<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Gandeng Incheon dan Wika, AP I Incar Pengelolaan Bandara Hang Nadim Batam   </title><description>IIAC memiliki kewajiban dan tanggung jawab dalam hal pemasaran dan strategi pengembangan Bandara Hang Nadim Batam</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/01/13/320/2152512/gandeng-incheon-dan-wika-ap-i-incar-pengelolaan-bandara-hang-nadim-batam</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/01/13/320/2152512/gandeng-incheon-dan-wika-ap-i-incar-pengelolaan-bandara-hang-nadim-batam"/><item><title>Gandeng Incheon dan Wika, AP I Incar Pengelolaan Bandara Hang Nadim Batam   </title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/01/13/320/2152512/gandeng-incheon-dan-wika-ap-i-incar-pengelolaan-bandara-hang-nadim-batam</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/01/13/320/2152512/gandeng-incheon-dan-wika-ap-i-incar-pengelolaan-bandara-hang-nadim-batam</guid><pubDate>Senin 13 Januari 2020 22:03 WIB</pubDate><dc:creator>Taufik Fajar</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/01/13/320/2152512/gandeng-incheon-dan-wika-ap-i-incar-pengelolaan-bandara-hang-nadim-batam-VyJhbG9ZDO.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Konsorsium AP I, Wika dengan Incheon Airport. (Foto: Okezone.com/Taufik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/01/13/320/2152512/gandeng-incheon-dan-wika-ap-i-incar-pengelolaan-bandara-hang-nadim-batam-VyJhbG9ZDO.jpg</image><title>Konsorsium AP I, Wika dengan Incheon Airport. (Foto: Okezone.com/Taufik)</title></images><description>JAKARTA - PT Angkasa Pura I (Persero) menggandeng Incheon International Airport Corporation (IIAC) dan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk untuk mengikuti seleksi pengelolaan Bandara Hang Nadim Batam melalui mekanisme Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU).
Hal tersebut ditandai dengan pendatanganan perjanjian konsorsium yang dilakukan Direktur Utama Angkasa Pura I Faik Fahmi, Presiden &amp;amp; CEO IIAC Koo Bon Hwan, serta Direktur Utama Wijaya Karya Tumiyana.
Baca Juga: Yogyakarta International Aiport Pintu Masuk Turis Mancanegara, Ini Faktanya!
Sebagai pemimpin konsorsium, Angkasa Pura I akan bertanggung jawab dalam hal manajemen operasional dan komersial secara umum. Sementara IIAC memiliki kewajiban dan tanggung jawab dalam hal pemasaran dan strategi pengembangan bandara secara umum. Sedangkan Wijaya Karya selaku BUMN bidang konstruksi yang terintegrasi dengan industri pendukungnya bertanggung jawab dalam hal manajemen infrastruktur bandara.

&quot;Kerja sama ini merupakan salah satu strategi perusahaan dalam mengembangkan bisnisnya sekaligus menegaskan komitmen Angkasa Pura I untuk memperluas jaringan pengelolaan bandara di Indonesia. Kami optimistis berpeluang lebih besar untuk mendapatkan kontrak kerja sama pengelolaan Bandara Hang Nadim Batam dengan menggandeng Incheon dan Wijaya Karya sebagai mitra strategis, mengingat kemampuan dan pengalaman global di sektor kebandarudaraan dan konstruksi bandar udara yang konsorsium ini miliki,&quot; kata Direktur Utama PT Angkasa Pura I (Persero) Faik Fahmi di Hotel Pullman Jakarta, Senin (13/1/2020).
Baca Juga: 8 Fakta Yogyakarta Punya Bandara Baru, Jokowi Tak Mau Buru-Buru Resmikan
Sebelumnya, pada 14 Agustus 2019 lalu Angkasa Pura I telah menandatangani nota kesepakatan dengan IIAC untuk menjajaki peluang kerja sama pengelolaan bandara-bandara potensial di dalam negeri maupun luar negeri. Salah satunya adalah peluang pengelolaan Bandara Hang Nadim Batam ini.
Selain itu, lanjut dia sebagai bentuk pengakuan atas kualitas pengelolaan operasional yang dimiliki Angkasa Pura I di mata internasional, IIAC secara resmi juga menggandeng Angkasa Pura I dalam rencana pengelolaan Terminal 4 Bandara Internasional Kuwait.&quot;Kami (Angkasa Pura I), akan mengirimkan tenaga ahli yang dimilikinya  pada periode 2021-2023. Kemudian dilanjutkan dengan keikutsertaan  Angkasa Pura I - IIAC dalam seleksi pengelolaan Terminal 2 Kuwait  Bandara Internasional Kuwait dan  Bandara Internasional Jeddah di Arab  Saudi pada masa yang akan datang,&quot; ungkap dia.
Sebagai informasi, saat ini Angkasa Pura I mengelola 15 bandara  komersial di Indonesia dengan total penumpang yang dilayani sebanyak  96,7 juta penumpang di tahun 2018 atau meningkat sebesar 7,8% dari 89,7  juta penumpang yang dilayani di tahun sebelumnya. Di bawah pengelolaan  Angkasa Pura I, 13 bandara berhasil memperoleh sejumlah pengukuran  terbaik Airport Service Quality dari Airport Council International (ACI)  dengan rata-rata skor 4,6 pada tahun 2018.</description><content:encoded>JAKARTA - PT Angkasa Pura I (Persero) menggandeng Incheon International Airport Corporation (IIAC) dan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk untuk mengikuti seleksi pengelolaan Bandara Hang Nadim Batam melalui mekanisme Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU).
Hal tersebut ditandai dengan pendatanganan perjanjian konsorsium yang dilakukan Direktur Utama Angkasa Pura I Faik Fahmi, Presiden &amp;amp; CEO IIAC Koo Bon Hwan, serta Direktur Utama Wijaya Karya Tumiyana.
Baca Juga: Yogyakarta International Aiport Pintu Masuk Turis Mancanegara, Ini Faktanya!
Sebagai pemimpin konsorsium, Angkasa Pura I akan bertanggung jawab dalam hal manajemen operasional dan komersial secara umum. Sementara IIAC memiliki kewajiban dan tanggung jawab dalam hal pemasaran dan strategi pengembangan bandara secara umum. Sedangkan Wijaya Karya selaku BUMN bidang konstruksi yang terintegrasi dengan industri pendukungnya bertanggung jawab dalam hal manajemen infrastruktur bandara.

&quot;Kerja sama ini merupakan salah satu strategi perusahaan dalam mengembangkan bisnisnya sekaligus menegaskan komitmen Angkasa Pura I untuk memperluas jaringan pengelolaan bandara di Indonesia. Kami optimistis berpeluang lebih besar untuk mendapatkan kontrak kerja sama pengelolaan Bandara Hang Nadim Batam dengan menggandeng Incheon dan Wijaya Karya sebagai mitra strategis, mengingat kemampuan dan pengalaman global di sektor kebandarudaraan dan konstruksi bandar udara yang konsorsium ini miliki,&quot; kata Direktur Utama PT Angkasa Pura I (Persero) Faik Fahmi di Hotel Pullman Jakarta, Senin (13/1/2020).
Baca Juga: 8 Fakta Yogyakarta Punya Bandara Baru, Jokowi Tak Mau Buru-Buru Resmikan
Sebelumnya, pada 14 Agustus 2019 lalu Angkasa Pura I telah menandatangani nota kesepakatan dengan IIAC untuk menjajaki peluang kerja sama pengelolaan bandara-bandara potensial di dalam negeri maupun luar negeri. Salah satunya adalah peluang pengelolaan Bandara Hang Nadim Batam ini.
Selain itu, lanjut dia sebagai bentuk pengakuan atas kualitas pengelolaan operasional yang dimiliki Angkasa Pura I di mata internasional, IIAC secara resmi juga menggandeng Angkasa Pura I dalam rencana pengelolaan Terminal 4 Bandara Internasional Kuwait.&quot;Kami (Angkasa Pura I), akan mengirimkan tenaga ahli yang dimilikinya  pada periode 2021-2023. Kemudian dilanjutkan dengan keikutsertaan  Angkasa Pura I - IIAC dalam seleksi pengelolaan Terminal 2 Kuwait  Bandara Internasional Kuwait dan  Bandara Internasional Jeddah di Arab  Saudi pada masa yang akan datang,&quot; ungkap dia.
Sebagai informasi, saat ini Angkasa Pura I mengelola 15 bandara  komersial di Indonesia dengan total penumpang yang dilayani sebanyak  96,7 juta penumpang di tahun 2018 atau meningkat sebesar 7,8% dari 89,7  juta penumpang yang dilayani di tahun sebelumnya. Di bawah pengelolaan  Angkasa Pura I, 13 bandara berhasil memperoleh sejumlah pengukuran  terbaik Airport Service Quality dari Airport Council International (ACI)  dengan rata-rata skor 4,6 pada tahun 2018.</content:encoded></item></channel></rss>
