<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>   China 'Wara-wiri' di Natuna, Ternyata Menyimpan 2 Ikan yang Spesial</title><description>Kekayaan biota laut yang ada di Natuna ternyata menjadi alasan negara-negara di dunia ingin menguasai.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/01/13/320/2152258/china-wara-wiri-di-natuna-ternyata-menyimpan-2-ikan-yang-spesial</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/01/13/320/2152258/china-wara-wiri-di-natuna-ternyata-menyimpan-2-ikan-yang-spesial"/><item><title>   China 'Wara-wiri' di Natuna, Ternyata Menyimpan 2 Ikan yang Spesial</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/01/13/320/2152258/china-wara-wiri-di-natuna-ternyata-menyimpan-2-ikan-yang-spesial</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/01/13/320/2152258/china-wara-wiri-di-natuna-ternyata-menyimpan-2-ikan-yang-spesial</guid><pubDate>Senin 13 Januari 2020 12:42 WIB</pubDate><dc:creator>Giri Hartomo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/01/13/320/2152258/china-wara-wiri-di-natuna-ternyata-menyimpan-2-ikan-yang-spesial-yVsAXG5lf7.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Di Natuna Ada 2 Ikan Spesial (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/01/13/320/2152258/china-wara-wiri-di-natuna-ternyata-menyimpan-2-ikan-yang-spesial-yVsAXG5lf7.jpg</image><title>Di Natuna Ada 2 Ikan Spesial (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Kekayaan biota laut yang ada di Natuna ternyata menjadi alasan negara-negara di dunia ingin menguasai. Salah satunya adalah China yang saat ini terus berusaha untuk mengklaim wilayah perairan Indonesia ini.
Baca Juga: Menakar Peluang Indonesia Usir Kapal-Kapal China di Laut Natuna
Pakar Perikanan dari Institut Pertanian Bogor (IPB) Sulistiono mengatakan, wajar saja jika banyak negara termasuk China menginginkan wilayah perairan ini. Pasalnya, cukup banyak kekayaan laut yang ada di sana.
Misalnya saja ada ikan pelagis yang hanya hidup di wilayah bagian atas perairan. Berdasarkan data Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) pada September 2019, jumlah ikan pelagis kecil mencapai 330.284 ton sedangkan ikan pelagis besar mencapai 185.855 ton.
Baca Juga: Pemerintah Diharap Segera Bangun Basis Ekonomi di Laut Natuna
Selain itu masih banyak ikan demersal yang ada di lautan Natuna ini, di mana jumlahnya diperkirakan mencapai 131.070 ton. Ikan demersal merupakan ikan yang hidup dan makan di dasar laut dan danau (zona demersal).

&quot;Di Natuna ada ikan pelagis (yang hidup di perairan bagian atas) dan ikan demersal (di bagian dasar perairan),&quot; ujarnya saat dihubungi Okezone, Senin (13/1/2020).
&amp;nbsp;Menurutnya, ikan demersal dan ikan pelagis memang banyak di wilayah  perairan Indonesia lainnya. Hanya saja, untuk wilayah Natuna ini cukup  spesial karena jumlahnya cukup banyak karena masih belum tereksploitasi.

&quot;Di banyak wilayah di Indonesia ditemukan. Misalnya di Maluku, Papua,  Sulawesi Selatan dan Utara, Jawa. Ada jenis ikan tersebut. Namun di  Natuna jumlahnya masih cukup banyak, karena belum banyak  tereksploitasi,&quot; katanya.

Selain itu, ada juga biota laut lainnya seperti Uudang penaeid yang  mana jumlahnya mencapai 62.342 ton. Lalu cumi-cumi jumlahnya mencapai  23.499 ton yang ada di wilayah perairan Natuna.

Kemudian ada juga ikan karang yang mana jumlahnya mencapai 20.625  ton. Lalu ada juga rajungan, kepiting dan lobster yang mana jumlahnya  masing-masing 9.711 ton, 2.318 ton dan 1.421 ton.

&quot;Iya lobster dan udang juga banyak (di Natuna),&quot; ucapnya.

Selain itu, ada juga ikan langka napoleon yang sangat langka  keberadaannya. Biasanya ikan ini diambil dan diincar oleh kapal-kapal  asing ilegal yang masuk ke wilayah perairan Indonesia.

&quot;Biasanya diambil secara illegal. Selain dilindungi, juga memiliki harga yang mahal,&quot; katanya.

</description><content:encoded>JAKARTA - Kekayaan biota laut yang ada di Natuna ternyata menjadi alasan negara-negara di dunia ingin menguasai. Salah satunya adalah China yang saat ini terus berusaha untuk mengklaim wilayah perairan Indonesia ini.
Baca Juga: Menakar Peluang Indonesia Usir Kapal-Kapal China di Laut Natuna
Pakar Perikanan dari Institut Pertanian Bogor (IPB) Sulistiono mengatakan, wajar saja jika banyak negara termasuk China menginginkan wilayah perairan ini. Pasalnya, cukup banyak kekayaan laut yang ada di sana.
Misalnya saja ada ikan pelagis yang hanya hidup di wilayah bagian atas perairan. Berdasarkan data Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) pada September 2019, jumlah ikan pelagis kecil mencapai 330.284 ton sedangkan ikan pelagis besar mencapai 185.855 ton.
Baca Juga: Pemerintah Diharap Segera Bangun Basis Ekonomi di Laut Natuna
Selain itu masih banyak ikan demersal yang ada di lautan Natuna ini, di mana jumlahnya diperkirakan mencapai 131.070 ton. Ikan demersal merupakan ikan yang hidup dan makan di dasar laut dan danau (zona demersal).

&quot;Di Natuna ada ikan pelagis (yang hidup di perairan bagian atas) dan ikan demersal (di bagian dasar perairan),&quot; ujarnya saat dihubungi Okezone, Senin (13/1/2020).
&amp;nbsp;Menurutnya, ikan demersal dan ikan pelagis memang banyak di wilayah  perairan Indonesia lainnya. Hanya saja, untuk wilayah Natuna ini cukup  spesial karena jumlahnya cukup banyak karena masih belum tereksploitasi.

&quot;Di banyak wilayah di Indonesia ditemukan. Misalnya di Maluku, Papua,  Sulawesi Selatan dan Utara, Jawa. Ada jenis ikan tersebut. Namun di  Natuna jumlahnya masih cukup banyak, karena belum banyak  tereksploitasi,&quot; katanya.

Selain itu, ada juga biota laut lainnya seperti Uudang penaeid yang  mana jumlahnya mencapai 62.342 ton. Lalu cumi-cumi jumlahnya mencapai  23.499 ton yang ada di wilayah perairan Natuna.

Kemudian ada juga ikan karang yang mana jumlahnya mencapai 20.625  ton. Lalu ada juga rajungan, kepiting dan lobster yang mana jumlahnya  masing-masing 9.711 ton, 2.318 ton dan 1.421 ton.

&quot;Iya lobster dan udang juga banyak (di Natuna),&quot; ucapnya.

Selain itu, ada juga ikan langka napoleon yang sangat langka  keberadaannya. Biasanya ikan ini diambil dan diincar oleh kapal-kapal  asing ilegal yang masuk ke wilayah perairan Indonesia.

&quot;Biasanya diambil secara illegal. Selain dilindungi, juga memiliki harga yang mahal,&quot; katanya.

</content:encoded></item></channel></rss>
