan dan keamanan. sumber daya yang mahal dan besar, nampaknya gas.,&quot; ujarnya saat dihubungi Okezone, Rabu (8/1/2020).
Menurut Sulistio, jika Indonesia sampai kehilangan wilayah ini maka  akan sangat banyak sekali potensi pendapatan negara yang akan hilang.  Saking banyaknya, kerugian yang didapatkan oleh Indonesia sangat tidak  terhingga jika sampai Natuna jatuh ke pelukan China.

Belum lagi kerugian yang didapatkan dari harga diri Indonesia di mata  dunia. Karena menurutnya, tak hanya material, wilayah perairan Natuna  ini juga menyangkut pada kedaulatan Indonesia sebagai sebuah negara.

&quot;Tidak terhingga potensi kerugiannya. Mesti dihitung oleh banyak  ahli. Tapi sebagai bangsa, tidak ada satu pikiranpun melepas suatu  wilayah manapun,&quot; jelasnya.
</content:encoded></item></channel></rss>
