<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Jepang dan Amerika Serikat Siap Investasi di Natuna</title><description>Jepang juga akan berinvestasi di sektor perikanan budidaya, perikanan tangkap, dan juga pariwisata di Natuna.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/01/12/320/2151953/jepang-dan-amerika-serikat-siap-investasi-di-natuna</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/01/12/320/2151953/jepang-dan-amerika-serikat-siap-investasi-di-natuna"/><item><title>Jepang dan Amerika Serikat Siap Investasi di Natuna</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/01/12/320/2151953/jepang-dan-amerika-serikat-siap-investasi-di-natuna</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/01/12/320/2151953/jepang-dan-amerika-serikat-siap-investasi-di-natuna</guid><pubDate>Minggu 12 Januari 2020 12:05 WIB</pubDate><dc:creator>Fabbiola Irawan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/01/12/320/2151953/jepang-dan-amerika-serikat-siap-investasi-di-natuna-YlxYX1aV4c.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menko Luhut dengan Menlu Jepang Motegi Toshimitsu. (Foto: Okezone.com/Dok. Maritim)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/01/12/320/2151953/jepang-dan-amerika-serikat-siap-investasi-di-natuna-YlxYX1aV4c.jpg</image><title>Menko Luhut dengan Menlu Jepang Motegi Toshimitsu. (Foto: Okezone.com/Dok. Maritim)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut B Pandjaitan menyebutkan Jepang dan Amerika Serikat (AS) berencana menanamkan investasinya di Natuna. Investasi yang diminati pada sektor perikanan dan wisata.
&amp;ldquo;Dengan Jepang, kita konkritkan dan melanjutkan rencana investasi mereka di Pulau Natuna dan sekitarnya yang ada gas itu, yang kedua mengenai hydro power di Kalimantan Utara, yang ketiga mengenai sampah, mereka ingin masuk lebih banyak lagi dari yang kemarin dari investasi mereka yang sudah masuk di Jawa Barat,&amp;rdquo; ujar Luhut, dalam keterangan tertulisnya, Minggu (12/1/2020).
Baca Juga: Menakar Peluang Indonesia Usir Kapal-Kapal China di Laut Natuna
Kemudian, Jepang juga akan berinvestasi di sektor perikanan budidaya, perikanan tangkap, dan juga pariwisata di Natuna.
&amp;ldquo;Perikanan dan juga diving resort,  nah perikanan itu yang dulu dibuat itu kan di Natuna Selatan dan nanti kita akan buka juga di Natuna Utara. Rencananya tim akan melakukan peninjauan tanggal 16, 17, 18, (Januari) dan setelah itu baru kita putuskan. Nantinya bukan hanya Jepang, ada Amerika Serikat juga. Adam Boehler dari DFC juga mau masuk kesitu dan joint dengan Jepang,&amp;rdquo; tambahnya.

Selain itu, Menko Luhut pun menjelaskan, dalam pertemuannya dengan Menlu Jepang juga dibahas mengenai coast guard atau Badan Keamanan Laut (Bakamla).
Baca Juga: Pemerintah Diharap Segera Bangun Basis Ekonomi di Laut Natuna
&amp;ldquo;Saya sampaikan kepada mereka bahwa Bakamla akan berfungsi penuh sebagai coast guard  di bulan Maret nanti, selama ini kan peran Bakamla dipegang oleh beberapa institusi, nah nanti Bakamla akan berperan penuh dalam menjalankan fungsinya,&amp;rdquo; jelas Menko Luhut.Lebih lanjut, saat dimintai tanggapan mengenai anggapan yang menilai  pemerintah kurang tegas dalam  friksi yang terjadi beberapa waktu lalu  dengan pihak coast guard Tiongkok di sekitar Zona Ekonomi Ekslusif (ZEE)  di perairan Natuna, Menko Luhut mengatakan pemerintah sudah sangat  tegas dan menutup ruang untuk negosiasi.
&amp;ldquo;Apa yang kurang tegas, kita tidak pernah mau ada negosiasi mengenai  teritori kita. Sampai kapanpun menurut Presiden, kita tidak akan pernah  membicarakan batas wilayah, itu sudah sesuai hukum internasional,&amp;rdquo;  pungkas Menko Luhut.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut B Pandjaitan menyebutkan Jepang dan Amerika Serikat (AS) berencana menanamkan investasinya di Natuna. Investasi yang diminati pada sektor perikanan dan wisata.
&amp;ldquo;Dengan Jepang, kita konkritkan dan melanjutkan rencana investasi mereka di Pulau Natuna dan sekitarnya yang ada gas itu, yang kedua mengenai hydro power di Kalimantan Utara, yang ketiga mengenai sampah, mereka ingin masuk lebih banyak lagi dari yang kemarin dari investasi mereka yang sudah masuk di Jawa Barat,&amp;rdquo; ujar Luhut, dalam keterangan tertulisnya, Minggu (12/1/2020).
Baca Juga: Menakar Peluang Indonesia Usir Kapal-Kapal China di Laut Natuna
Kemudian, Jepang juga akan berinvestasi di sektor perikanan budidaya, perikanan tangkap, dan juga pariwisata di Natuna.
&amp;ldquo;Perikanan dan juga diving resort,  nah perikanan itu yang dulu dibuat itu kan di Natuna Selatan dan nanti kita akan buka juga di Natuna Utara. Rencananya tim akan melakukan peninjauan tanggal 16, 17, 18, (Januari) dan setelah itu baru kita putuskan. Nantinya bukan hanya Jepang, ada Amerika Serikat juga. Adam Boehler dari DFC juga mau masuk kesitu dan joint dengan Jepang,&amp;rdquo; tambahnya.

Selain itu, Menko Luhut pun menjelaskan, dalam pertemuannya dengan Menlu Jepang juga dibahas mengenai coast guard atau Badan Keamanan Laut (Bakamla).
Baca Juga: Pemerintah Diharap Segera Bangun Basis Ekonomi di Laut Natuna
&amp;ldquo;Saya sampaikan kepada mereka bahwa Bakamla akan berfungsi penuh sebagai coast guard  di bulan Maret nanti, selama ini kan peran Bakamla dipegang oleh beberapa institusi, nah nanti Bakamla akan berperan penuh dalam menjalankan fungsinya,&amp;rdquo; jelas Menko Luhut.Lebih lanjut, saat dimintai tanggapan mengenai anggapan yang menilai  pemerintah kurang tegas dalam  friksi yang terjadi beberapa waktu lalu  dengan pihak coast guard Tiongkok di sekitar Zona Ekonomi Ekslusif (ZEE)  di perairan Natuna, Menko Luhut mengatakan pemerintah sudah sangat  tegas dan menutup ruang untuk negosiasi.
&amp;ldquo;Apa yang kurang tegas, kita tidak pernah mau ada negosiasi mengenai  teritori kita. Sampai kapanpun menurut Presiden, kita tidak akan pernah  membicarakan batas wilayah, itu sudah sesuai hukum internasional,&amp;rdquo;  pungkas Menko Luhut.</content:encoded></item></channel></rss>
