<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Mendagri Minta Tambahan Anggaran Blangko E-KTP ke Sri Mulyani</title><description>Anggaran kebutuhan blangko e-KTP di 2020 tidak cukup terlebih pascabanjir di sejumlah daerah di Indonesia</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/01/13/20/2152447/mendagri-minta-tambahan-anggaran-blangko-e-ktp-ke-sri-mulyani</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/01/13/20/2152447/mendagri-minta-tambahan-anggaran-blangko-e-ktp-ke-sri-mulyani"/><item><title>Mendagri Minta Tambahan Anggaran Blangko E-KTP ke Sri Mulyani</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/01/13/20/2152447/mendagri-minta-tambahan-anggaran-blangko-e-ktp-ke-sri-mulyani</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/01/13/20/2152447/mendagri-minta-tambahan-anggaran-blangko-e-ktp-ke-sri-mulyani</guid><pubDate>Senin 13 Januari 2020 19:21 WIB</pubDate><dc:creator>Yohana Artha Uly</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/01/13/20/2152447/mendagri-minta-tambahan-anggaran-blangko-e-ktp-ke-sri-mulyani-mp8NtQBEMw.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Mendagri Tito Karnavian. (Foto: Okezone.com/Yohana)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/01/13/20/2152447/mendagri-minta-tambahan-anggaran-blangko-e-ktp-ke-sri-mulyani-mp8NtQBEMw.jpg</image><title>Mendagri Tito Karnavian. (Foto: Okezone.com/Yohana)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian meminta Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menambah anggaran kebutuhan blangko e-KTP di 2020. Menurutnya, anggaran tahun ini tidak cukup mengingat kebutuhan blangko e-KTP sangat tinggi, terlebih pascabanjir di sejumlah daerah di Indonesia.
Baca Juga: Ada Pilkada, Tito Karnavian Minta Sri Mulyani Cairkan Anggaran Rp147 Miliar
&quot;Kami perkirakan anggaran blangko di tahun 2020 itu tidak akan cukup sampai dengan akhir tahun. Kami juga sudah ingatkan dari awal diperkirakan pada bulan 5 dan 6 (Mei dan Juni 2020) blangko e-KTP dengan anggaran yang sudah disediakan Kemenkeu,&quot; ujarnya usai menemui Sri Mulyani di Gedung Kemenkeu, Jakarta, Senin (13/1/2020).

Saat ini anggaran hanya untuk 16 juta blangko e-KTP, padahal perkiraan kebutuhan mencapai 30 juta blangko. Artinya terdapat kekurangan anggaran untuk 14 juta blangko e-KTP.
Baca Juga: Kendalikan Banjir, Pemerintah Anggarkan Rp1,22 Triliun di APBN 2020
Lantaran, pascabanjir Kemendagri menyediakan layanan untuk masyarakat yang kehilangan e-KTP untuk bisa mengurus kembali tanpa dipungut biaya. Itu artinya memang terjadi peningkatan kebutuhan anggaran untuk blangko e-KTP.&quot;Jangan sampai (karena kekurangan anggaran) nanti malah menimbulkan  kelangkaan untuk pembuatan blangko e-KTP di daerah-daerah,&quot; katanya.
Berdasarkan pertemuan itu, Tito menyatakan Sri Mulyani meminta  pihaknya untuk mengirimkan surat secara resmi pada Kemenkeu perihal  kebutuhan tambahan anggaran blangko e-KTP. Surat itu harus memaparkan  secara rinci kebutuhan tersebut.
&quot;Jadi kami diminta untuk kirim surat secepatnya, berikut rinciannya. Jadi ini akan detail sekali (suratnya),&quot; kata dia.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian meminta Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menambah anggaran kebutuhan blangko e-KTP di 2020. Menurutnya, anggaran tahun ini tidak cukup mengingat kebutuhan blangko e-KTP sangat tinggi, terlebih pascabanjir di sejumlah daerah di Indonesia.
Baca Juga: Ada Pilkada, Tito Karnavian Minta Sri Mulyani Cairkan Anggaran Rp147 Miliar
&quot;Kami perkirakan anggaran blangko di tahun 2020 itu tidak akan cukup sampai dengan akhir tahun. Kami juga sudah ingatkan dari awal diperkirakan pada bulan 5 dan 6 (Mei dan Juni 2020) blangko e-KTP dengan anggaran yang sudah disediakan Kemenkeu,&quot; ujarnya usai menemui Sri Mulyani di Gedung Kemenkeu, Jakarta, Senin (13/1/2020).

Saat ini anggaran hanya untuk 16 juta blangko e-KTP, padahal perkiraan kebutuhan mencapai 30 juta blangko. Artinya terdapat kekurangan anggaran untuk 14 juta blangko e-KTP.
Baca Juga: Kendalikan Banjir, Pemerintah Anggarkan Rp1,22 Triliun di APBN 2020
Lantaran, pascabanjir Kemendagri menyediakan layanan untuk masyarakat yang kehilangan e-KTP untuk bisa mengurus kembali tanpa dipungut biaya. Itu artinya memang terjadi peningkatan kebutuhan anggaran untuk blangko e-KTP.&quot;Jangan sampai (karena kekurangan anggaran) nanti malah menimbulkan  kelangkaan untuk pembuatan blangko e-KTP di daerah-daerah,&quot; katanya.
Berdasarkan pertemuan itu, Tito menyatakan Sri Mulyani meminta  pihaknya untuk mengirimkan surat secara resmi pada Kemenkeu perihal  kebutuhan tambahan anggaran blangko e-KTP. Surat itu harus memaparkan  secara rinci kebutuhan tersebut.
&quot;Jadi kami diminta untuk kirim surat secepatnya, berikut rinciannya. Jadi ini akan detail sekali (suratnya),&quot; kata dia.</content:encoded></item></channel></rss>
