<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pekerja Wanita Singapura Terima Gaji 6% Lebih Sedikit Dibanding Pria</title><description>Ada segregasi pekerjaan yang meningkat serta perbedaan perbedaan dalam pembayaran lintas pekerjaan.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/01/12/320/2152015/pekerja-wanita-singapura-terima-gaji-6-lebih-sedikit-dibanding-pria</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/01/12/320/2152015/pekerja-wanita-singapura-terima-gaji-6-lebih-sedikit-dibanding-pria"/><item><title>Pekerja Wanita Singapura Terima Gaji 6% Lebih Sedikit Dibanding Pria</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/01/12/320/2152015/pekerja-wanita-singapura-terima-gaji-6-lebih-sedikit-dibanding-pria</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/01/12/320/2152015/pekerja-wanita-singapura-terima-gaji-6-lebih-sedikit-dibanding-pria</guid><pubDate>Minggu 12 Januari 2020 19:13 WIB</pubDate><dc:creator>Fabbiola Irawan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/01/12/320/2152015/pekerja-wanita-singapura-terima-gaji-6-lebih-sedikit-dibanding-pria-BnfD5ShfvG.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Gaji Pegawai di Singapura. (Foto: Okezone.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/01/12/320/2152015/pekerja-wanita-singapura-terima-gaji-6-lebih-sedikit-dibanding-pria-BnfD5ShfvG.jpg</image><title>Gaji Pegawai di Singapura. (Foto: Okezone.com)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Kementerian Ketenagakerjaan Singapura mencatat ternyata penghasilan atau gaji yang diterima perempuan di Singapura 6% lebih rendah dibanding laki-laki. Gap kesenjangan pembayaran ini pun terus menipis.
Menurut penelitian yang dilakukan oleh Minister of Manpower (MOM) dan Ekonom National University of Singapore (NUS) Jessica Pan, kesenjangan upah gender yang disesuaikan merupakan pengukuran kesenjangan upah gender antara laki-laki dan perempuan dengan karakteristik yang sama. Ini mempertimbangkan faktor seperti manusia, usia dan pendidikan, serta faktor-faktor pasar tenaga kerja seperti pekerjaan, industri, dan jam kerja.
Baca Juga: Erick Thohir Lihat Potensi Kirim Tenaga Kerja Perawat ke Jepang
Meskipun ada perbedaan, ada kabar baik dari hasilnya, di mana kesenjangan gaji lebih kecil dari pada 2002, ketika berada pada 8,8%. Demikian dikutip dari Business Insider, Minggu (12/1/2019).

Menurut penelitian tersebut, faktor manusia memiliki efek tidak terlalu besar pada kesenjangan upah antara laki-laki dengan perempuan. Mengingat kesamaan antara usia dan profil pendidikan pria dan wanita.
Baca Juga: Perdana Menteri Finlandia Usul Kerja Hanya 4 Hari dalam Seminggu
Sebaliknya, faktor pasar tenaga kerja memainkan peran yang lebih signifikan, dengan perbedaan pekerjaan memiliki dampak terbesar terhadap gaji yang diterima.
Menurut laporan, sebagian besar kesenjangan menunjukkan bahwa ada lebih banyak pemisahan pekerjaan.Penjelasan ketiga yang mungkin adalah bahwa ada segregasi pekerjaan  yang meningkat serta perbedaan perbedaan dalam pembayaran lintas  pekerjaan.
Terlepas dari perbaikan kesenjangan upah, segregasi pekerjaan tetap  menjadi pendorong utama kesenjangan upah gender, dan perannya bahkan  telah tumbuh dari waktu ke waktu.
Kesenjangan pembayaran yang disesuaikan di Singapura juga lebih  rendah daripada yang dilaporkan di negara-negara lain seperti Amerika  Serikat (8%), Kanada (7,7%) hingga 8,3%) dan China (18,3%).</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Kementerian Ketenagakerjaan Singapura mencatat ternyata penghasilan atau gaji yang diterima perempuan di Singapura 6% lebih rendah dibanding laki-laki. Gap kesenjangan pembayaran ini pun terus menipis.
Menurut penelitian yang dilakukan oleh Minister of Manpower (MOM) dan Ekonom National University of Singapore (NUS) Jessica Pan, kesenjangan upah gender yang disesuaikan merupakan pengukuran kesenjangan upah gender antara laki-laki dan perempuan dengan karakteristik yang sama. Ini mempertimbangkan faktor seperti manusia, usia dan pendidikan, serta faktor-faktor pasar tenaga kerja seperti pekerjaan, industri, dan jam kerja.
Baca Juga: Erick Thohir Lihat Potensi Kirim Tenaga Kerja Perawat ke Jepang
Meskipun ada perbedaan, ada kabar baik dari hasilnya, di mana kesenjangan gaji lebih kecil dari pada 2002, ketika berada pada 8,8%. Demikian dikutip dari Business Insider, Minggu (12/1/2019).

Menurut penelitian tersebut, faktor manusia memiliki efek tidak terlalu besar pada kesenjangan upah antara laki-laki dengan perempuan. Mengingat kesamaan antara usia dan profil pendidikan pria dan wanita.
Baca Juga: Perdana Menteri Finlandia Usul Kerja Hanya 4 Hari dalam Seminggu
Sebaliknya, faktor pasar tenaga kerja memainkan peran yang lebih signifikan, dengan perbedaan pekerjaan memiliki dampak terbesar terhadap gaji yang diterima.
Menurut laporan, sebagian besar kesenjangan menunjukkan bahwa ada lebih banyak pemisahan pekerjaan.Penjelasan ketiga yang mungkin adalah bahwa ada segregasi pekerjaan  yang meningkat serta perbedaan perbedaan dalam pembayaran lintas  pekerjaan.
Terlepas dari perbaikan kesenjangan upah, segregasi pekerjaan tetap  menjadi pendorong utama kesenjangan upah gender, dan perannya bahkan  telah tumbuh dari waktu ke waktu.
Kesenjangan pembayaran yang disesuaikan di Singapura juga lebih  rendah daripada yang dilaporkan di negara-negara lain seperti Amerika  Serikat (8%), Kanada (7,7%) hingga 8,3%) dan China (18,3%).</content:encoded></item></channel></rss>
