<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Punya Rp444 Triliun, Pemilik Nutella Jadi Miliarder Terkaya di Italia   </title><description>Giovanni Ferrero menjadi miliarder terkaya di Italia dengan total kekayaan mencapai USD32 miliar.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/01/09/320/2151110/punya-rp444-triliun-pemilik-nutella-jadi-miliarder-terkaya-di-italia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/01/09/320/2151110/punya-rp444-triliun-pemilik-nutella-jadi-miliarder-terkaya-di-italia"/><item><title>Punya Rp444 Triliun, Pemilik Nutella Jadi Miliarder Terkaya di Italia   </title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/01/09/320/2151110/punya-rp444-triliun-pemilik-nutella-jadi-miliarder-terkaya-di-italia</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/01/09/320/2151110/punya-rp444-triliun-pemilik-nutella-jadi-miliarder-terkaya-di-italia</guid><pubDate>Kamis 09 Januari 2020 16:10 WIB</pubDate><dc:creator>Maylisda Frisca Elenor Solagracia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/01/09/320/2151110/punya-rp444-triliun-pemilik-nutella-jadi-miliarder-terkaya-di-italia-OEm0zIQCWm.png" expression="full" type="image/jpeg">Giovanni Fererro (Foto: Business Insider)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/01/09/320/2151110/punya-rp444-triliun-pemilik-nutella-jadi-miliarder-terkaya-di-italia-OEm0zIQCWm.png</image><title>Giovanni Fererro (Foto: Business Insider)</title></images><description>JAKARTA - Giovanni Ferrero menjadi miliarder terkaya di Italia dengan total kekayaan mencapai USD32 miliar atau setara Rp444,8 triliun (kurs Rp13.900 per USD).

Sumber kekayaan Giovanni Ferrero berbeda pada miliarder dunia lainnya.  Biasanya sumber kekayaan miliarder dunia berasal dari bisnis teknologi, migas, properti hingga tembakau.
Baca Juga: Kekayaan Keluarga Ferrero di Balik Resep Nutella
Giovanni Ferrero memiliki harta Rp444,8 triliun dari bisnis selai cokelat. Bisnis selai cokelat Giovanni Ferrero mungkin tidak asing di telinga kita, ya kekayaan Giovanni Ferrero berkat Nutella.

Nutella sendiri adalah merek dagang asal Italia yang diproduksi oleh Ferrero Group.


Selain Nutella, Ferrero Group telah berhasil melahirkan produk makanan ringan lainnya yang mendunia seperti Ferrero Rocher, Kinder Joy, Tic Tac, Butterfinger, dan BabyRuth.

Terlepas dari kesuksesan Nuttela, baik Ferrero keluarganya tetap low profile, bahkan tertutup karena level keamanan yang melekat setara dengan NASA.

Lalu bagaimana kisahnya selai cokelat Nutella membuat Giovanni Ferrero menjadi miliarder terkaya Italia?

Melansir Business Insider, Jakarta, Kamis (9/1/2020), selai cokelat  ini pertama kali ditemukan oleh ayahnya, Michele Ferrero pada 1964.  Popularitasnya yang besar di Italia membantu menumbuhkan toko cokelat  milik keluarga menjadi bisnis bernilai miliaran dolar AS.

Giovanni bergabung dalam bisnis keluarga setelah lulus kuliah.  Pekerjaan pertama Giovanni di perusahaan keluarga membangunan merek  bisnis Tic Tac di Belgia.

Ferrero Group dibentuk ketika kakeknya, Pietro Ferrero, membuka toko  cokelat di Alba, Italia pada tahun 1946. Produk utama toko itu adalah  Supercrema, sebatang hazelnut yang lahir karena kekurangan cokelat masa  perang. Supercrema dibentuk sebelum Nutella.


Lebih dari 70 tahun kemudian, Ferrero Group adalah perusahaan  penganan terbesar kedua di dunia. Perusahaan tersebut menjual permen  senilai USD11,9 miliar setara Rp165,5 triliun (kurs Rp13.908 per USD)  pada tahun fiskal yang berakhir pada Agustus 2018.

Saat ini, produk Ferrero Group tidak hanya Nutella dan Ferrero  Rocher. Produk perusahaan itu saat ini termasuk permen Tic Tac, cokelat  Kinder, Baby Ruth, Butterfinger, dan permer bar Crunch. Selain itu, kue  Keebler, Famous Amos, dan Little Brownie Bakers menjadi produk mereka  juga.

Giovanni dan saudaranya Pietro menjadi co-CEO perusahaan pada tahun  1997. Pietro mengelola logistik harian untuk pengembangan bisnis dan  produk, sementara Giovanni fokus pada aspek kreatif. Namun, hal tersebut  berakhir tiba-tiba ketika Pietro meninggal karena serangan jantung  selama kecelakaan bersepeda 2011 di Afrika Selatan. Kemudian Giovanni  menjadi CEO tunggal Ferrero Group, sementara ayahnya Michele tetap  sebagai ketua eksekutif.

Giovanni mengambil alih perusahaan pada 2015 Michele Ferrero  meninggal pada 2015, meninggalkan perusahaan hanya di tangan Giovanni.  Kemudian dia mengambil alih peran sebagai ketua eksekutif pada 2015.  Ferrero memegang gelar CEO dan ketua eksekutif selama dua tahun, sampai  dia menjadikan Lapo Civiletti untuk mengambil alih sebagai CEO  perusahaan pada tahun

Sejak menjadi pemimpin tunggal perusahaan, Giovanni melawan beberapa  tradisi perusahaan yang telah berlangsung puluhan tahun. Sejak mengambil  alih sebagai ketua eksekutif, Giovanni melakukan  akuisisi pertama  dalam sejarah chocolatier. Selain itu, dia juga  mempekerjakan CEO  pertamanya yang bukan anggota keluarga.

Grup Ferrero membeli chocolatier Inggris Thorntons dengan harga   USD170 juta pada tahun 2015, Butterfinger dan BabyRuth pembuat bisnis   permen AS Nestle untuk USD2,8 miliar setara Rp38,94 triliun pada tahun   2018, dan bisnis kue Kellogg pada tahun 2019. Akuisisi ini sangat   kontras dengan rencana bisnis ayahnya yang berfokus pada membangun merek   internal.

&quot;Tradisi seperti busur,&quot; tulis Giovanni Ferrero &quot;Semakin kita   meregangkan tali busur, semakin jauh kita bisa melempar panah modernitas   dan inovasi,&quot;

Anak bungsu Michele Fererro itu menjadi orang terkaya ke-27 di dunia   pada 2019 Kekayaannya sekarang bernilai USD32 miliar setara Rp444,8   triliun. Bloomberg memperkirakan, kekayaannya naik 43,1% dari awal 2019.   Itu membuatnya menjadi orang terkaya ke-27 di dunia, lebih dari Elon   Musk dan Michael Dell.
</description><content:encoded>JAKARTA - Giovanni Ferrero menjadi miliarder terkaya di Italia dengan total kekayaan mencapai USD32 miliar atau setara Rp444,8 triliun (kurs Rp13.900 per USD).

Sumber kekayaan Giovanni Ferrero berbeda pada miliarder dunia lainnya.  Biasanya sumber kekayaan miliarder dunia berasal dari bisnis teknologi, migas, properti hingga tembakau.
Baca Juga: Kekayaan Keluarga Ferrero di Balik Resep Nutella
Giovanni Ferrero memiliki harta Rp444,8 triliun dari bisnis selai cokelat. Bisnis selai cokelat Giovanni Ferrero mungkin tidak asing di telinga kita, ya kekayaan Giovanni Ferrero berkat Nutella.

Nutella sendiri adalah merek dagang asal Italia yang diproduksi oleh Ferrero Group.


Selain Nutella, Ferrero Group telah berhasil melahirkan produk makanan ringan lainnya yang mendunia seperti Ferrero Rocher, Kinder Joy, Tic Tac, Butterfinger, dan BabyRuth.

Terlepas dari kesuksesan Nuttela, baik Ferrero keluarganya tetap low profile, bahkan tertutup karena level keamanan yang melekat setara dengan NASA.

Lalu bagaimana kisahnya selai cokelat Nutella membuat Giovanni Ferrero menjadi miliarder terkaya Italia?

Melansir Business Insider, Jakarta, Kamis (9/1/2020), selai cokelat  ini pertama kali ditemukan oleh ayahnya, Michele Ferrero pada 1964.  Popularitasnya yang besar di Italia membantu menumbuhkan toko cokelat  milik keluarga menjadi bisnis bernilai miliaran dolar AS.

Giovanni bergabung dalam bisnis keluarga setelah lulus kuliah.  Pekerjaan pertama Giovanni di perusahaan keluarga membangunan merek  bisnis Tic Tac di Belgia.

Ferrero Group dibentuk ketika kakeknya, Pietro Ferrero, membuka toko  cokelat di Alba, Italia pada tahun 1946. Produk utama toko itu adalah  Supercrema, sebatang hazelnut yang lahir karena kekurangan cokelat masa  perang. Supercrema dibentuk sebelum Nutella.


Lebih dari 70 tahun kemudian, Ferrero Group adalah perusahaan  penganan terbesar kedua di dunia. Perusahaan tersebut menjual permen  senilai USD11,9 miliar setara Rp165,5 triliun (kurs Rp13.908 per USD)  pada tahun fiskal yang berakhir pada Agustus 2018.

Saat ini, produk Ferrero Group tidak hanya Nutella dan Ferrero  Rocher. Produk perusahaan itu saat ini termasuk permen Tic Tac, cokelat  Kinder, Baby Ruth, Butterfinger, dan permer bar Crunch. Selain itu, kue  Keebler, Famous Amos, dan Little Brownie Bakers menjadi produk mereka  juga.

Giovanni dan saudaranya Pietro menjadi co-CEO perusahaan pada tahun  1997. Pietro mengelola logistik harian untuk pengembangan bisnis dan  produk, sementara Giovanni fokus pada aspek kreatif. Namun, hal tersebut  berakhir tiba-tiba ketika Pietro meninggal karena serangan jantung  selama kecelakaan bersepeda 2011 di Afrika Selatan. Kemudian Giovanni  menjadi CEO tunggal Ferrero Group, sementara ayahnya Michele tetap  sebagai ketua eksekutif.

Giovanni mengambil alih perusahaan pada 2015 Michele Ferrero  meninggal pada 2015, meninggalkan perusahaan hanya di tangan Giovanni.  Kemudian dia mengambil alih peran sebagai ketua eksekutif pada 2015.  Ferrero memegang gelar CEO dan ketua eksekutif selama dua tahun, sampai  dia menjadikan Lapo Civiletti untuk mengambil alih sebagai CEO  perusahaan pada tahun

Sejak menjadi pemimpin tunggal perusahaan, Giovanni melawan beberapa  tradisi perusahaan yang telah berlangsung puluhan tahun. Sejak mengambil  alih sebagai ketua eksekutif, Giovanni melakukan  akuisisi pertama  dalam sejarah chocolatier. Selain itu, dia juga  mempekerjakan CEO  pertamanya yang bukan anggota keluarga.

Grup Ferrero membeli chocolatier Inggris Thorntons dengan harga   USD170 juta pada tahun 2015, Butterfinger dan BabyRuth pembuat bisnis   permen AS Nestle untuk USD2,8 miliar setara Rp38,94 triliun pada tahun   2018, dan bisnis kue Kellogg pada tahun 2019. Akuisisi ini sangat   kontras dengan rencana bisnis ayahnya yang berfokus pada membangun merek   internal.

&quot;Tradisi seperti busur,&quot; tulis Giovanni Ferrero &quot;Semakin kita   meregangkan tali busur, semakin jauh kita bisa melempar panah modernitas   dan inovasi,&quot;

Anak bungsu Michele Fererro itu menjadi orang terkaya ke-27 di dunia   pada 2019 Kekayaannya sekarang bernilai USD32 miliar setara Rp444,8   triliun. Bloomberg memperkirakan, kekayaannya naik 43,1% dari awal 2019.   Itu membuatnya menjadi orang terkaya ke-27 di dunia, lebih dari Elon   Musk dan Michael Dell.
</content:encoded></item></channel></rss>
