<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>2 Alasan Kuat Erick Thohir Sering Bongkar Pasang Bos BUMN</title><description>Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengungkapkan alasan sering merombak jajaran direksi dan komisaris BUMN.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/01/10/320/2151440/2-alasan-kuat-erick-thohir-sering-bongkar-pasang-bos-bumn</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/01/10/320/2151440/2-alasan-kuat-erick-thohir-sering-bongkar-pasang-bos-bumn"/><item><title>2 Alasan Kuat Erick Thohir Sering Bongkar Pasang Bos BUMN</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/01/10/320/2151440/2-alasan-kuat-erick-thohir-sering-bongkar-pasang-bos-bumn</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/01/10/320/2151440/2-alasan-kuat-erick-thohir-sering-bongkar-pasang-bos-bumn</guid><pubDate>Jum'at 10 Januari 2020 14:12 WIB</pubDate><dc:creator>Taufik Fajar</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/01/10/320/2151440/2-alasan-kuat-erick-thohir-sering-bongkar-pasang-bos-bumn-HMZrUiwmme.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Erick Thohir (Foto: Kementerian BUMN)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/01/10/320/2151440/2-alasan-kuat-erick-thohir-sering-bongkar-pasang-bos-bumn-HMZrUiwmme.jpg</image><title>Erick Thohir (Foto: Kementerian BUMN)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengungkapkan alasan sering merombak jajaran direksi dan komisaris BUMN. Menurutnya, perombakan tersebut disebabkan para direksi dan komisaris BUMN sebelumnya tidak menyelesaikan tugas sesuai waktu yang ditetapkan.

&quot;Jadi, ada dua sebab direksi dan komisaris dicopot dari jabatannya. Pertama, karena key performance indicator (KPI) tidak tercapai,&quot; ujar Erick di Gedung Kementerian BUMN Jakarta, Jumat (10/1/2020).
Baca Juga: Erick Thohir &quot;Pelototi&quot; Kinerja Direksi dan Komisaris 15 BUMN Prioritas
Kedua, pengurus perusahaan itu menyalahi tata kelola perusahaan yang baik atau good corporate governance (GCG). Erick menyatakan, penyimpangan GCG yang sering terjadi adalah mempercantik laporan keuangan atau window dressing.

&quot;Penyimpangan GCG yang sering terjadi adalah mempercantik laporan keuangan atau window dressing,&quot; ungkap dia.
Baca Juga: Erick Thohir Tetapkan Bos Baru Garuda Indonesia, Siapa Dia?
Erick menjelaskan, window dressing itu membuat laporan keuangan terlihat untung, tapi nyatanya perusahaan tersebut tidak memiliki cash flow.

&quot;Yang lebih bermasalah, kemudian menerbitkan utang baru dan ketika jatuh tempo menjadi fraud,&quot; pungkas dia.

&amp;nbsp;
</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengungkapkan alasan sering merombak jajaran direksi dan komisaris BUMN. Menurutnya, perombakan tersebut disebabkan para direksi dan komisaris BUMN sebelumnya tidak menyelesaikan tugas sesuai waktu yang ditetapkan.

&quot;Jadi, ada dua sebab direksi dan komisaris dicopot dari jabatannya. Pertama, karena key performance indicator (KPI) tidak tercapai,&quot; ujar Erick di Gedung Kementerian BUMN Jakarta, Jumat (10/1/2020).
Baca Juga: Erick Thohir &quot;Pelototi&quot; Kinerja Direksi dan Komisaris 15 BUMN Prioritas
Kedua, pengurus perusahaan itu menyalahi tata kelola perusahaan yang baik atau good corporate governance (GCG). Erick menyatakan, penyimpangan GCG yang sering terjadi adalah mempercantik laporan keuangan atau window dressing.

&quot;Penyimpangan GCG yang sering terjadi adalah mempercantik laporan keuangan atau window dressing,&quot; ungkap dia.
Baca Juga: Erick Thohir Tetapkan Bos Baru Garuda Indonesia, Siapa Dia?
Erick menjelaskan, window dressing itu membuat laporan keuangan terlihat untung, tapi nyatanya perusahaan tersebut tidak memiliki cash flow.

&quot;Yang lebih bermasalah, kemudian menerbitkan utang baru dan ketika jatuh tempo menjadi fraud,&quot; pungkas dia.

&amp;nbsp;
</content:encoded></item></channel></rss>
