<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>   Periskop 2020: Daftar Bisnis yang Bakal Cuan di Tahun Tikus Logam   </title><description>Tahun 2020 merupakan tahun yang dinilai tepat untuk berbisnis.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/01/14/320/2152779/periskop-2020-daftar-bisnis-yang-bakal-cuan-di-tahun-tikus-logam</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/01/14/320/2152779/periskop-2020-daftar-bisnis-yang-bakal-cuan-di-tahun-tikus-logam"/><item><title>   Periskop 2020: Daftar Bisnis yang Bakal Cuan di Tahun Tikus Logam   </title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/01/14/320/2152779/periskop-2020-daftar-bisnis-yang-bakal-cuan-di-tahun-tikus-logam</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/01/14/320/2152779/periskop-2020-daftar-bisnis-yang-bakal-cuan-di-tahun-tikus-logam</guid><pubDate>Selasa 14 Januari 2020 16:08 WIB</pubDate><dc:creator>Giri Hartomo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/01/14/320/2152779/periskop-2020-daftar-bisnis-yang-bakal-cuan-di-tahun-tikus-logam-LDpKbxPBG3.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Bisnis Cuan 2020 (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/01/14/320/2152779/periskop-2020-daftar-bisnis-yang-bakal-cuan-di-tahun-tikus-logam-LDpKbxPBG3.jpg</image><title>Bisnis Cuan 2020 (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Tahun 2020 merupakan tahun yang dinilai tepat untuk berbisnis. Pasalnya,  2020 ini merupakan tahun yang pas untuk perbaikan bagi pengusaha di semua sektor bisnis. Apalagi 2020 merupakan Tahun Tikus Logam.

Di Era Digital, Asosiasi E-Commerce Indonesia (IdEA) memprediksi jika industri e-commerce diprediksi masih akan terus tumbuh pada 2020 ini. Pertumbuhan ini mencakup dari sisi market maupun jumlah perusahaan yang akan muncul di tahun ini. Kendati demikian, diproyeksikan pendatang baru masih akan tetap bermunculan di tahun 2020 ini. Hanya saja kemunculan perusahaan e-commerce baru ini tidak akan sebanyak tahun-tahun sebelumnya.
Baca Juga: Periskop 2020: Gegap Gempita Pesta Demokrasi Serentak di 270 Daerah
Bahkan, proyeksi IdEA menyebutkan, akan ada pemain e-commerce dari asing yang akan masuk ke Indonesia. Hanya saja, dirinya tidak mengetahui pasti berapa jumlahnya dan asal negara dari perusahaan tersebut.

&quot;Pendatang baru masih akan ada tapi enggak akan semasif sebelumnya. Pasti ada sih (perusahaan e-commerce) asing. Tapi saya enggak tahu siapa,&quot; ucap Ketua Umum  IdEA Ignatius Untung.
Baca Juga: 8 Tren Kesehatan yang Bakal Populer di 2020, Lady Gaga Sudah Coba!
Di sisi lain, Ahli Fengshui Suhu Yo mengatakan, ada beberapa sektor bisnis yang akan mendapatkan banyak untung alias cuan pada tahun ini. Misalnya, saja bisnis pertanian, hasil bumi hingga bisnis teknologi yang memang sejak tahun lalu ini sudah banyak digemari khususnya para milenial.

&quot;Bisnis pertanian, hasil bumi, perkebunan, dan teknologi, sangat baik,&quot; ujarnya saat dihubungi Okezone, Selasa (14/1/2020).
&amp;nbsp;Sementara itu, beberapa sektor diprediksi akan anjlok pada tahun ini. Misalnya saja bisnis properti hingga bisnis kendaraan.

Ada beberapa alasan mengapa kedua industri ini diprediksi akan  terpuruk pada tahun ini. Pertama adalah, terlalu tingginya harga  kenaikan tanah-tanah khususnya yang berada di kota-kota besar di  Indonesia.

Tingginya harga tanah ini membuat harga jual rumah begitu sulit  terjangkau oleh masyrakat. Sementara rumah bekas pun saat ini harganya  cenderung tinggi karena sang pemilik enggak menjualnya dengan harga  murah.

&quot;Keterpurukan dari properti karena harga tanah terlalu tinggi  kenaikannya, sehingga akan menurun harga tanah, terutama di ibu kota  sehingga properti lesu, bagi yang memiliki properti atau tanah, jika  disuruh jual turun mereka enggan jual,&quot; katanya.
Sementara itu, untuk bisnis automotif menurun karena saat ini   masyarakat cenderung ingin mencari kendaraan yang ramah lingkungan dan   hemat energi. Ditambah lagi, kendaraan listrik juga sudah mulai   diperkenalkan oleh pemerintah dan siap dijual ke pasaran.

&quot;Untuk kendaraan yang cc besar terutama 1.500 ke atas itu menurun   karena banyak yang membeli kendaraan yang irit bahan bakar. Dan sekarang   ini banyak yang menunggu keluar kendaraan tenaga listrik,&quot; kata Suhu   Yo.

Meskipun begitu, Suhu Yo menyebut jika tahun ini merupakan tahun yang   baik untuk perbaikan bisnis. Jika para pengusaha serius untuk   memperbaiki bisnisnya, maka bukan tidak mungkin tahun ini akan   menghasilkan cuan yang cukup besar bagi mereka.

&quot;Bagi pengusaha harus lebih mementingkan tenaga-tenaga muda yang kreatif yang bekerja,&quot; ucapnya.

</description><content:encoded>JAKARTA - Tahun 2020 merupakan tahun yang dinilai tepat untuk berbisnis. Pasalnya,  2020 ini merupakan tahun yang pas untuk perbaikan bagi pengusaha di semua sektor bisnis. Apalagi 2020 merupakan Tahun Tikus Logam.

Di Era Digital, Asosiasi E-Commerce Indonesia (IdEA) memprediksi jika industri e-commerce diprediksi masih akan terus tumbuh pada 2020 ini. Pertumbuhan ini mencakup dari sisi market maupun jumlah perusahaan yang akan muncul di tahun ini. Kendati demikian, diproyeksikan pendatang baru masih akan tetap bermunculan di tahun 2020 ini. Hanya saja kemunculan perusahaan e-commerce baru ini tidak akan sebanyak tahun-tahun sebelumnya.
Baca Juga: Periskop 2020: Gegap Gempita Pesta Demokrasi Serentak di 270 Daerah
Bahkan, proyeksi IdEA menyebutkan, akan ada pemain e-commerce dari asing yang akan masuk ke Indonesia. Hanya saja, dirinya tidak mengetahui pasti berapa jumlahnya dan asal negara dari perusahaan tersebut.

&quot;Pendatang baru masih akan ada tapi enggak akan semasif sebelumnya. Pasti ada sih (perusahaan e-commerce) asing. Tapi saya enggak tahu siapa,&quot; ucap Ketua Umum  IdEA Ignatius Untung.
Baca Juga: 8 Tren Kesehatan yang Bakal Populer di 2020, Lady Gaga Sudah Coba!
Di sisi lain, Ahli Fengshui Suhu Yo mengatakan, ada beberapa sektor bisnis yang akan mendapatkan banyak untung alias cuan pada tahun ini. Misalnya, saja bisnis pertanian, hasil bumi hingga bisnis teknologi yang memang sejak tahun lalu ini sudah banyak digemari khususnya para milenial.

&quot;Bisnis pertanian, hasil bumi, perkebunan, dan teknologi, sangat baik,&quot; ujarnya saat dihubungi Okezone, Selasa (14/1/2020).
&amp;nbsp;Sementara itu, beberapa sektor diprediksi akan anjlok pada tahun ini. Misalnya saja bisnis properti hingga bisnis kendaraan.

Ada beberapa alasan mengapa kedua industri ini diprediksi akan  terpuruk pada tahun ini. Pertama adalah, terlalu tingginya harga  kenaikan tanah-tanah khususnya yang berada di kota-kota besar di  Indonesia.

Tingginya harga tanah ini membuat harga jual rumah begitu sulit  terjangkau oleh masyrakat. Sementara rumah bekas pun saat ini harganya  cenderung tinggi karena sang pemilik enggak menjualnya dengan harga  murah.

&quot;Keterpurukan dari properti karena harga tanah terlalu tinggi  kenaikannya, sehingga akan menurun harga tanah, terutama di ibu kota  sehingga properti lesu, bagi yang memiliki properti atau tanah, jika  disuruh jual turun mereka enggan jual,&quot; katanya.
Sementara itu, untuk bisnis automotif menurun karena saat ini   masyarakat cenderung ingin mencari kendaraan yang ramah lingkungan dan   hemat energi. Ditambah lagi, kendaraan listrik juga sudah mulai   diperkenalkan oleh pemerintah dan siap dijual ke pasaran.

&quot;Untuk kendaraan yang cc besar terutama 1.500 ke atas itu menurun   karena banyak yang membeli kendaraan yang irit bahan bakar. Dan sekarang   ini banyak yang menunggu keluar kendaraan tenaga listrik,&quot; kata Suhu   Yo.

Meskipun begitu, Suhu Yo menyebut jika tahun ini merupakan tahun yang   baik untuk perbaikan bisnis. Jika para pengusaha serius untuk   memperbaiki bisnisnya, maka bukan tidak mungkin tahun ini akan   menghasilkan cuan yang cukup besar bagi mereka.

&quot;Bagi pengusaha harus lebih mementingkan tenaga-tenaga muda yang kreatif yang bekerja,&quot; ucapnya.

</content:encoded></item></channel></rss>
