<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ekspor Desember Naik, Penyumbangnya Produk Pertanian</title><description>Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data laju ekspor pada Desember 2019 sebesar USD14,47 miliar.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/01/15/320/2153239/ekspor-desember-naik-penyumbangnya-produk-pertanian</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/01/15/320/2153239/ekspor-desember-naik-penyumbangnya-produk-pertanian"/><item><title>Ekspor Desember Naik, Penyumbangnya Produk Pertanian</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/01/15/320/2153239/ekspor-desember-naik-penyumbangnya-produk-pertanian</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/01/15/320/2153239/ekspor-desember-naik-penyumbangnya-produk-pertanian</guid><pubDate>Rabu 15 Januari 2020 15:51 WIB</pubDate><dc:creator>Yohana Artha Uly</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/01/15/320/2153239/ekspor-desember-naik-penyumbangnya-produk-pertanian-fFtncy67WM.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Kepala BPS Suhariyanto (Foto: Okezone/Yohana)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/01/15/320/2153239/ekspor-desember-naik-penyumbangnya-produk-pertanian-fFtncy67WM.jpeg</image><title>Kepala BPS Suhariyanto (Foto: Okezone/Yohana)</title></images><description>JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data laju ekspor pada Desember 2019 sebesar USD14,47 miliar. Secara tahunan, realisasi ini mengalami kenaikan 1,28% dibandingkan ekspor pada Desember 2018 yang sebesar USD14,29 miliar. Begitu pula bila dibandingkan secara bulanan, dengan ekspor November 2019 yang sebesar USD13,95 miliar maka mengalami kenaikan 3,77%.
&quot;Jadi dibandingkan Desember 2018, terjadi kenaikan karena ekspor nonmigas naik, sementara kalau dibandingkan November 2019 karena migas maupun nonmigas alami kenaikan,&quot; kata Kepala BPS Suhariyanto dalam konferensi pers di Kantor Pusat BPS, Jakarta, Rabu (15/1/2020).
Baca juga: Jokowi Sebut Ekspor RI Masih Didominasi Perusahaan Besar 
Laju ekspor migas di Desember 2019 sebesar USD1,16 miliar, turun tajam 31,93% secara tahunan, namun naik 12,19% secara bulanan. Semenatara ekspor nonmigas tercatat sebesar USD13,31 miliar, naik 5,78% secara tahunan, juga naik 3,10% secara bulanan.
Menurut sektor nonmigas, secara tahunan ekspor produk pertanian sebesar USD370 juta naik 24,5% secara tahunan, juga naik 10,24% secara bulanan. Lalu ekspor produk industri pengolanan tercatat USD10,86 miliar, naik 6,85% secara tahunan maupun secara bulanan naik 2,57%.

Sedangkan untuk produk pertambangan dan lainnya sebesar USD2,08 miliar, mengalami penurunan 1,91% secara tahunan, namun naik 4,71% secara bulanan.  &quot;Ekspor nonmigas memang menyumbang 91,97% dari total ekspor di Desember 2019,&quot; imbuhnya.
Adapun untuk kelompok komoditas nonmigas yang mengalami peningkatan  nilai ekspor tertinggi secara bulanan, yakni lemak dan minyak  hewan/nabati USD422,7 juta, lalu bijih, terak, dan abu logam USD113,7  juta, pakaian dan aksesorinya (bukan rajutan) USD75 juta, tembaga dan  barang daripadanya USD37 juta, serta timah dan barang daripadanya  USD36,3 juta.

Kemudian komoditas yang mengalami penurunan nilai ekspor terendah  yakni, kendaraan dan bagiannya USD129,5 juta, mesin dan perlengkapan  elektrik USD78,2 juta, logam mulia, perhiasan/permata USD58,5 juta, lalu  kapal, perahu, dan struktur terapung USD25 juta, serta barang dari besi  dan baja USD24,1 juta.
Sedangkan berdasarkan negara tujuan ekspor, yang mengalami  peningkatan tertinggi pada Amerika Serikat sebesar USD192,1 juta, India  USD95,1 juta, Malaysia USD81,4 juta, Korea Selatan USD68,6 juta, serta  Jepang USD52,3 juta. Sebaliknya, penurunan ekspor terendah terjadi pada  negara Thailand USD111,7 juta, China USD101,2 juta, Singapura USD89,8  juta, Filipina USD68,3 juta, serta Bangladesh USD41,4 juta.</description><content:encoded>JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data laju ekspor pada Desember 2019 sebesar USD14,47 miliar. Secara tahunan, realisasi ini mengalami kenaikan 1,28% dibandingkan ekspor pada Desember 2018 yang sebesar USD14,29 miliar. Begitu pula bila dibandingkan secara bulanan, dengan ekspor November 2019 yang sebesar USD13,95 miliar maka mengalami kenaikan 3,77%.
&quot;Jadi dibandingkan Desember 2018, terjadi kenaikan karena ekspor nonmigas naik, sementara kalau dibandingkan November 2019 karena migas maupun nonmigas alami kenaikan,&quot; kata Kepala BPS Suhariyanto dalam konferensi pers di Kantor Pusat BPS, Jakarta, Rabu (15/1/2020).
Baca juga: Jokowi Sebut Ekspor RI Masih Didominasi Perusahaan Besar 
Laju ekspor migas di Desember 2019 sebesar USD1,16 miliar, turun tajam 31,93% secara tahunan, namun naik 12,19% secara bulanan. Semenatara ekspor nonmigas tercatat sebesar USD13,31 miliar, naik 5,78% secara tahunan, juga naik 3,10% secara bulanan.
Menurut sektor nonmigas, secara tahunan ekspor produk pertanian sebesar USD370 juta naik 24,5% secara tahunan, juga naik 10,24% secara bulanan. Lalu ekspor produk industri pengolanan tercatat USD10,86 miliar, naik 6,85% secara tahunan maupun secara bulanan naik 2,57%.

Sedangkan untuk produk pertambangan dan lainnya sebesar USD2,08 miliar, mengalami penurunan 1,91% secara tahunan, namun naik 4,71% secara bulanan.  &quot;Ekspor nonmigas memang menyumbang 91,97% dari total ekspor di Desember 2019,&quot; imbuhnya.
Adapun untuk kelompok komoditas nonmigas yang mengalami peningkatan  nilai ekspor tertinggi secara bulanan, yakni lemak dan minyak  hewan/nabati USD422,7 juta, lalu bijih, terak, dan abu logam USD113,7  juta, pakaian dan aksesorinya (bukan rajutan) USD75 juta, tembaga dan  barang daripadanya USD37 juta, serta timah dan barang daripadanya  USD36,3 juta.

Kemudian komoditas yang mengalami penurunan nilai ekspor terendah  yakni, kendaraan dan bagiannya USD129,5 juta, mesin dan perlengkapan  elektrik USD78,2 juta, logam mulia, perhiasan/permata USD58,5 juta, lalu  kapal, perahu, dan struktur terapung USD25 juta, serta barang dari besi  dan baja USD24,1 juta.
Sedangkan berdasarkan negara tujuan ekspor, yang mengalami  peningkatan tertinggi pada Amerika Serikat sebesar USD192,1 juta, India  USD95,1 juta, Malaysia USD81,4 juta, Korea Selatan USD68,6 juta, serta  Jepang USD52,3 juta. Sebaliknya, penurunan ekspor terendah terjadi pada  negara Thailand USD111,7 juta, China USD101,2 juta, Singapura USD89,8  juta, Filipina USD68,3 juta, serta Bangladesh USD41,4 juta.</content:encoded></item></channel></rss>
