<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Belajar dari Kasus Memiles, Pahami Ciri-Ciri Investasi Bodong</title><description>Masyarakat diminta harus peka terhadap tawaran-tawaran investasi yang bersifat ilegal alias bodong.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/01/11/320/2151859/belajar-dari-kasus-memiles-pahami-ciri-ciri-investasi-bodong</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/01/11/320/2151859/belajar-dari-kasus-memiles-pahami-ciri-ciri-investasi-bodong"/><item><title>Belajar dari Kasus Memiles, Pahami Ciri-Ciri Investasi Bodong</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/01/11/320/2151859/belajar-dari-kasus-memiles-pahami-ciri-ciri-investasi-bodong</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/01/11/320/2151859/belajar-dari-kasus-memiles-pahami-ciri-ciri-investasi-bodong</guid><pubDate>Sabtu 11 Januari 2020 20:15 WIB</pubDate><dc:creator>Yohana Artha Uly</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/01/11/320/2151859/belajar-dari-kasus-memiles-pahami-ciri-ciri-investasi-bodong-dD9WFHo4Pp.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Penipuan investasi (Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/01/11/320/2151859/belajar-dari-kasus-memiles-pahami-ciri-ciri-investasi-bodong-dD9WFHo4Pp.jpg</image><title>Penipuan investasi (Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Ketua Satuan Tugas Waspada Investasi Tongam Lumban Tobing menyatakan, masyarakat harus peka terhadap tawaran-tawaran investasi yang bersifat ilegal alias bodong. Menurutnya ada sejumlah ciri yang dapat memastikan bahwa investasi tersebut bodong.

Pertama, investasi bodong tak terdaftar atau tak memiliki izin dari otoritas terkait sesuai dengan kegiatan usahanya. Sekalipun memiliki izin, tetapi kegiatannya tak sesuai dengan izin yang diterbitkan.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Berkedok Jasa Iklan, Satgas Investasi: Memiles Hanya Klik-Klik Semu
Kemudian, investasi bodong juga selalu memberikan iming-iming keuntungan atau imbal hasil sangat tinggi dalam waktu cepat dan tanpa risiko.
&amp;nbsp;
&quot;Di sinilah kuncinya, karena masyarakat itu mudah tergiur dengan iming-iming yang besar ini,&quot; kata Tongam kepada Okezone, Jakarta, Sabtu (11/1/2020).
 
&amp;nbsp;Baca juga: Berkedok Aplikasi Jasa Iklan, Memiles Tak Dapat Uang dari Google
Kemudian pada umumnya investasi bodong tidak memiliki kegiatan usaha yang nyata. Seperti Memiles, perusahaan memiliki surat izin usaha perdagangan (SIUP), namun produk yang diperjualbelikan pun tidak ada. Hanya sekedar pasang dan klik iklan.

Investasi bodong juga memiliki modus dengan menggunakan tokoh-tokoh agama, masyarakat, bahkan selebriti untuk membuat seakan-akan investasi itu di endorse oleh para tokoh-tokoh tersebut.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Modus Investasi Bodong Memiles, Modal Rp7 Juta Bisa Dapat Pajero
Selain itu, umumnya suka membuat acara yang besar di hotel-hotel mewah dan mengundang para tokoh tersebut, agar terkesan megah. Ujung-ujungnya untuk membuat kegiatan investasi terkesan memang benar.&quot;Padahal belum tentu para tokoh itu di endorse, mungkin hanya  diundang untuk ceramah di acara atau sekedar mengisi hiburan (dalam  acara yang diselenggarakan perusahaan tersebut), yang mungkin juga  kegiatannya enggak diketahui para tokoh itu,&quot; jelasnya.

Modus yang juga digunakan investasi bodong adalah membuat testimoni  dari para anggota yang sudah mendapatkan keuntungan. Umumnya memang pada  awal terdapat beberapa anggota yang mendapatkan keuntungan, tapi tidak  untuk seluruh anggota.

Seperti pada Memiles, dari ratusan ribu member yang tergabung hanya  beberapa saja yang mendapatkan bonus dari kegiatan tersebut. Pada  akhirnya hal ini membuat kerugian bagian sebagian besar anggota.

Tongam pun berharap, dengan mengetahui ciri-ciri dari investasi  bodong, masyarakat bisa semakin waspada pada tawaran yang tidak  rasional. Menurutnya, peran masyarakat sangat penting untuk menghentikan  investasi bodong berkembang.

&quot;Peran serta masyarakat untuk berantas ini sangat diharapkan, yakni  dengan tidak pernah akses ke investasi-investasi ilegal itu,&quot; tutupnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Ketua Satuan Tugas Waspada Investasi Tongam Lumban Tobing menyatakan, masyarakat harus peka terhadap tawaran-tawaran investasi yang bersifat ilegal alias bodong. Menurutnya ada sejumlah ciri yang dapat memastikan bahwa investasi tersebut bodong.

Pertama, investasi bodong tak terdaftar atau tak memiliki izin dari otoritas terkait sesuai dengan kegiatan usahanya. Sekalipun memiliki izin, tetapi kegiatannya tak sesuai dengan izin yang diterbitkan.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Berkedok Jasa Iklan, Satgas Investasi: Memiles Hanya Klik-Klik Semu
Kemudian, investasi bodong juga selalu memberikan iming-iming keuntungan atau imbal hasil sangat tinggi dalam waktu cepat dan tanpa risiko.
&amp;nbsp;
&quot;Di sinilah kuncinya, karena masyarakat itu mudah tergiur dengan iming-iming yang besar ini,&quot; kata Tongam kepada Okezone, Jakarta, Sabtu (11/1/2020).
 
&amp;nbsp;Baca juga: Berkedok Aplikasi Jasa Iklan, Memiles Tak Dapat Uang dari Google
Kemudian pada umumnya investasi bodong tidak memiliki kegiatan usaha yang nyata. Seperti Memiles, perusahaan memiliki surat izin usaha perdagangan (SIUP), namun produk yang diperjualbelikan pun tidak ada. Hanya sekedar pasang dan klik iklan.

Investasi bodong juga memiliki modus dengan menggunakan tokoh-tokoh agama, masyarakat, bahkan selebriti untuk membuat seakan-akan investasi itu di endorse oleh para tokoh-tokoh tersebut.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Modus Investasi Bodong Memiles, Modal Rp7 Juta Bisa Dapat Pajero
Selain itu, umumnya suka membuat acara yang besar di hotel-hotel mewah dan mengundang para tokoh tersebut, agar terkesan megah. Ujung-ujungnya untuk membuat kegiatan investasi terkesan memang benar.&quot;Padahal belum tentu para tokoh itu di endorse, mungkin hanya  diundang untuk ceramah di acara atau sekedar mengisi hiburan (dalam  acara yang diselenggarakan perusahaan tersebut), yang mungkin juga  kegiatannya enggak diketahui para tokoh itu,&quot; jelasnya.

Modus yang juga digunakan investasi bodong adalah membuat testimoni  dari para anggota yang sudah mendapatkan keuntungan. Umumnya memang pada  awal terdapat beberapa anggota yang mendapatkan keuntungan, tapi tidak  untuk seluruh anggota.

Seperti pada Memiles, dari ratusan ribu member yang tergabung hanya  beberapa saja yang mendapatkan bonus dari kegiatan tersebut. Pada  akhirnya hal ini membuat kerugian bagian sebagian besar anggota.

Tongam pun berharap, dengan mengetahui ciri-ciri dari investasi  bodong, masyarakat bisa semakin waspada pada tawaran yang tidak  rasional. Menurutnya, peran masyarakat sangat penting untuk menghentikan  investasi bodong berkembang.

&quot;Peran serta masyarakat untuk berantas ini sangat diharapkan, yakni  dengan tidak pernah akses ke investasi-investasi ilegal itu,&quot; tutupnya.</content:encoded></item></channel></rss>
