<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>   Menanti Data Neraca Perdagangan RI Tahun 2019</title><description>Badan Pusat Statistik (BPS) bakal mengumumkan data neraca perdagangan Indonesia sepanjang tahun 2019 pada hari ini.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/01/15/320/2153012/menanti-data-neraca-perdagangan-ri-tahun-2019</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/01/15/320/2153012/menanti-data-neraca-perdagangan-ri-tahun-2019"/><item><title>   Menanti Data Neraca Perdagangan RI Tahun 2019</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/01/15/320/2153012/menanti-data-neraca-perdagangan-ri-tahun-2019</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/01/15/320/2153012/menanti-data-neraca-perdagangan-ri-tahun-2019</guid><pubDate>Rabu 15 Januari 2020 08:49 WIB</pubDate><dc:creator>Yohana Artha Uly</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/01/15/320/2153012/menanti-data-neraca-perdagangan-ri-tahun-2019-Y7g66zIx1o.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Neraca Dagang (Foto: Okezone.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/01/15/320/2153012/menanti-data-neraca-perdagangan-ri-tahun-2019-Y7g66zIx1o.jpg</image><title>Neraca Dagang (Foto: Okezone.com)</title></images><description>JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) bakal mengumumkan data neraca perdagangan Indonesia sepanjang tahun 2019 pada hari ini. Pengumuman laju ekspor-impor tersebut akan disampaikan langsung oleh Kepala BPS Suhariyanto di Kantor Pusat BPS, Jakarta.
Baca Juga: BPS Rilis Neraca Dagang, Bagaimana Nasib IHSG Hari Ini?
Sebelumnya, sepanjang Januari-November 2019 kinerja neraca perdagangan Indonesia masih tercatat defisit sebesar USD3,11 miliar. Meski demikian, realisasi ini lebih baik dari periode Januari-November 2018 yang defisit sebesar USD7,62 miliar.

&quot;Memang tantangan yang dihadapi menjadi luar biasa saat ini, sehingga perlu ekstra hari-hati. Karena perekonomian melambat, perdagangan internasional melambat sehingga permintaan ekspor juga turun,&quot; kata Suhariyanto di Kantor Pusat BPS, Jakarta, Senin (16/12/2019).
Baca Juga: Menko Airlangga Siapkan 7 Program Atasi Defisit Neraca Dagang
Adapun untuk data neraca perdagangan November 2019 saja, mengalami defisit sebesar USD1,33 miliar. Membaik dari posisi neraca perdagangan November 2018 yang mengalami defisit sebesar USD2,05 miliar.
Nilai impor November 2019 tercatat mencapai USD15,34 miliar, kemudian  nilai ekspor tercatat mencapai USD14,01 miliar. Pada komoditas non  migas tercatat mengalami defisit USD300,9 juta dan pada migas terjadi  defisit sebesar USD1,02 miliar.

Menurutnya, pergerakan laju ekspor-impor di November 2019 dipengaruhi  sejumlah dinamika ekonomi global, di mana perdagangan internasional  melemah dan harga komoditas bergerak fluktuatif.

&quot;Peningkatan dan penurunan harga komoditas tersebut sangat berpengaruh pada total ekspor dan impor Indonesia,&quot; kata Suhariyanto.
</description><content:encoded>JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) bakal mengumumkan data neraca perdagangan Indonesia sepanjang tahun 2019 pada hari ini. Pengumuman laju ekspor-impor tersebut akan disampaikan langsung oleh Kepala BPS Suhariyanto di Kantor Pusat BPS, Jakarta.
Baca Juga: BPS Rilis Neraca Dagang, Bagaimana Nasib IHSG Hari Ini?
Sebelumnya, sepanjang Januari-November 2019 kinerja neraca perdagangan Indonesia masih tercatat defisit sebesar USD3,11 miliar. Meski demikian, realisasi ini lebih baik dari periode Januari-November 2018 yang defisit sebesar USD7,62 miliar.

&quot;Memang tantangan yang dihadapi menjadi luar biasa saat ini, sehingga perlu ekstra hari-hati. Karena perekonomian melambat, perdagangan internasional melambat sehingga permintaan ekspor juga turun,&quot; kata Suhariyanto di Kantor Pusat BPS, Jakarta, Senin (16/12/2019).
Baca Juga: Menko Airlangga Siapkan 7 Program Atasi Defisit Neraca Dagang
Adapun untuk data neraca perdagangan November 2019 saja, mengalami defisit sebesar USD1,33 miliar. Membaik dari posisi neraca perdagangan November 2018 yang mengalami defisit sebesar USD2,05 miliar.
Nilai impor November 2019 tercatat mencapai USD15,34 miliar, kemudian  nilai ekspor tercatat mencapai USD14,01 miliar. Pada komoditas non  migas tercatat mengalami defisit USD300,9 juta dan pada migas terjadi  defisit sebesar USD1,02 miliar.

Menurutnya, pergerakan laju ekspor-impor di November 2019 dipengaruhi  sejumlah dinamika ekonomi global, di mana perdagangan internasional  melemah dan harga komoditas bergerak fluktuatif.

&quot;Peningkatan dan penurunan harga komoditas tersebut sangat berpengaruh pada total ekspor dan impor Indonesia,&quot; kata Suhariyanto.
</content:encoded></item></channel></rss>
