<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>   Swasta dan Pemerintah Tarik Utang Luar Negeri, Untuk Apa?</title><description>Posisi Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia pada akhir November 2019 tercatat sebesar USD401,4 miliar.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/01/15/20/2153074/swasta-dan-pemerintah-tarik-utang-luar-negeri-untuk-apa</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/01/15/20/2153074/swasta-dan-pemerintah-tarik-utang-luar-negeri-untuk-apa"/><item><title>   Swasta dan Pemerintah Tarik Utang Luar Negeri, Untuk Apa?</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/01/15/20/2153074/swasta-dan-pemerintah-tarik-utang-luar-negeri-untuk-apa</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/01/15/20/2153074/swasta-dan-pemerintah-tarik-utang-luar-negeri-untuk-apa</guid><pubDate>Rabu 15 Januari 2020 10:57 WIB</pubDate><dc:creator>Taufik Fajar</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/01/15/20/2153074/swasta-dan-pemerintah-tarik-utang-luar-negeri-untuk-apa-oCwRnwAO7X.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Utang Luar Negeri RI Naik (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/01/15/20/2153074/swasta-dan-pemerintah-tarik-utang-luar-negeri-untuk-apa-oCwRnwAO7X.jpg</image><title>Utang Luar Negeri RI Naik (Foto: Okezone)</title></images><description> 
JAKARTA - Posisi Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia pada akhir November 2019 tercatat sebesar USD401,4 miliar atau setara Rp5.499,1 triliun (kurs Rp13.700 per USD).

Utang ini terdiri dari ULN sektor publik (Pemerintah dan bank sentral) sebesar USD201,4 miliar dan ULN sektor swasta (termasuk BUMN) sebesar USD200,1 miliar.
Baca Juga: Utang Luar Negeri Indonesia Tambah 8,3% Jadi Rp5.499 Triliun
Lalu untuk apa penggunaannya? Berikut penjelasannya seperti dilansir dari keterangan resmi Bank Indonesia (BI), Jakarta, Rabu (15/1/2020).

1. ULN Pemerintah

Pengelolaan ULN Pemerintah diprioritaskan untuk membiayai pembangunan, dengan porsi terbesar pada beberapa sektor produktif yang mendukung pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat, yaitu sektor jasa kesehatan dan kegiatan sosial (19,0% dari total ULN Pemerintah), sektor konstruksi (16,5%), sektor jasa pendidikan (16,1%), sektor administrasi Pemerintah, pertahanan, dan jaminan sosial wajib (15,4%), serta sektor jasa keuangan dan asuransi (13,4%).
Baca Juga: Naik Lagi, Utang Luar Negeri Indonesia Tembus Rp5.608 Triliun 
 
2. ULN Swasta

ULN swasta didominasi oleh sektor jasa keuangan &amp;amp; asuransi, sektor pengadaan listrik, gas, uap/air panas &amp;amp; udara (LGA), sektor industri pengolahan, dan sektor pertambangan &amp;amp; penggalian. Pangsa ULN di keempat sektor tersebut terhadap total ULN swasta mencapai 76,9%.
&amp;nbsp;&amp;lt;img src=&quot;https://a.okezone.com/photos/2019/01/18/55421/280678_medium.jpg&quot; alt=&quot;Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar AS Menguat 14 Poin&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;</description><content:encoded> 
JAKARTA - Posisi Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia pada akhir November 2019 tercatat sebesar USD401,4 miliar atau setara Rp5.499,1 triliun (kurs Rp13.700 per USD).

Utang ini terdiri dari ULN sektor publik (Pemerintah dan bank sentral) sebesar USD201,4 miliar dan ULN sektor swasta (termasuk BUMN) sebesar USD200,1 miliar.
Baca Juga: Utang Luar Negeri Indonesia Tambah 8,3% Jadi Rp5.499 Triliun
Lalu untuk apa penggunaannya? Berikut penjelasannya seperti dilansir dari keterangan resmi Bank Indonesia (BI), Jakarta, Rabu (15/1/2020).

1. ULN Pemerintah

Pengelolaan ULN Pemerintah diprioritaskan untuk membiayai pembangunan, dengan porsi terbesar pada beberapa sektor produktif yang mendukung pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat, yaitu sektor jasa kesehatan dan kegiatan sosial (19,0% dari total ULN Pemerintah), sektor konstruksi (16,5%), sektor jasa pendidikan (16,1%), sektor administrasi Pemerintah, pertahanan, dan jaminan sosial wajib (15,4%), serta sektor jasa keuangan dan asuransi (13,4%).
Baca Juga: Naik Lagi, Utang Luar Negeri Indonesia Tembus Rp5.608 Triliun 
 
2. ULN Swasta

ULN swasta didominasi oleh sektor jasa keuangan &amp;amp; asuransi, sektor pengadaan listrik, gas, uap/air panas &amp;amp; udara (LGA), sektor industri pengolahan, dan sektor pertambangan &amp;amp; penggalian. Pangsa ULN di keempat sektor tersebut terhadap total ULN swasta mencapai 76,9%.
&amp;nbsp;&amp;lt;img src=&quot;https://a.okezone.com/photos/2019/01/18/55421/280678_medium.jpg&quot; alt=&quot;Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar AS Menguat 14 Poin&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;</content:encoded></item></channel></rss>
