<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>KKP Ekspor Perdana Produk Perikanan hingga Rp13,3 Miliar</title><description>KKP mengawali kinerja baru di 2020 dengan melakukan ekspor perdana produk perikanan senilai Rp13,3 miliar.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/01/13/320/2152485/kkp-ekspor-perdana-produk-perikanan-hingga-rp13-3-miliar</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/01/13/320/2152485/kkp-ekspor-perdana-produk-perikanan-hingga-rp13-3-miliar"/><item><title>KKP Ekspor Perdana Produk Perikanan hingga Rp13,3 Miliar</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/01/13/320/2152485/kkp-ekspor-perdana-produk-perikanan-hingga-rp13-3-miliar</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/01/13/320/2152485/kkp-ekspor-perdana-produk-perikanan-hingga-rp13-3-miliar</guid><pubDate>Senin 13 Januari 2020 20:56 WIB</pubDate><dc:creator>Taufik Fajar</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/01/13/320/2152485/kkp-ekspor-perdana-produk-perikanan-hingga-rp13-3-miliar-Vu7U6cfqsc.jpg" expression="full" type="image/jpeg">KKP dan Japfa Ekspor Perikanan (Dok: KKP)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/01/13/320/2152485/kkp-ekspor-perdana-produk-perikanan-hingga-rp13-3-miliar-Vu7U6cfqsc.jpg</image><title>KKP dan Japfa Ekspor Perikanan (Dok: KKP)</title></images><description>BANYUWANGI - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengawali kinerja baru di 2020 dengan melakukan ekspor perdana produk perikanan senilai Rp13,3 miliar. Ekspor perdana dilakukan serentak di tiga lokasi anak perusahaan nasional PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA), yakni di Banyuwangi Jawa Timur, Medan Sumatera Utara, dan Cirebon Jawa Barat.
&amp;ldquo;Kali ini kita ekspor perdana produk olahan sidat dengan negara tujuan Jepang, fillet/loin ke Amerika Serikat, dan olahan tilapia ke Filipina, serta pakan udang ke Timor-Leste,&quot; kata Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP) KKP, Agus Suherman di Banyuwangi, Senin (13/01/2020).
 
&amp;nbsp;Baca juga: Ikan Langka Punah, China Larang Nelayan Mancing di Sungai Yangtze Selama 10 Tahun

Agus menjelaskan, pelepasan ekspor perdana ini menandai penambahan agregasi ekspor perdana produk perikanan nasional yang pada bulan Januari 2020 sampai dengan 9 Januari 2020 telah mencapai Rp1,4 Triliun.
Ekspor produk perikanan ini, kata Agus, sejalan dengan arahan Presiden RI Joko Widodo kepada Menteri Kelautan dan Perikanan agar KKP terus meningkatkan ekspor produk perikanan. Sehingga dapat menambah devisa nasional, meningkatkan penyerapan tenaga kerja dalam negeri, serta memberikan efek pada kesejahteraan karyawan serta masyarakat luas, yang memasok segala hal yang terkait dengan ekspor, antara lain kebutuhan pasokan barang dan jasa pendukung, freight fowarding dan jasa logistik lainnya.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Menteri KKP Pede Target 8,02 Juta Ton Ikan Tangkap Tercapai
Pelepasan ekspor perdana yang berlokasi di salah satu anak perusahaan PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk, yaitu PT Suri Tani Pemuka, di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, ditandai dengan pemencetan tombol sirine bersama dengan Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas, Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri-Kementerian Perdagangan, Indrasari Wisnu Wardhana, pejabat Pemerintah Provinsi Jawa Timur, dan Kepala Akuakultur PT. Japfa Comfeed Indonesia Tbk., Ardi Budiono.Usai pelepasan ekspor dilanjutkan dengan kunjungan ke lokasi budidaya  sidat di Bomo, Kabupaten Banyuwangi. Dalam kesempatan itu, Agus yang  mewakili Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo menyampaikan  apresiasi terhadap kegiatan ekspor perdana awal tahun ini sebagai  momentum untuk meningkatkan ekspor dan mencapai target ekspor nasional  2020 sebesar USD 6,47 miliar.
&amp;ldquo;KKP terus mendorong Unit Pengolahan Ikan seluruh Indonesia untuk  meningkatkan kapasitas dan kinerjanya untuk meningkatkan ekspor,&amp;rdquo; tutur  Agus Suherman.
Sebagaimana diketahui, produk perikanan merupakan salah satu sektor  andalan ekspor Indonesia untuk mengurangi defisit neraca perdagangan  luar negeri. Ekspor produk perikanan mempunyai kapasitas daya ungkit  yang tinggi dalam peningkatan kesejahteraan nelayan, pengolah, dan  pembudi daya ikan.
Ini diamini oleh Bupati Azwar Anas. Kata dia, di tengah kerja keras  pemerintah dalam mengurangi necara defisit transaksi berjalan, awal  tahun ini PT. Japfa mampu melakukan ekspor. &amp;ldquo;Ini adalah angin segar di  awal tahun. Kami atas nama pemerintah daerah berterima kasih kepada PT.  Japfa karena telah bekerja dengan baik,&quot; ujarnya.
Kepala Akuakultur PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk Ardi Budiono  menambahkan, KKP terus melakukan komunikasi dan sinergi dengan  Kementerian/Lembaga, Perwakilan RI, Pemerintah Provinsi, Pemerintah  Kabupaten/kota dalam rangka mempercepat pencapaian target ekspor ikan  nasional. KKP juga terus mendorong dan memfasilitasi penetrasi pasar,  baik pasar tradisional (Amerika Serikat, Jepang, Uni Eropa) maupun ke  pasar nontradisional seperti pasar Timur Tengah, baik melalui penanganan  hambatan ekspor, perundingan penurunan hambatan tarif impor di negara  mitra, pameran, misi dagang dan lain-lain.
&quot;Pelepasan ekspor ini merupakan bentuk konsistensi PT. Japfa dalam  mendukung ekspor di berbagai komoditas, dimana awal tahun ini PT. Japfa  kembali mengawalinya dengan mengekspor produk budidaya perikanan. Hal  ini tidak terlepas dari upaya PT. Japfa dalam mendukung program  pemerintah meningkatkan devisa negara demi terciptanya kesejahteraan  bersama,&quot; ujar Ardi Budiono.
Sebagai informasi, tahun 2019 lalu, komposisi ekspor produk perikanan  PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk. (PT Suri Tani Pemuka) terdiri dari  86.6% produk akuakultur dan 13.4% dari produk unggas. Kegiatan ekspor  tersebut akan memberikan penyerapan tenaga kerja dan akan memberikan  efek pada kesejahteraan karyawan serta masyarakat luas yang memasok  segala hal yang terkait dengan ekspor antara lain kebutuhan pasokan  barang dan jasa pendukung, freight fowarding dan jasa logistik lainnya.</description><content:encoded>BANYUWANGI - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengawali kinerja baru di 2020 dengan melakukan ekspor perdana produk perikanan senilai Rp13,3 miliar. Ekspor perdana dilakukan serentak di tiga lokasi anak perusahaan nasional PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA), yakni di Banyuwangi Jawa Timur, Medan Sumatera Utara, dan Cirebon Jawa Barat.
&amp;ldquo;Kali ini kita ekspor perdana produk olahan sidat dengan negara tujuan Jepang, fillet/loin ke Amerika Serikat, dan olahan tilapia ke Filipina, serta pakan udang ke Timor-Leste,&quot; kata Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP) KKP, Agus Suherman di Banyuwangi, Senin (13/01/2020).
 
&amp;nbsp;Baca juga: Ikan Langka Punah, China Larang Nelayan Mancing di Sungai Yangtze Selama 10 Tahun

Agus menjelaskan, pelepasan ekspor perdana ini menandai penambahan agregasi ekspor perdana produk perikanan nasional yang pada bulan Januari 2020 sampai dengan 9 Januari 2020 telah mencapai Rp1,4 Triliun.
Ekspor produk perikanan ini, kata Agus, sejalan dengan arahan Presiden RI Joko Widodo kepada Menteri Kelautan dan Perikanan agar KKP terus meningkatkan ekspor produk perikanan. Sehingga dapat menambah devisa nasional, meningkatkan penyerapan tenaga kerja dalam negeri, serta memberikan efek pada kesejahteraan karyawan serta masyarakat luas, yang memasok segala hal yang terkait dengan ekspor, antara lain kebutuhan pasokan barang dan jasa pendukung, freight fowarding dan jasa logistik lainnya.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Menteri KKP Pede Target 8,02 Juta Ton Ikan Tangkap Tercapai
Pelepasan ekspor perdana yang berlokasi di salah satu anak perusahaan PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk, yaitu PT Suri Tani Pemuka, di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, ditandai dengan pemencetan tombol sirine bersama dengan Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas, Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri-Kementerian Perdagangan, Indrasari Wisnu Wardhana, pejabat Pemerintah Provinsi Jawa Timur, dan Kepala Akuakultur PT. Japfa Comfeed Indonesia Tbk., Ardi Budiono.Usai pelepasan ekspor dilanjutkan dengan kunjungan ke lokasi budidaya  sidat di Bomo, Kabupaten Banyuwangi. Dalam kesempatan itu, Agus yang  mewakili Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo menyampaikan  apresiasi terhadap kegiatan ekspor perdana awal tahun ini sebagai  momentum untuk meningkatkan ekspor dan mencapai target ekspor nasional  2020 sebesar USD 6,47 miliar.
&amp;ldquo;KKP terus mendorong Unit Pengolahan Ikan seluruh Indonesia untuk  meningkatkan kapasitas dan kinerjanya untuk meningkatkan ekspor,&amp;rdquo; tutur  Agus Suherman.
Sebagaimana diketahui, produk perikanan merupakan salah satu sektor  andalan ekspor Indonesia untuk mengurangi defisit neraca perdagangan  luar negeri. Ekspor produk perikanan mempunyai kapasitas daya ungkit  yang tinggi dalam peningkatan kesejahteraan nelayan, pengolah, dan  pembudi daya ikan.
Ini diamini oleh Bupati Azwar Anas. Kata dia, di tengah kerja keras  pemerintah dalam mengurangi necara defisit transaksi berjalan, awal  tahun ini PT. Japfa mampu melakukan ekspor. &amp;ldquo;Ini adalah angin segar di  awal tahun. Kami atas nama pemerintah daerah berterima kasih kepada PT.  Japfa karena telah bekerja dengan baik,&quot; ujarnya.
Kepala Akuakultur PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk Ardi Budiono  menambahkan, KKP terus melakukan komunikasi dan sinergi dengan  Kementerian/Lembaga, Perwakilan RI, Pemerintah Provinsi, Pemerintah  Kabupaten/kota dalam rangka mempercepat pencapaian target ekspor ikan  nasional. KKP juga terus mendorong dan memfasilitasi penetrasi pasar,  baik pasar tradisional (Amerika Serikat, Jepang, Uni Eropa) maupun ke  pasar nontradisional seperti pasar Timur Tengah, baik melalui penanganan  hambatan ekspor, perundingan penurunan hambatan tarif impor di negara  mitra, pameran, misi dagang dan lain-lain.
&quot;Pelepasan ekspor ini merupakan bentuk konsistensi PT. Japfa dalam  mendukung ekspor di berbagai komoditas, dimana awal tahun ini PT. Japfa  kembali mengawalinya dengan mengekspor produk budidaya perikanan. Hal  ini tidak terlepas dari upaya PT. Japfa dalam mendukung program  pemerintah meningkatkan devisa negara demi terciptanya kesejahteraan  bersama,&quot; ujar Ardi Budiono.
Sebagai informasi, tahun 2019 lalu, komposisi ekspor produk perikanan  PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk. (PT Suri Tani Pemuka) terdiri dari  86.6% produk akuakultur dan 13.4% dari produk unggas. Kegiatan ekspor  tersebut akan memberikan penyerapan tenaga kerja dan akan memberikan  efek pada kesejahteraan karyawan serta masyarakat luas yang memasok  segala hal yang terkait dengan ekspor antara lain kebutuhan pasokan  barang dan jasa pendukung, freight fowarding dan jasa logistik lainnya.</content:encoded></item></channel></rss>
