<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Harga Gas Industri Turun Bakal Gerus Penerimaan Negara?</title><description>Penurunan harga gas untuk industri tidak akan berdampak jauh terhadap penerimaan negara.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/01/08/320/2150814/harga-gas-industri-turun-bakal-gerus-penerimaan-negara</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/01/08/320/2150814/harga-gas-industri-turun-bakal-gerus-penerimaan-negara"/><item><title>Harga Gas Industri Turun Bakal Gerus Penerimaan Negara?</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/01/08/320/2150814/harga-gas-industri-turun-bakal-gerus-penerimaan-negara</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/01/08/320/2150814/harga-gas-industri-turun-bakal-gerus-penerimaan-negara</guid><pubDate>Rabu 08 Januari 2020 20:18 WIB</pubDate><dc:creator>Taufik Fajar</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/01/08/320/2150814/harga-gas-industri-turun-bakal-gerus-penerimaan-negara-vCPaMfs9tD.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pipa Gas PGN (Foto: Okezone.com/Feby)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/01/08/320/2150814/harga-gas-industri-turun-bakal-gerus-penerimaan-negara-vCPaMfs9tD.jpg</image><title>Pipa Gas PGN (Foto: Okezone.com/Feby)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan penurunan harga gas untuk industri tidak akan berdampak jauh terhadap penerimaan negara. Pasalnya hal yang terpenting adalah bagaimana dampak secara keseluruhan setelah terjadinya penurunan.

&quot;Jadi, apabila penerimaan negara tidak terlalu berkurang banyak. Di mana yang penting multiplier effect akan meningkat,&quot; ujar Airlangga di Kantornya, Jakarta, Rabu (8/1/2020).
Baca Juga: Menko Luhut Targetkan Harga Gas Turun Jadi USD6/MMBTU di Maret
Seperti diketahui, Pemerintah sedang mengkaji tiga opsi untuk menurunkan harga gas industri. Yaitu harga gas khusus Dalam Negeri (Domestic Market Obligation/DMO), pengurangan Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) dari proses penjualan gas dan membebaskan industri impor gas.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan, gas tidak lagi dapat dilihat sebagai komoditas yang dapat diperjualbelikan demi keuntungan semata. Gas bumi seharusnya dapat menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi nasional dan pembangunan pada berbagai daerah di Indonesia.
Baca Juga: Presiden Minta Harga Gas Dikalkulasi Agar Kompetitif, Ini 3 Skenarionya!
&quot;Sore hari ini saya ingin menegaskan kembali apa yang pernah saya sampaikan di rapat terbatas tanggal 4 Oktober 2016 yang lalu bahwa gas bumi harus dilihat bukan semata-mata sebagai komoditas, tapi harus dilihat sebagai modal pembangunan yang bisa memperkuat industri nasional kita dan mendorong daya saing produk-produk industri kita di pasaran dunia,&quot; tuturnya saat rapat terbatas (ratas) mengenai harga gas untuk industri di Kantor Presiden, Jakarta.
</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan penurunan harga gas untuk industri tidak akan berdampak jauh terhadap penerimaan negara. Pasalnya hal yang terpenting adalah bagaimana dampak secara keseluruhan setelah terjadinya penurunan.

&quot;Jadi, apabila penerimaan negara tidak terlalu berkurang banyak. Di mana yang penting multiplier effect akan meningkat,&quot; ujar Airlangga di Kantornya, Jakarta, Rabu (8/1/2020).
Baca Juga: Menko Luhut Targetkan Harga Gas Turun Jadi USD6/MMBTU di Maret
Seperti diketahui, Pemerintah sedang mengkaji tiga opsi untuk menurunkan harga gas industri. Yaitu harga gas khusus Dalam Negeri (Domestic Market Obligation/DMO), pengurangan Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) dari proses penjualan gas dan membebaskan industri impor gas.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan, gas tidak lagi dapat dilihat sebagai komoditas yang dapat diperjualbelikan demi keuntungan semata. Gas bumi seharusnya dapat menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi nasional dan pembangunan pada berbagai daerah di Indonesia.
Baca Juga: Presiden Minta Harga Gas Dikalkulasi Agar Kompetitif, Ini 3 Skenarionya!
&quot;Sore hari ini saya ingin menegaskan kembali apa yang pernah saya sampaikan di rapat terbatas tanggal 4 Oktober 2016 yang lalu bahwa gas bumi harus dilihat bukan semata-mata sebagai komoditas, tapi harus dilihat sebagai modal pembangunan yang bisa memperkuat industri nasional kita dan mendorong daya saing produk-produk industri kita di pasaran dunia,&quot; tuturnya saat rapat terbatas (ratas) mengenai harga gas untuk industri di Kantor Presiden, Jakarta.
</content:encoded></item></channel></rss>
