<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Cara Atasi Dinding 'Ngompol' saat Hujan Lebat</title><description>Musim hujan yang tengah melanda Jabodetabek pada awal 2020 cukup menjadi momok yang mengerikan bagi masyarakat.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/01/14/470/2152909/cara-atasi-dinding-ngompol-saat-hujan-lebat</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/01/14/470/2152909/cara-atasi-dinding-ngompol-saat-hujan-lebat"/><item><title>Cara Atasi Dinding 'Ngompol' saat Hujan Lebat</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/01/14/470/2152909/cara-atasi-dinding-ngompol-saat-hujan-lebat</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/01/14/470/2152909/cara-atasi-dinding-ngompol-saat-hujan-lebat</guid><pubDate>Selasa 14 Januari 2020 22:06 WIB</pubDate><dc:creator>Irene</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/01/14/470/2152909/cara-atasi-dinding-ngompol-saat-hujan-lebat-5qjCMVKilv.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Bocor (Thespruce)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/01/14/470/2152909/cara-atasi-dinding-ngompol-saat-hujan-lebat-5qjCMVKilv.jpg</image><title>Bocor (Thespruce)</title></images><description>JAKARTA - Musim hujan yang tengah melanda Jabodetabek pada awal 2020 cukup menjadi momok yang mengerikan bagi masyarakat. Pasalnya, dampak yang ditimbulkan kerap tak terduga.

Selain banjir, hujan lebat sering memberi dampak terhadap dinding yang basah akibat terus menerus terkena air hujan. Dinding yang kemudian basah ini tentunya mengganggu kenyamanan sang pemilik rumah.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Musim Hujan Tiba, Ini Cara Atasi Kebocoran di Dinding Rumah Kamu
Arsitek Hawawinata &amp;amp; Associates, Erwin H Hawawinata mengungkapkan beberapa penyebab 'dinding yang mengompol' pasca hujan lebat yang melanda. Menurutnya, dinding yang basah ini disebabkan oleh rembesan dari balik dinding ataupun dinding yang belum rampung betul pengerjaannya.
&amp;nbsp;
&quot;Untuk dinding mengompol, biasanya disebabkan ada rembesan dari balik dinding tersebut atau dinding yang mengompol tersebut belum kering benar sewaktu pembuatannya,&quot; ujar Erwin dalam keterangan tertulisnya kepada Okezone, Jakarta, Selasa (14/1/2020)
 
&amp;nbsp;Baca juga: Ingin Investasi Properti? Riset dan Perhitungan Kuncinya!
Selain itu, Erwin juga memaparkan langkah penanggulangan untuk masyarakat yang mengalami hal serupa. Dirinya memberi saran untuk segera melakukan pengecatan dengan pelapis waterproof.

&quot;Cara mengatasinya apabila sumber rembesan dari balik dinding adalah dengan memberikan lapisan waterproofing pada dinding balik,&quot; tambah Erwin.
Erwin juga memberikan opsi antisipatif dengan memperbaiki lapisan  dinding melalui cara pengulitan dinding. &quot;Akan lebih baik juga untuk  antisipasi adalah dengan menguliti dinding yang ada rembesan sehingga  air/ rembesan bisa menguap dengan baik,&quot; kata Erwin.

Sedangkan pada dinding yang berjamur, Erwin memaparkan cara  mengatasinya dengan pemberian larutan kimia. &quot;Bila berjamur harus  diberikan larutan kimia pembersih jamur dan dibiarkan dahulu sampai  dinding dianggap kering atau rembesan telah menguap,&quot; tambahnya.

Setelah itu untuk memperindah interior rumah, Erwin menyarankan untuk  melapisi dinding yang telah ditreatmen dengan cara melapisinya dengan  cat tembok. &quot;Setelah itu baru di cat dasar kembali, dibiarkan kering .  Setelah kering baru dilapis lagi dengan cat untuk merapikan,&quot; tutupnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Musim hujan yang tengah melanda Jabodetabek pada awal 2020 cukup menjadi momok yang mengerikan bagi masyarakat. Pasalnya, dampak yang ditimbulkan kerap tak terduga.

Selain banjir, hujan lebat sering memberi dampak terhadap dinding yang basah akibat terus menerus terkena air hujan. Dinding yang kemudian basah ini tentunya mengganggu kenyamanan sang pemilik rumah.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Musim Hujan Tiba, Ini Cara Atasi Kebocoran di Dinding Rumah Kamu
Arsitek Hawawinata &amp;amp; Associates, Erwin H Hawawinata mengungkapkan beberapa penyebab 'dinding yang mengompol' pasca hujan lebat yang melanda. Menurutnya, dinding yang basah ini disebabkan oleh rembesan dari balik dinding ataupun dinding yang belum rampung betul pengerjaannya.
&amp;nbsp;
&quot;Untuk dinding mengompol, biasanya disebabkan ada rembesan dari balik dinding tersebut atau dinding yang mengompol tersebut belum kering benar sewaktu pembuatannya,&quot; ujar Erwin dalam keterangan tertulisnya kepada Okezone, Jakarta, Selasa (14/1/2020)
 
&amp;nbsp;Baca juga: Ingin Investasi Properti? Riset dan Perhitungan Kuncinya!
Selain itu, Erwin juga memaparkan langkah penanggulangan untuk masyarakat yang mengalami hal serupa. Dirinya memberi saran untuk segera melakukan pengecatan dengan pelapis waterproof.

&quot;Cara mengatasinya apabila sumber rembesan dari balik dinding adalah dengan memberikan lapisan waterproofing pada dinding balik,&quot; tambah Erwin.
Erwin juga memberikan opsi antisipatif dengan memperbaiki lapisan  dinding melalui cara pengulitan dinding. &quot;Akan lebih baik juga untuk  antisipasi adalah dengan menguliti dinding yang ada rembesan sehingga  air/ rembesan bisa menguap dengan baik,&quot; kata Erwin.

Sedangkan pada dinding yang berjamur, Erwin memaparkan cara  mengatasinya dengan pemberian larutan kimia. &quot;Bila berjamur harus  diberikan larutan kimia pembersih jamur dan dibiarkan dahulu sampai  dinding dianggap kering atau rembesan telah menguap,&quot; tambahnya.

Setelah itu untuk memperindah interior rumah, Erwin menyarankan untuk  melapisi dinding yang telah ditreatmen dengan cara melapisinya dengan  cat tembok. &quot;Setelah itu baru di cat dasar kembali, dibiarkan kering .  Setelah kering baru dilapis lagi dengan cat untuk merapikan,&quot; tutupnya.</content:encoded></item></channel></rss>
