<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pertamina hingga Inalum Jalin Kerjasama dengan Perusahaan Emirat Arab</title><description>Pertamina bekerja sama dengan ADNOC, perusahaan migas yang dibangun pada 1971</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/01/13/320/2152487/pertamina-hingga-inalum-jalin-kerjasama-dengan-perusahaan-emirat-arab</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/01/13/320/2152487/pertamina-hingga-inalum-jalin-kerjasama-dengan-perusahaan-emirat-arab"/><item><title>Pertamina hingga Inalum Jalin Kerjasama dengan Perusahaan Emirat Arab</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/01/13/320/2152487/pertamina-hingga-inalum-jalin-kerjasama-dengan-perusahaan-emirat-arab</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/01/13/320/2152487/pertamina-hingga-inalum-jalin-kerjasama-dengan-perusahaan-emirat-arab</guid><pubDate>Senin 13 Januari 2020 21:03 WIB</pubDate><dc:creator>Vania Halim</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/01/13/320/2152487/pertamina-hingga-inalum-jalin-kerjasama-dengan-perusahaan-emirat-arab-ZJbuM2SyfT.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Presiden Jokowi dengan Pangeran Sheikh Mohammed Bin Zayeb. (Foto: Okezone.com/Setkab)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/01/13/320/2152487/pertamina-hingga-inalum-jalin-kerjasama-dengan-perusahaan-emirat-arab-ZJbuM2SyfT.jpg</image><title>Presiden Jokowi dengan Pangeran Sheikh Mohammed Bin Zayeb. (Foto: Okezone.com/Setkab)</title></images><description>JAKARTA - Badan Usaha Milik Negara (BUMN) akan terlibat dalam rencana investasi Persatuan Emirat Arab (PEA) di Indonesia. Adapun nilai investasi PEA mencapai USD22,89 miliar atau sekitar Rp314,9 triliun.
Menteri BUMN Erick Thohir mendampingi Presiden Republik Indonesia Joko Widodo dalam rapat bilateral dengan Putra Mahkota Abu Dhabi Sheiks Mohamed Bin Zayed di Istana Kepresidenan Qasr Al Watan, Abu Dhabi, PEA pada Minggu 12 Januari 2020.
Baca Juga: Jokowi Tawarkan UEA Investasi di Ibu Kota Baru
PEA akan tetap menjadi salah satu mitra penting kerja sama ekonomi Indonesia, terutama di bidang investasi. Sebanyak 11 perjanjian bisnis dan 5 perjanjian pemerintah disepakati dalam pertemuan tersebut, di antaranya dalam bidang energi, migas, petrokimia, pelabuhan, telekomunikasi, dan riset dengan estimasi total nilai investasi sekitar Rp314,9 triliun.

Dalam investasi tersebut, Menteri Erick mengatakan, bebarapa BUMN turut berkontribusi antara lain PT Pertamina (Persero), PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero), dan PT Perusahaan Listrik Negara (Persero). Pertamina bekerja sama dengan ADNOC, perusahaan migas yang dibangun pada 1971 yang memiliki cadangan minyak terbesar nomor tujuh di dunia.
Pertamina juga bekerja sama dengan Mubadala Petroleum, yaitu perusahaan eksplorasi dan produksi minyak dan gas hulu Internasional terkemuka yang mengelola aset dan operasi hingga mencakup 10 negara dengan fokus geografis utama di kawasan Timur Tengah, Afrika Utara, Rusia, dan Asia Tenggara.
Baca Juga: Bertemu Jokowi, IDFC Investasi USD5 Miliar di Infrastruktur dan Teknologi Digital
Sementara itu, Inalum bekerja sama dengan Emirates Global Aluminium (EGA) sebuah produsen 'Aluminium Premium' terbesar di dunia. Sedangkan PLN bekerja sama dengan Masdar yang merupakan perusahaan energi baru terbarukan (EBT) yang berbasis di Abu Dhabi, PEA.
Kerja sama antara PLN dan Masdar yang disepakati di antaranya dalam pembangunan proyek PLTS Terapung (Floating PV) di Waduk Cirata, Jawa Barat yang akan menjadi PLTS terbesar di Asia Tenggara. Menteri Badan Usaha Milik Negara, Erick Thohir memastikan, kerja sama antara BUMN dan Persatuan Emirat Arab berjalan dengan baik dan dapat memenuhi target yang sudah ditetapkan. Alih teknologi juga terjadi sehingga hasilnya win-win bagi kedua belah pihak.
&amp;ldquo;Selain dengan Persatuan Emirat Arab, akan ada lagi kerja sama investasi dengan negaranegara lain. Saya senang tingkat kepercayaan mitra strategis luar negeri terhadap BUMN-BUMN Indonesia semakin meningkat karena perusahaan dikelola dengan baik, transparan dan mengedepankan GCG,&quot; tulis Erick Thohir dalam keterangannya, Senin (13/1/2020).Sebelumnya, Pemerintah Uni Emirat Arab (UEA) menyiapkan dana USD22,8  miliar untuk berinvestasi di Indonesia melalui Sovereign Welth Fund  bersama-sama dengan Masayoshi dari Softbank (Jepang), dan juga dari  International Development Finance Corporatio (IDFC) Amerika Serikat.  Kesediaan Pemerintah UEA menyiapkan dana investasi yang cukup besar itu  disampaikan Putra Mahkota UEA, Pangeran Sheikh Mohammed Bin Zayed (MBZ)  dalam pertemuan bilateral dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi), di  Istana Qasr Al Watan, Abu Dhabi, UEA,
&amp;ldquo;Tadi dibicarakan dari Presiden mengenai Sovereign welth fund waktu  tete a tete kebetulan saya ada, bahwa Crowned Prince itu berulang kali  mengatakan bahwa Indonesia adalah sahabat kami yang sangat dekat. Dan  berulang kali beliau mengingatkan bahwa Indonesia penduduk Islam  terbanyak. Jadi, mereka ingin berkontribusi bagi negara Indonesia,&amp;rdquo; kata  Menko Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan.
Menko Kemaritiman dan Investasi menilai, persetujuan yang disampaikan  Pangeran Sheikh Mohammed Bin Zayed adalah satu deal terbesar mungkin  dalam sejarah Indonesia dalam waktu singkat di negara Timur Tengah yaitu  United Emirat Arab. Dengan Sovereign welth fund itu, lanjut Luhut, UEA  akan masuk berinvestasi dalam pembangunan Ibu Kota Baru di Kutai  Kartanegara, Kalimantan Timur.
Bahkan, Luhut mengemukakan, Presiden Jokowi meminta agar Pangeran  Sheikh Mohammed Bin Zayed menjadi Dewan Pengarah di pembangunan Ibu Kota  Baru itu. Selain itu, menurut Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut B.  Pandjaitan, UEA juga ingin masuk berinvestasi dalam pembangunan di Aceh.</description><content:encoded>JAKARTA - Badan Usaha Milik Negara (BUMN) akan terlibat dalam rencana investasi Persatuan Emirat Arab (PEA) di Indonesia. Adapun nilai investasi PEA mencapai USD22,89 miliar atau sekitar Rp314,9 triliun.
Menteri BUMN Erick Thohir mendampingi Presiden Republik Indonesia Joko Widodo dalam rapat bilateral dengan Putra Mahkota Abu Dhabi Sheiks Mohamed Bin Zayed di Istana Kepresidenan Qasr Al Watan, Abu Dhabi, PEA pada Minggu 12 Januari 2020.
Baca Juga: Jokowi Tawarkan UEA Investasi di Ibu Kota Baru
PEA akan tetap menjadi salah satu mitra penting kerja sama ekonomi Indonesia, terutama di bidang investasi. Sebanyak 11 perjanjian bisnis dan 5 perjanjian pemerintah disepakati dalam pertemuan tersebut, di antaranya dalam bidang energi, migas, petrokimia, pelabuhan, telekomunikasi, dan riset dengan estimasi total nilai investasi sekitar Rp314,9 triliun.

Dalam investasi tersebut, Menteri Erick mengatakan, bebarapa BUMN turut berkontribusi antara lain PT Pertamina (Persero), PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero), dan PT Perusahaan Listrik Negara (Persero). Pertamina bekerja sama dengan ADNOC, perusahaan migas yang dibangun pada 1971 yang memiliki cadangan minyak terbesar nomor tujuh di dunia.
Pertamina juga bekerja sama dengan Mubadala Petroleum, yaitu perusahaan eksplorasi dan produksi minyak dan gas hulu Internasional terkemuka yang mengelola aset dan operasi hingga mencakup 10 negara dengan fokus geografis utama di kawasan Timur Tengah, Afrika Utara, Rusia, dan Asia Tenggara.
Baca Juga: Bertemu Jokowi, IDFC Investasi USD5 Miliar di Infrastruktur dan Teknologi Digital
Sementara itu, Inalum bekerja sama dengan Emirates Global Aluminium (EGA) sebuah produsen 'Aluminium Premium' terbesar di dunia. Sedangkan PLN bekerja sama dengan Masdar yang merupakan perusahaan energi baru terbarukan (EBT) yang berbasis di Abu Dhabi, PEA.
Kerja sama antara PLN dan Masdar yang disepakati di antaranya dalam pembangunan proyek PLTS Terapung (Floating PV) di Waduk Cirata, Jawa Barat yang akan menjadi PLTS terbesar di Asia Tenggara. Menteri Badan Usaha Milik Negara, Erick Thohir memastikan, kerja sama antara BUMN dan Persatuan Emirat Arab berjalan dengan baik dan dapat memenuhi target yang sudah ditetapkan. Alih teknologi juga terjadi sehingga hasilnya win-win bagi kedua belah pihak.
&amp;ldquo;Selain dengan Persatuan Emirat Arab, akan ada lagi kerja sama investasi dengan negaranegara lain. Saya senang tingkat kepercayaan mitra strategis luar negeri terhadap BUMN-BUMN Indonesia semakin meningkat karena perusahaan dikelola dengan baik, transparan dan mengedepankan GCG,&quot; tulis Erick Thohir dalam keterangannya, Senin (13/1/2020).Sebelumnya, Pemerintah Uni Emirat Arab (UEA) menyiapkan dana USD22,8  miliar untuk berinvestasi di Indonesia melalui Sovereign Welth Fund  bersama-sama dengan Masayoshi dari Softbank (Jepang), dan juga dari  International Development Finance Corporatio (IDFC) Amerika Serikat.  Kesediaan Pemerintah UEA menyiapkan dana investasi yang cukup besar itu  disampaikan Putra Mahkota UEA, Pangeran Sheikh Mohammed Bin Zayed (MBZ)  dalam pertemuan bilateral dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi), di  Istana Qasr Al Watan, Abu Dhabi, UEA,
&amp;ldquo;Tadi dibicarakan dari Presiden mengenai Sovereign welth fund waktu  tete a tete kebetulan saya ada, bahwa Crowned Prince itu berulang kali  mengatakan bahwa Indonesia adalah sahabat kami yang sangat dekat. Dan  berulang kali beliau mengingatkan bahwa Indonesia penduduk Islam  terbanyak. Jadi, mereka ingin berkontribusi bagi negara Indonesia,&amp;rdquo; kata  Menko Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan.
Menko Kemaritiman dan Investasi menilai, persetujuan yang disampaikan  Pangeran Sheikh Mohammed Bin Zayed adalah satu deal terbesar mungkin  dalam sejarah Indonesia dalam waktu singkat di negara Timur Tengah yaitu  United Emirat Arab. Dengan Sovereign welth fund itu, lanjut Luhut, UEA  akan masuk berinvestasi dalam pembangunan Ibu Kota Baru di Kutai  Kartanegara, Kalimantan Timur.
Bahkan, Luhut mengemukakan, Presiden Jokowi meminta agar Pangeran  Sheikh Mohammed Bin Zayed menjadi Dewan Pengarah di pembangunan Ibu Kota  Baru itu. Selain itu, menurut Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut B.  Pandjaitan, UEA juga ingin masuk berinvestasi dalam pembangunan di Aceh.</content:encoded></item></channel></rss>
