<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Utang Luar Negeri Indonesia Tambah 8,3% Jadi Rp5.499 Triliun   </title><description>Bank Indonesia (BI) mencatat Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia pada November 2019 tumbuh melambat.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/01/15/20/2153072/utang-luar-negeri-indonesia-tambah-8-3-jadi-rp5-499-triliun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/01/15/20/2153072/utang-luar-negeri-indonesia-tambah-8-3-jadi-rp5-499-triliun"/><item><title>Utang Luar Negeri Indonesia Tambah 8,3% Jadi Rp5.499 Triliun   </title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/01/15/20/2153072/utang-luar-negeri-indonesia-tambah-8-3-jadi-rp5-499-triliun</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/01/15/20/2153072/utang-luar-negeri-indonesia-tambah-8-3-jadi-rp5-499-triliun</guid><pubDate>Rabu 15 Januari 2020 10:52 WIB</pubDate><dc:creator>Taufik Fajar</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/01/15/20/2153072/utang-luar-negeri-indonesia-tambah-8-3-jadi-rp5-499-triliun-wEMr0Zfa4s.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Utang Luar Negeri RI Naik (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/01/15/20/2153072/utang-luar-negeri-indonesia-tambah-8-3-jadi-rp5-499-triliun-wEMr0Zfa4s.jpg</image><title>Utang Luar Negeri RI Naik (Foto: Okezone)</title></images><description>
JAKARTA - Bank Indonesia (BI) mencatat Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia pada November 2019 tumbuh melambat. Posisi ULN Indonesia pada akhir November 2019 tercatat sebesar USD401,4 miliar atau setara Rp5.499,1 triliun (kurs Rp13.700 per USD), terdiri dari ULN sektor publik (Pemerintah dan bank sentral) sebesar USD201,4 miliar dan ULN sektor swasta (termasuk BUMN) sebesar USD200,1 miliar.
Baca Juga: Naik Lagi, Utang Luar Negeri Indonesia Tembus Rp5.608 Triliun
ULN Indonesia tersebut tumbuh 8,3% secara year on year (yoy), melambat dibandingkan dengan pertumbuhan pada bulan sebelumnya sebesar 12,0% (yoy). Perkembangan ULN tersebut disebabkan oleh perlambatan pertumbuhan ULN Pemerintah maupun ULN swasta.
Melansir keterangan resmi BI, Jakarta, Rabu (15/1/2020), ULN Pemerintah tumbuh melambat dibandingkan dengan pertumbuhan pada bulan sebelumnya. Posisi ULN Pemerintah pada akhir November 2019 tercatat sebesar USD198,6 miliar atau tumbuh 10,1% (yoy), melambat dibandingkan dengan pertumbuhan bulan sebelumnya sebesar 13,6% (yoy).
Baca Juga: Utang Luar Negeri Naik 8,8% Jadi Rp5.567,5 Triliun pada Agustus 2019
Posisi ULN Pemerintah tersebut juga tercatat lebih rendah dibandingkan dengan posisi pada bulan sebelumnya terutama karena pelunasan pinjaman bilateral dan multilateral yang jatuh tempo pada periode laporan.
&amp;nbsp;Pengelolaan ULN Pemerintah diprioritaskan untuk membiayai  pembangunan, dengan porsi terbesar pada beberapa sektor produktif yang  mendukung pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat,  yaitu sektor jasa kesehatan dan kegiatan sosial (19,0% dari total ULN  Pemerintah), sektor konstruksi (16,5%), sektor jasa pendidikan (16,1%),  sektor administrasi Pemerintah, pertahanan, dan jaminan sosial wajib  (15,4%), serta sektor jasa keuangan dan asuransi (13,4%).
ULN swasta tumbuh lebih rendah dari bulan sebelumnya. ULN swasta  tumbuh 6,9% (yoy) pada akhir November 2019, lebih rendah dibandingkan  dengan pertumbuhan pada bulan sebelumnya sebesar 10,7% (yoy).
Perkembangan tersebut antara lain dipengaruhi oleh cukup tingginya  pelunasan surat berharga domestik yang jatuh tempo, meskipun pada  periode yang sama terdapat penerbitan surat utang perusahaan bukan  lembaga keuangan (PBLK) dan penarikan pinjaman oleh perbankan.
Secara sektoral, ULN swasta didominasi oleh sektor jasa keuangan  &amp;amp; asuransi, sektor pengadaan listrik, gas, uap/air panas &amp;amp; udara  (LGA), sektor industri pengolahan, dan sektor pertambangan &amp;amp;  penggalian. Pangsa ULN di keempat sektor tersebut terhadap total ULN  swasta mencapai 76,9%.Struktur ULN Indonesia tetap sehat didukung dengan penerapan prinsip   kehati-hatian dalam pengelolaannya. Kondisi tersebut tercermin antara   lain dari rasio ULN Indonesia terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) pada   November 2019 sebesar 35,9%, relatif stabil dibandingkan dengan rasio   pada bulan sebelumnya.
Di samping itu, struktur ULN Indonesia tetap didominasi oleh ULN   berjangka panjang dengan pangsa 88,5% dari total ULN. Dalam rangka   menjaga struktur ULN tetap sehat, Bank Indonesia dan Pemerintah terus   meningkatkan koordinasi dalam memantau perkembangan ULN, didukung dengan   penerapan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaannya.
Peran ULN juga akan terus dioptimalkan dalam menyokong pembiayaan   pembangunan, dengan meminimalisasi risiko yang dapat memengaruhi   stabilitas perekonomian.</description><content:encoded>
JAKARTA - Bank Indonesia (BI) mencatat Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia pada November 2019 tumbuh melambat. Posisi ULN Indonesia pada akhir November 2019 tercatat sebesar USD401,4 miliar atau setara Rp5.499,1 triliun (kurs Rp13.700 per USD), terdiri dari ULN sektor publik (Pemerintah dan bank sentral) sebesar USD201,4 miliar dan ULN sektor swasta (termasuk BUMN) sebesar USD200,1 miliar.
Baca Juga: Naik Lagi, Utang Luar Negeri Indonesia Tembus Rp5.608 Triliun
ULN Indonesia tersebut tumbuh 8,3% secara year on year (yoy), melambat dibandingkan dengan pertumbuhan pada bulan sebelumnya sebesar 12,0% (yoy). Perkembangan ULN tersebut disebabkan oleh perlambatan pertumbuhan ULN Pemerintah maupun ULN swasta.
Melansir keterangan resmi BI, Jakarta, Rabu (15/1/2020), ULN Pemerintah tumbuh melambat dibandingkan dengan pertumbuhan pada bulan sebelumnya. Posisi ULN Pemerintah pada akhir November 2019 tercatat sebesar USD198,6 miliar atau tumbuh 10,1% (yoy), melambat dibandingkan dengan pertumbuhan bulan sebelumnya sebesar 13,6% (yoy).
Baca Juga: Utang Luar Negeri Naik 8,8% Jadi Rp5.567,5 Triliun pada Agustus 2019
Posisi ULN Pemerintah tersebut juga tercatat lebih rendah dibandingkan dengan posisi pada bulan sebelumnya terutama karena pelunasan pinjaman bilateral dan multilateral yang jatuh tempo pada periode laporan.
&amp;nbsp;Pengelolaan ULN Pemerintah diprioritaskan untuk membiayai  pembangunan, dengan porsi terbesar pada beberapa sektor produktif yang  mendukung pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat,  yaitu sektor jasa kesehatan dan kegiatan sosial (19,0% dari total ULN  Pemerintah), sektor konstruksi (16,5%), sektor jasa pendidikan (16,1%),  sektor administrasi Pemerintah, pertahanan, dan jaminan sosial wajib  (15,4%), serta sektor jasa keuangan dan asuransi (13,4%).
ULN swasta tumbuh lebih rendah dari bulan sebelumnya. ULN swasta  tumbuh 6,9% (yoy) pada akhir November 2019, lebih rendah dibandingkan  dengan pertumbuhan pada bulan sebelumnya sebesar 10,7% (yoy).
Perkembangan tersebut antara lain dipengaruhi oleh cukup tingginya  pelunasan surat berharga domestik yang jatuh tempo, meskipun pada  periode yang sama terdapat penerbitan surat utang perusahaan bukan  lembaga keuangan (PBLK) dan penarikan pinjaman oleh perbankan.
Secara sektoral, ULN swasta didominasi oleh sektor jasa keuangan  &amp;amp; asuransi, sektor pengadaan listrik, gas, uap/air panas &amp;amp; udara  (LGA), sektor industri pengolahan, dan sektor pertambangan &amp;amp;  penggalian. Pangsa ULN di keempat sektor tersebut terhadap total ULN  swasta mencapai 76,9%.Struktur ULN Indonesia tetap sehat didukung dengan penerapan prinsip   kehati-hatian dalam pengelolaannya. Kondisi tersebut tercermin antara   lain dari rasio ULN Indonesia terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) pada   November 2019 sebesar 35,9%, relatif stabil dibandingkan dengan rasio   pada bulan sebelumnya.
Di samping itu, struktur ULN Indonesia tetap didominasi oleh ULN   berjangka panjang dengan pangsa 88,5% dari total ULN. Dalam rangka   menjaga struktur ULN tetap sehat, Bank Indonesia dan Pemerintah terus   meningkatkan koordinasi dalam memantau perkembangan ULN, didukung dengan   penerapan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaannya.
Peran ULN juga akan terus dioptimalkan dalam menyokong pembiayaan   pembangunan, dengan meminimalisasi risiko yang dapat memengaruhi   stabilitas perekonomian.</content:encoded></item></channel></rss>
